Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Jika dipikir-pikir, berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk beraktivitas sehari-hari?
Mungkin banyak orang berpikir kalau kita cukup aktif dalam merampungkan segala aktivitas di tiap harinya mulai dari pagi sampai malam hari.
Namun nyatanya masih banyak orang di Indonesia yang dinilai kurang gerak. Pada 2013, 26,1 persen masyarakat lokal dianggap kurang gerak, dan di 2018 meningkat mencapai 33,5 persen.
Kebiasaan buruk ini berhubungan dengan meningkatnya prevalensi overweight pada generasi millenial dan kasus obesitas.
" Menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) angka prevalensi overweight di usia produktif meningkat dari 11,5 persen pada 2013, menjadi 13,6 persen di tahun lalu. Sedangkan angka obesitas meningkat dari 14,8 persen di 2013 jadi 21,8 persen di 2018," kata Elin Waty, Presdir Sun Life Financial Indonesia di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis 17 Januari 2019.
Untuk menghindari terjadinya obesitas, setiap orang perlu memantau waktu beraktivitas fisik.
" Disarankan untuk beraktivitas 2,5-5 jam per minggunya," jelas Dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia ASIAN GAMES 2018, Grace Joselini.
Sahabat Dream bisa melakukan berbagai aktivitas fisik dari yang berintensitas medium hingga berat, seperti jalan kaki, bersepeda, berenang, sit up, pull up dan gerakan lainnya.

" Lari sangat bagus untuk mencegah obesitas. Tapi, tidak disarankan untuk yang sudah obesitas. Lebih aman untuk jogging atau jalan. Karena tubuh menopang dua kali berat badan saat berlari," ungkapnya.
Selain berlari, Elin mengatakan, lompat tali atau jumping jacks juga tidak disarankan bagi penderita obesitas. " Kalau bobotnya besar sekali, disarankan untuk bersepeda atau berenang. Kalau lompat, bebannya tinggi sekali untuk lututnya."

Jika sudah mengikuti aktivitas yang disarankan, sebaiknya segera cek IMT (Indeks Massa Tubuh) dan fat percentage. Kamu belum termasuk overweight jika IMT-nya di bawah 22,9.
" Hitung IMT dengan membagi berat badan (kilogram) dan tinggi badan (meter), lalu dikuadratkan. Kategorikan sesuai tabel untuk Asia Pasifik. Kalau tabel WHO, itu untuk orang luar. Ukur juga fat percentage. Kalau kelebihan, bisa ganggu aliran darah dan menyebabkan resiko jantung," tuturnya.
Jadi, sudah siapkah Sahabat Dream untuk lebih aktif dan lawan obesitas?
(ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya