Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pura Agung Besakih (Shutterstock.com)
Dream - Pemerintah terus berupaya mendorong pulihnya sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Sejumlah kampanye digagas agar Pulau Dewata dapat kembali bangkit usai dihantam pandemi Covid-19 yang berefek ke seluruh lini kehidupan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan saat ini terdapat 2 juta lebih lapangan pekerjaan di Bali yang terancam akibat lumpuhnya sektor pariwisata. Selama ini, pariwisata menjadi primadona dan memberikan dampak besar terhadap perekonomian Bali sekaligus nasional.
Untuk memulihkan Bali, sejumlah upaya terus dilakukan. Beberapa di antaranya dengan kampanye Work From Bali (kerja dari Bali) serta travel bubble menggandeng sejumlah negara.
" Tujuannya memastikan kita bisa berpihak kepada saudara kita yang saat ini sedang mengalami tekanan yang luar biasa," ujar Sandiaga dalam press briefing pada Senin, 24 Mei 2021.
Sandiaga mengatakan Work From Bali bertujuan memberikan pertolongan pertama pada perekonomian yang terdampak penurunan kunjungan wisatawan nusantara pada dua pekan terakhir akibat larangan mudik dan pembatasan.
Jika bisa mendapat 75 persen penggantian wisatawan mancanegara dengan wisatawan Nusantara,, dengan tingkat kualitas belanja maupun lamanya tinggal di Bali dapat membuat pertumbuhan perekonomian menjadi positif.
© Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno
Pemerintah juga mengusulkan 25 persen PNS di institusi pemerintahan dapat berkegiatan di Bali. Hal ini bisa menjadi langkah yang tepat sasaran juga tepat manfaat.
" Kegiatan Work From Bali tentunya bentuk adaptasi pergerakan dan pergeseran, dari perilaku bekerja termasuk digital nomad," kata Sandiaga.
Selain itu, Work From Bali merupakan langkah awal sebelum dibukanya kembali perbatasan untuk wisatawan mancanegara. Ini sebagai persiapan agar Travel Bubble bisa dilaksanakan.
Persiapan Work From Bali juga sudah mulai dilakukan oleh Kemenparekraf sejak kuartal pertama 2021. Dari segi anggaran dapat dikelola dengan efisien dan juga efektif.
" Saya sendiri sudah banyak berkegiatan di Bali, dan dengan nota kesepahaman ini Bali bisa bertahan di saat yang sulit ini," kata Sandiaga.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya