Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pernahkah kamu melintas tukang sate yang sedang membakar hidangannya dan perut langsung merasa keroncongan. Aroma makanan berlemak memang bisa bikin kita langsung tergoda untuk mencicipinya.
Bukan hanya itu, kita langsung memakannya dalam porsi besar. Tak heran jika banyak orang
Sebuah penelitian tim dari University of South Florida, menermukan jika menghirup makanan berlemak lebih dari dua menit bisa menghilangkan keinginan untuk makan makanan tersebut.
Namun hasil berbeda terjadi jika mengendus aroma makanan itu dalam periode singkat. Aroma yang terhirup akan langsung membangkitkan nafsu makan.
Para asli juga menunjukkan hasil penelitian menghirup aroma makanan yang lebih lama bisa mencegah kita makan berlebihan. Tentu ini kabar baik bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan.
Teknik menghirup makanan lebih lama ini bisa menjadi metode baru untuk menjaga proses diet yang lebih sehat.
" Aroma dapat menjadi alat yang ampuh untuk melawan keinginan mengidam makanan yang berlemak tinggi. Faktanya, rangsangan sensorik halus seperti aroma bisa lebih efektif dalam mempengaruhi pilihan makanan anak-anak dan orang dewasa," ujar Dipayan Biswas, salah satu peneliti seperti dikutip dari Science Alert.
Tes laboratorium menunjukkan bahwa, menghirup aroma dengan cepat memiliki efek sebaliknya. Meskipun hanya sebentar mencium aroma kue, membuat kita cenderung dua kali lebih mungkin untuk memilih pilihan makanan yang tidak sehat.

Hal ini dibandingkan jika menghirup aroma yang sama lebih dari satu hingga dua menit. Menghirup aroma makanan yang cepat seperti 'merayu' otak untuk mencicipinya, sedangkan aroma yang lebih lama sama baiknya dengan memakannya.
" Ini terjadi karena aroma yang terkait dengan makanan yang memanjakan memenuhi sirkuit 'hadiah' di otak. Pada gilirannya dapat mengurangi dorongan untuk mengkonsumsi makanan tersebut," kata Biswas.
Laporan Mega Rasmiyati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya