Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kotak Lebah Madu Liar Terbesar Di China (Oddity Central)
Dream - Di Cagar Alam Nasional Shennongjia, Provinsi Hubei, Tiongkok, ratusan kotak kayu menggantung rapat di tebing yang curam nan unik. Kotak misterius ini merupakan suaka lebah liar atau rumah bagi lebah madu Asia.
Dinding batu menjadi tempat bersarang favorit bagi keluarga besar lebah. Peternak lebah yang tak kenal takut, rutin mendaki tebing untuk memeriksa sarang dan mengumpulkan madu dengan gendongan.
Mengapa lebah hidup di tebing? Apa yang istimewa dari madu yang dikumpulkan di tebing? Pasti Sahabat Dream penasaran kan, bagaimana madu dikumpulkan dari sarang lebah yang menggantung di tebing berbatu ini.
Dikutip dari Oddity Central, dinding tebing yang hampir vertikal di pegunungan Cagar Alam Shennongjia merupakan rumah bagi lebih dari 700 kotak kayu. Kotak tersebut menjadi salah satu tempat perlindungan lebah liar di Negeri Tirai Bambu itu.
Peternakan lebah telah dilakukan di China setidaknya sejak abad ke-2 Masehi, dan diperkirakansetengah dari pasokan madu dunia berasal dari Asia. Namun, hanya sedikit yang tahu lebih dari 80 persen populasi lebah asli sekarang telah punah.
Apis Mellifera, lebah madu asal Eropa dianggap sebagai penyebab utama penurunan drastis jumlah lebah asli China. Lebah madu itu telah membawa virus dan diketahui menyerang sarang lebah China, serta mengganggu ritual kawinnya.
© Kotak Lebah Madu Liar di China (Facebook)
Saat ini, Apis Cerana, lebah madu China terdaftar sebagai spesies yang terancam punah. Sarang lebah di Cagar Alam Shennongjia merupakan salah satu dari sedikit cagar alam yang dilindungi di negara ini.
Dikenal sebagai 'dinding sarang', suaka lebah unik ini terdiri lebih dari 700 kotak kayu yang bertengger di sisi tebing yang curam dengan ketinggian sekitar 4.000 kaki di atas permukaan laut. Kotak-kotak itu dimaksudkan untuk menarik lebah liar agar menetap, kebanyakan memang dihuni oleh ribuan lebah pada waktu tertentu.
Karena sarangnya sangat padat dan untuk mencapai yang lebih tinggi, peternak lebah harus menggunakan kotak yang lebih rendah sebagai langkah sambil berusaha menjaga keseimbangan.
Kotak yang berada di dekat puncak hanya bisa diakses dengan tali dari atas tebing. Ini tugas yang sangat sulit, tetapi perlu dilakukan karena lokasi sarang lebah di tempat yang tinggi dimaksudkan untuk melindungi madu mereka dari beruang.
Dengan demikian, Cagar Alam Shennongjia begitu istimewa untuk peternakan lebah karena berada di zona iklim yang beragam seperti subtropis, beriklim hangat, sedang dan dingin dalam satu area. Perbedaan iklim juga menjamin keanekaragaman flora (lebih dari 1.131 spesies tanaman) dan fauna.
Laporan: Angela Irena Mihardja
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya