15 Ribu Siswa Positif Covid-19 Selama Pelaksanaan PTM Terbatas

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 23 September 2021 13:00
15 Ribu Siswa Positif Covid-19 Selama Pelaksanaan PTM Terbatas
Jumlah tersebut berasal dari 1.303 satuan pendidikan.

Dream - Penularan Covid-19 di antara peserta didik mulai terjadi. Bahkan jumlah kasus di kalangan para siswa mencapai puluhan ribu secara nasional.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menggelar survei kondisi siswa dan guru selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Dalam hasil survei yang dipublikasikan di laman Kemdikbud, sebanyak 15.456 siswa dinyatakan positif Covid-19 per 23 September 2021.

Jumlah tersebut berasal dari 1.303 sekolah di seluruh Indonesia dalam berbagai jenjang pendidikan. Survei tersebut juga mencatat 7.287 guru dan tenaga pendidik terkonfirmasi positif Covid-19.

Survei tersebut digelar melibatkan 47.005 sekolah. Dari jumlah tersebut, 2,77 persen di antaranya ditetapkan sebagai klaster sekolah.

 

1 dari 6 halaman

Rincian Klaster Per Satuan Pendidikan

Jumlah klaster berbeda berdasarkan satuan pendidikan. Sementara SMA menjadi satuan pendidikan dengan jumlah klaster terbanyak.

Berikut rinciannya:

- PAUD: klaster penularan Covid-19 mencapai 1,91 persen atau sebanyak 251 PAUD. Guru terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 956 orang, sedangkan 2.006 siswa tertular.

- SD: klaster penularan sekitar 2,77 persen atau sebanyak 583 SD. Guru terkonfirmasi positif 3.166 orang dan siswa 6.928 orang.

- SMP: klaster penularan sebesar 3,42 persen atau sebanyak 244 SMP. Guru yang terinfeksi sebanyak 1.482 orang dan 2.201 siswa terinfeksi Covid-19.

- SMA: klaster penularan mencapai 4,55 persen atau sebanyak 109 SMA. Sebanyak 797 guru terinfeksi Covid-19 dan siswa yang dinyatakan positif sebanyak 1.934 orang.

- SMK: tingkat klaster mencapai 3,07 persen atau sebanyak 71 SMK. Sedangkan guru yang terinfeksi Covid-19 605 orang dan siswa 1.590 orang.

- SLB: kemunculan klaster mencapai 3,27 ersen atau sebanyak 13 SLB. 135 guru terkonfirmasi positif dan 112 siswa tertular Covid-19.

2 dari 6 halaman

Nadiem: Adik-Adik Pelajar Lebih Senang PTM Terbatas

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan, para pelajar lebih senang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meskipun masih terbatas. Dia mengaku mendapat fakta itu ketika berkunjung ke SMA Negeri 4 Surakarta, Jawa Tengah.

" Saya tadi tanya adik-adik, ternyata semuanya lebih senang PTM terbatas," ujar Nadiem.

Nadiem mengingatkan, jika ingin PTM terbatas, maka semua harus bisa menjaga diri dan kesehatan, menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah.

" Kalau tidak mau kembali belajar jarak jauh, kita harus sama-sama jaga diri, pakai masker dan jaga jarak selalu," kata Nadiem.

Sepanjang kunjungan, Nadiem tak berhenti mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, dia menyatakan orangtua berperan vital bagi suksesnya PTM terbatas.

" (Orangtua) harus proaktif berkoordinasi dengan sekolah dan mengingatkan anaknya agar selalu disiplik protokol kesehatan," kata dia.

3 dari 6 halaman

Tinjau Persiapan Asessment Nasional

Usai meninjau PTM terbatas di SMAN 4 Surakarta, Nadiem berkunjung ke SMPN 1 Surakarta untuk memeriksa persiapan pelaksanaan asessment nasional.

Dia berpesan agar para guru dan siswa tidak perlu membuat persiapan khsusus. Cukup menjalani asessment seperti kegiatan belajar mengajar biasa.

" Hasilnya dapat menjadi bekal kita dalam melakukan perbaikan bersama," kata Nadiem, dikutip dari Merdeka.com.

4 dari 6 halaman

Nadiem: Semua Sekolah Harus Siap Tatap Muka

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengimbau seluruh sekolah di semua level PPKM agar segera mempersiapkan diri dalam menggelar PTM terbatas.

Menurutnya, persiapan tersebut guna mengantisipasi jika suatu daerah masuk ke PPKM Level 1-3, masih bisa melaksanakan PTM terbatas tanpa harus menunggu lama mempersiapkan diri.

“ Jadi saya selalu bilang, konsepnya sangat jelas semua sekolah harus siap tatap muka mulai hari ini! Maksudnya siap-siap tatap muka. Bahayanya semua daerah di level 4 enggak siap-siap, tiba-tiba dia jadi level 3 lalu dia perlu berminggu-minggu lagi untuk preparasi,” ujar Nadiem dikutip kanal YouTube DPR RI dalam acara Raker bersama Komisi X DPR RI, Rabu 23 Agustus 2021.

5 dari 6 halaman

Kriteria Sekolah Boleh Mengadakan PTM Terbatas

Dalam kesempatan tersebut, Nadiem juga menegaskan vaksinasi bagi guru, tenaga pendidik, serta siswa bukan syarat utama bisa digelarnya PTM terbatas. Seluruh sekolah yang daerhanya menerapkan PPKM Level 1-3 bisa mengadakan PTM terbatas.

" Saya ingin melakukan klarifikasi dan mohon dukungan. Saat ini yang boleh melakukan tatap muka (pembelajaran) adalah semua di PPKM Level 1-3 dan vaksinasi tidak menjadi kriteria atau harus menunggu vaksinasi dulu untuk boleh," ujar Nadiem.

Nadiem menjelaskan bahwa dari sekolah-sekolah yang berada di PPKM Level 1-3 mereka yang “ wajib” atau didorong untuk menyediakan opsi PTM Terbatas bagi siswa adalah bagi guru dan tenaga kependidikannya telah divaksin secara lengkap.

" Jadi yang wajib itu kriterianya kalau guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksin dua kali. Merekalah yang wajib, terutama di kota-kota besar, seperti DKI dan Surabaya,” ujarnya.

 

 

6 dari 6 halaman

Imbauan

Nadiem mememperingatkan bahwa tiap sekolah yang hendak melangsungkan PTM terbatas untuk tidak tergesa-gesa.

Menurutnya, sekolah perlu mempersiapkan diri untuk memenuhi daftar periksa sebagaimana yang tercantum dalam SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Tengah Pandemi Covid-19.

“ Tentunya waktu untuk menyiapkan daftar periksa itu akan makan waktu. Banyak sekolah-sekolah mungkin membutuhkan satu dua minggu untuk memenuhi daftar periksanya dan lain-lain,” katanya.

 

Beri Komentar