Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bandara Changi (Foto:Pexels.com)
Dream - Di tengah wabah Corona, Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan, menyatakan Terminal 2 Bandara Internasional Changi ditutup selama 18 bulan. Penutupan mulai diberlakukan pada 1 Mei 2020.
Changi Airport Group (CAG) juga memutuskan untuk melakukan penutupan akibat penurunan drastis penumpang di bandara Changi. Kemungkinan dekat kebutuhan terkait perjalanan udara juga akan lebih sepi akibat Covid-19 dalam beberapa waktu ke depan.
Penangguhan ini akan memungkinkan CAG dan para mitranya menghemat biaya dalam utilitas dan pembersihan. Serta mengoptimalkan sumber daya di seluruh terminal agar lebih sesuai dengan permintaan operasi penerbangan maskapai.
© Ilustrasi (Sumber:Pexels.com)
CAG menambahkan mereka telah secara signifikan mengurangi operasinya di Terminal 4, karena sedikitnya jumlah penerbangan.
" Kami akan mempertimbangkan penangguhan operasi di T4 sementara jika maskapai yang tersisa memilih untuk menangguhkan atau menyesuaikan jadwal penerbangan mereka. Tujuannya untuk memulai kembali operasi dengan cepat ketika maskapai mengkonfirmasi dimulainya kembali penerbangan," demikian pernyataan Changi.
Dengan penangguhan operasi T2, maskapai akan dialokasikan ke terminal yang tersisa.
Singapore Airlines (SIA) akan mengkonsolidasikan operasinya di Terminal 3.
" Penutupan ini juga akan membantu untuk mempercepat pekerjaan dalam perluasan T2 dan mempersingkat waktu proyek hingga satu tahun," kata Khaw
Proyek perluasan T2 yang sedang berlangsung dijadwalkan selesai pada tahun 2024.
© Ilustrasi Kargo Bantuan (Sumber:Pexels.com)
Wakil Perdana Menteri Heng Swee Keat bulan lalu mengatakan jumlah penumpang yang tiba di bandara telah turun lebih dari 90 persen sejak wabah Covid-19 merebak
Pengurangan permintaan yang timbul dari wabah virus corona dan pembatasan perjalanan di seluruh dunia telah membuat SIA memangkas 96 persen dari jadwal penerbangan sampai akhir April.
Khaw mengatakan kepada DPR, Pemerintah sadar konektivitas global sangat penting bagi Singapura. Pusat udara di Changi - yang ditambatkan oleh SIA - sangat penting bagi peran Singapura sebagai pusat bisnis, manufaktur, penelitian dan pengembangan.
" Jika pusat runtuh, hal itu akan merusak kemampuan kita untuk pulih dari krisis. Banyak orang Singapura bergantung pada Bandara Changi untuk mencari nafkah," kata Khaw.
Menteri Perhubungan ini juga mencatat maskapai penerbangan di SIA Group - SIA, SilkAir dan Scoot - terus menjalankan sekitar 40 penerbangan kembali per minggu ke ibukota di Asean dan pusat ekonomi di Asia, Australia, Eropa dan Amerika Serikat.
SIA juga telah mengerahkan beberapa pesawat penumpangnya untuk hanya membawa kargo.
" Saat ini, layanan penerbangan dilakukan untuk membawa barang-barang penting di tengah gangguan pasokan global, seperti pasokan medis, makanan, dan kargo berguna lainnya," kata Khaw.
© Ilustrasi Pelabuhan (Sumber:Pexels.com)
Tidak seperti negara lain, Singapura bahkan tetap membuka pelabuhan di tengah wabah virus Corona
" Kami telah melakukan tindakan pencegahan untuk memastikan lingkungan kerja yang aman bagi staf dan kru. Dengan ini, pelabuhan kami terus melayani dunia dan melindungi pasokan penting," tambahnya.
Dia mengatakan bahwa ketika arus perdagangan global bergeser, efisiensi dan konektivitas pelabuhan laut dan bandara Singapura akan menjadi lebih kritis.
Pandemi kemungkinan akan berdampak lama pada perjalanan udara dan operasi bandara sehingga bisa berdampak pada perencanaan Terminal 5.
" Untungnya, T5 dirancang menjadi modular sehingga konstruksinya dapat ditingkatkan atau turun sesuai kebutuhan,"
Terminal T5 dijadwalkan selesai sekitar 2030, dan direncanakan mampu menangani hingga 50 juta penumpang setiap tahun pada tahap awal.
Mr Khaw mengatakan Singapura harus memainkan perannya dalam menghidupkan kembali jaringan transportasi internasional, dan akan mendukung organisasi internasional dalam upaya tersebut.
" Kita perlu mengembangkan aturan dan pedoman global baru untuk memperhitungkan kejadian seperti pandemi ini" tutup Khan.
Sumber The Straits Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya