BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Presiden Joko Widodo Divaksin (Instagram @jokowi)
Dream - Vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan Pemerintah Indonesia telah dimulai sejak Rabu, 13 Januari 2021. Vaksinasi untuk menekan penyebaran penularan Covid-19.
Program dimulai dengan suntik vaksin secara langsung oleh Presiden Joko Widodo beserta jajarannya. Selanjutnya diikuti oleh pejabat publik, tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan.
Suntik vaksin ini diharapkan bisa mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Pembentukan kekebalan kelompok ini diharapkan bisa menghentikan pandemi Covid-19.
Vaksinasi yang dilakukan secara bertahap saat ini diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19.
Sementara warga masyarakat lainnya yang belum mendapatkan vaksin, diharapkan tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat agar terhindar dari penularan virus Covid-19.
Masalahnya, perlindungan oleh vaksin ini tidak 100 persen. Namun paling tidak bagi yang sudah divaksin risiko tertular menjadi sangat rendah.
Hal itu diungkapkan oleh Epidemiolog UGM, Bayu Satria, yang dilansir dari situs resmi Universitas Gadjah Mada, 16 Januari 2021.
" Protokol kesehatan tetap perlu karena perlindungan oleh vaksin tidak 100 persen. Namun, paling tidak mereka yang sudah divaksin risikonya sangat rendah untuk terkena covid yang parah," kata Bayu Satria, Kamis, 14 Januari 2021.
Bagi warga masyarakat yang nantinya sudah mendapat suntik vaksin, Bayu menegaskan bahwa tidak sepenuhnya langsung bisa kebal terhadap virus tersebut.
Itu semua karena memerlukan waktu 1-2 minggu hingga imun terbentuk. Apalagi suntik vaksin tersebut dilakukan selama dua kali.
" Setelah mendapat vaksin perlu tetap protokol kesehatan. Vaksin baru memberikan perlindungan paling bagus sekitar 1-2 minggu pasca suntikan kedua.
" Yang pasti kita tetap jaga diri setelah suntik. Sebab, masih tetap bisa terkena jika imun belum terbentuk," ujarnya.
Sayangnya, vaksin Sinovac yang digunakan oleh pemerintah belum memprioritaskan kelompok anak-anak dan lansia di atas umur 59 tahun.
Bayu berpendapat dua kelompok ini nantinya akan mendapat suntikan vaksin ketika data dari hasil uji sudah lengkap.
" Ketika data yang didapatkan sudah lebih detail nantinya akan diberikan juga vaksin untuk lansia dan anak anak. Saat ini masih menunggu data lebih lengkap," ujarnya.
Bayu juga sempat menyinggung soal kritik dari warganet yang meragukan tingkat kemampuan efikasi Sinovac yang dianggap masih rendah dibanding jenis vaksin lainnya.
Menurut Bayu vaksin Sinovac termasuk jenis vaksin yang paling bagus tingkat keamanannya. Karena memberikan perlindungan dua kali lipat atau lebih dari jenis vaksin lainnya.
" Dan ditunjang hasil efikasi sementara di Indonesia (yang mencapai) sekitar 65 persen. Pemilihan vaksin yang paling utama adalah keamanannya, baru efikasi dan Sinovac ini termasuk paling bagus keamanannya," tuturnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
