AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, kasus positif Covid-19 di Jawa-Bali turun hingga 98 persen. Menurut dia, angka kasus harian tersebut lebih rendah dibanding 15 Juli 2021.
" Ini juga tadi kasus konfirmasi Jawa Bali turun hingga 98% dari puncak 15 Juli 2021, jadi lebih rendah lagi," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, sebagaimana ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin 27 September 2021.
" Angka kasus harian 26 September yaitu 864 setara dengan angka 6 Juli 2020 yaitu 864," tambah dia.
Tidak hanya itu, Luhut menyebut tingkat reproduksi kasus efektif Indonesia dan Jawa Bali terus menurun kurang dari 1 persen. Hal tersebut kata dia mengindikasi terkendalinya pandemi Covid-19.
" Tetapi di Pulau Bali masih lebih dari 1. Di Jawa sudah 0,95, Sumatera 0,98 dan di luar Jawa membaik. Jadi angka-angka ini membuat kita tidak boleh berpuas diri tapi justru malah berhati-hati," bebernya.
Dia menambahkan, kasus aktif nasion pun juga ikut turun yakni mencapai 92,6% dari puncak pada 24 Juli 2021. Kasus konfirmasi Jawa-Bali juga turun hingga 98%.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyebut, masih ada satu kabupaten dan kota yang tak turun level dari penerapan PPKM Level 4 per 26 September 2021.
“ Kabupaten kota di level empat (PPKM) itu per 8 agustus ada 132 kabupaten kota, dan per tanggal 26 September ada 1 kabupaten dan kota,” katanya.
Untuk kabupaten dan kota yang ada di PPKM Level 3 dari 215 kabupaten dan kota, turun menjadi 76 kabupetn dan kota. Lalu yang menjalani PPKM Level 2 dari 39 kabupaten dan kotan bertambah jadi 275 kabupaten dan kota.
“ Dan di asesmen level 1 ada 34 kabupaten dan kota,” katanya.
Kendati demikian, penurunan level asesmen ini belum merubah pelaksanaan PPKM Level di wilayah masing-masing. Artinya, penerapan PPKM Level masih mengacu pada penetapan pekan lalu.
Tak hanya itu, evaluasi PPKM Level di tiap daerah akan tetap dilakukan tiap minggunya.
“ Khusus yang diberlakukan level 4 di luar jawa-bali masih akan diberlakukan sampai minggu depan,” tambahnya.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli