Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Anak Membantu Cuci Piring (Foto: Shutterstock)
Dream - Melatih anak bertanggung jawab harus dimulai dari rumah. Tentunya dari hal sederhana dan mudah dimengerti anak.
Seperti selalu menaruh piring di bak cuci, menaruh pakaian kotornya di tempat yag sudah disediakan, merapikan mainannya kembali dan pekerjaan rumah tangga lainnya.
Beberapa penelitian juga mengungkap alau pekerjaan rumah tangga yang ditugaskan kepada anak akan menanamkan banyak hal positif. Antara lain rasa memiliki, kemandirian, tanggung jawab, empati dan rasa hormat terhadap orang lain.
Semakin cepat anak-anak diberi tanggung jawab pada tugas rumah tangga, semakin baik. Bahkan sangat direkomendasikan mulai usia 3 atau 4 tahun, anak sebaiknya sudah diberi tugas rumah tangga yang sesuai dengan kemampuan mereka.
" Orangtua saat ini ingin anak-anak mereka menghabiskan waktu untuk hal-hal yang dapat membawa mereka sukses, tetapi ironisnya, telah berhenti melakukan satu hal yang sebenarnya telah menjadi prediktor keberhasilan yang terbukti dan itu adalah pekerjaan rumah tangga,” kata Richard Rende, seorang psikolog, dikutip dari Fatherly.
Menurut penelitian, anak yang mulai melakukan pekerjaan rumah tangga di usia 3 dan 4 cenderung memiliki hubungan personal yang baik, mencapai kesuksesan akademik dan lebih mandiri dibandingkan mereka baru mengerjakan pekerjaan rumah tangga saat remaja.
" Saat anak-anak membantu pekerjaan rumah tangga, jangan lupa untuk berterimakasih. Buat anak-anak merasa kalau mereka menjadi penolong dan ini menimbulkan perasaan positif," ungkap Rende.
Pastikan anak merasa kalau apa yang dilakukannya, bukan hanya untuk dirinya tapi juga demi kenyamanan keluarga. Dengan begitu anak belajar berempati dan memaham orang lain dan tak menjadi pribadi yang egois.