7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Sumber: Shutterstock
Dream - Ada sekitar 63 juta wisatawan muslimah menghabiskan lebih dari US$80 miliar untuk perjalanan liburan di tahun 2018. Dari 28 persen dari jumlah tersebut, dua pertiganya berusia 40 tahun ke bawah.
Angka ini diprediksi akan terus tumbuh. Hingga pada akhirnya dapat mempengaruhi pasar wisata global.
Kontribusi wisatawan muslimah ini diperkirakan akan berpengaruh pada industri pariwisata, mulai dari pengembangan fasilitas khusus perempuan, keamanan tempat wisata, hingga keamanan tempat-tempat umum.
" Terlepas dari pasar wisata wanita muslim yang semakin meningkat, laporan ini menyediakan informasi yang lebih jelas mengenai berbagai motivasi perjalanan (muslimah). Termasuk perilaku wisata unik Tiga-T, Explore, Energize, dan Emphatize," jelas Head of Marketing of CrescentRating & HalalTrip, Raudha Zaini, melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Hasil survei Mastercard & CrescentRating mencatat lebih dari setengah wisatawan muslimah memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi akomodasi dan tempat makan di tempat wisata tujuan.
© Sumber: Shutterstock
Ada 90 persen wisatawan muslimah menjadikan liburan sebagai alasan utama melakukan Solo Traveling. Angka ini mencakup 21 persen perjalanan keagamaan, 11 persen perjalanan bisnis, dan 71persen bepergian bersama keluarga.

Responden banyak yang merencanakan liburan dengan memilih tempat wisata ramah keluarga, aman, dan menyediakan berbagai fasilitas keagamaan. Sebanyak 94 persen menyatakan makanan halal sebagai prioritas utama, diikuti dengan 86 persen wanita muslimah memilih ruang ibadah khusus wanita.
Selain itu, 79 persen wisatawan muslimah dalam penelitian ini menyatakan akan memilih tempat spa atau salon khusus wanita ketika berwisata. 73 persen lainnya mengatakan lebih memilih tempat wisata ramah lingkungan, khususnya di luar negeri.
" Wisatawan muslimah siap mengeksplore dunia. Dengan usia muda dan motivasi tinggi, mereka siap berinteraksi dengan penyedia industri pariwisata yang menerima mereka serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang tetap mengutamakan nilai-nilai mereka,” jelas Vice President Market Product Management Mastercard, Aisha Islam.
Sumber: Mastercard dan CrescentRating
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?