7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Seorang Jamaah Calon Haji Melakukan Tes Kesehatan Di Asrama Haji Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/8) (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
Dream - Sebanyak 89 calon jemaah haji asal Indonesia menderita gangguan pikiran ringan atau dementia. Kondisi tersebut ditegaskan oleh Ketua Pusat Kesehatan Haji Muchtaruddin Mansyur.
" Sebanyak 89 orang itu termasuk yang mengalami dementia," kata Muchtaruddin saat dihubungi Dream melalui pesan singkat, Selasa, 6 September 2016.
Selain menderita dementia, 89 jemaah haji asal Indonesia juga ada yang mengidap schizophrenia dan depresi. Umumnya, penyakit tersebut muncul karena faktor usia.
" Penyebab lainnya karena sakit atau wafatnya pasangan atau keluarga dan cultural and enviromental shock," ucap dia.
© Dream
Para jemaah haji yang mengalami gangguan pikiran itu kini dalam perawatan dokter, perawat dan jemaah pendamping. Mereka dipantau oleh tim spesialis kedokteran jiwa yang berjumlah tiga orang.
Jemaah yang mengalami dementia berat nantinya akan terus mendapatkan perawatan intensif. Sebab, jika masih menderita dementia berat syarat sah berhaji calon jemaah tersebut telah gugur.
" Tentu ketika dementia berat tidak dapat pulih, sudah gugur kewajibannya untuk berhaji," kata dia.
© Dream
Menurut informasi dari Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan, terdapat 69 orang calon jemaah haji yang meninggal. 70 persen calon jemaah haji yang meninggal karena penyakit jantung yang diderita.
" Lalu penyebab lain semisal, penyakit pernapasan, kanker, diabetes, dan stroke," ujar dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?