Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream- Ketika liburan, tubuh harus beradaptasi dengan kegiatan baru yang berbeda dengan rutinitas biasanya. Terkadang, cara beradaptasi tubuh diwujudkan berupa rasa sakit perut.
Supaya risiko sakit perut menurun, kita harus memperhatikan makanan yang kita konsumsi.
Terkadang liburan dijadikan sebagai pelampiasan untuk mengonsumsi semua makanan yang diinginkan. Namun, justru inilah yang dapat menyebabkan perut menjadi bermasalah dan merusak liburan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari.
Untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan saat liburan, coba hindari beberapa menu makanan peningkat risiko sakit perut berikut ini.
© Sumber: Pixabay
Menghabiskan liburan di daerah pesisir, tak lengkap rasanya kalau tidak mencoba berbagai menu makanan laut. Kita bisa saja mencicipi ikan laut bakar, udang goreng, atau cumi asam manis, tapi usahakan untuk menghindari kerang kerang mentah.
Segela jenis makanan bercangkang dari laut sebaiknya dihindari, seperti yang disampaikan oleh Elizabeth Ward, Ahli Diet di Boston, yang mengatakan bahwa kerang mentah meningkatkan risiko vibriosis yang bisa berakibat pada kematian.
© Sumber: Pixabay
Selain kerang mentah, buah melon juga sebaiknya dihindari saat berlibur karena dapat menyebabkan sakit perut. Kulit buah melon yang mengandung E. Coli dan apabila disimpan pada suhu tertentu, dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan tubuh sakit.
Tidak hanya itu, menu makanan dari buah melon yang tidak disimpan dengan baik dapat menyebabkan bakteri dan virus seperti salmonella dan noroviruss berkembang dan menyebar dalam tubuh. Lebih baik mengonsumsi lemon ketika berada di rumah dan dalam keadaan segar tanpa harus disimpan terlebih dahulu.
© Sumber: Pixabay
Salah satu jenis kecambah yang kerang digunakan sebagai tambahan makanan di sandwich atau salad, yaitu kecambah alfalfa sebaiknya juga dihindari saat liburan. Terlebih saat kita makan di restoran atau tempat asing.
Pengolahan kecambah yang salah, dapat menyebabkan bakteri dan mikroba tumbuh subur di dalamnya. Salah satunya salmonella, listeria, dan E. Coli. Terutama kecambah yang disimpan di suhu yang panas dan lembab. Untuk menghindari sakit perut saat liburan lebih baik hindari menu makanan yang menggunakan kecambah.
© Sumber: Pixabay
Bush meat atau daging yang berasal dari hewan liar, juga masuk dalam daftar menu makanan yang sebaiknya dihindari saat berlibur. Jenis daging ini biasa kita temui ketika berlibur ke daerah tertentu, seperti kawasan daerah adat atau daerah pedalaman.
Daging hewan yang jarang kita temukan, seperti daging rusa, kuda, dan hewan lain, biasanya dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk bahan makanan. Bagi kita yang tidak terbiasa dengan menu makanan dari bush meat, bisa menyebabkan sakit perut, bahayanya lagi tubuh bisa terkontaminasi penyakit endemik yang berbahaya.
© Sumber: Pixabay
Menu makanan selanjutnya yang harus dihindari saat liburan ialah menu makanan yang berasal dari sayuran mentah. Saat liburan, terkadang kita ingin mencoba menu baru yang menyehatkan seperti salad. Namun, memilih salad sebagai menu makanan saat liburan lebih baik dihindari.
Sayuran mentah yang digunakan untuk membuat salad di tempat asing, bisa membuat perut sakit. Menu makanan ini juga berlaku untuk burger atau hotdog yang menggunakan selada dan tomat mentah. Inilah faktor utama yang menyebabkan perut mulas saat selesai memakan hotdog atau burger.
© Sumber: Pixabay
Sama seperti halnya menu makanan dari kerang mentah, makanan khas jepang ini umumnya dibuat dari makanan laut yang masih mentah. Bagi yang tidak terbiasa dengan sushi, dan mencoba sushi saat liburan, dapat meningkatkan risiko sakit perut.
Pengolahan makanan laut yang tidak tepat dapat menyebabkan tubuh orang yang mengonsumsinya terinfeksi bakteri atau parasit yang terbawa dari daging ikan mentah. Untuk mengatasi sakit perut karena sushi, lebih baik kita memilih restoran sushi yang terpercaya akan jaminan kebersihan dan pengolahannya.
© Sumber: Pixabay
Siapa sangka ternyata es balok juga dapat menyebabkan sakit perut saat liburan. Yang menyebabkan es balok masuk daftar menu makanan yang harus dihindari saat liburan ialah karena penggunaan air saat pembuatan es di tempat wisata yang tidak kita tahu kebersihannya.
Dikutip dari Reader’s Digest, 30-70 persen wisatawan mengalami diare saat liburan, dan salah satu penyebabnya ialah konsumsi es balok.
Pembuatan es balok yang menggunakan air yang tidak matang dapat membuat bakteri E. Coli berkembang pesat, dan menyebabkan orang yang mengonsumsinya mengalami sakit perut.
Yang perlu diperhatikan dalam memilih makanan saat liburan ialah kebersihannya. Hal ini wajib dilakukan apabila tidak ingin mengalami sakit perut selama menikmati liburan di tempat asing.
Sumber: Reader’s Digest
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan