Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pilot Lion Air JT610, Bhavye Suneja
Dream - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mendapatkan rekaman percakapan antara pilot Lion Air JT610 dengan petugas AirNav, sebelum pesawat itu jatuh ke perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.
Salah satu isi percakapan adalah permintaan pilot Bhavye Suneja yang meminta izin untuk return to base atau kembali mendarat ke Bandara Soekarno-Hatta. Namun, detail percakapan itu belum bisa disampaikan ke publik.
“ Saat ini belum bisa kami sampaikan karena kami harus cocokkan apa yang terjadi di lapangan dengan apa yang terjadi di rekaman,” Wakil Ketua KNKT, Haryo Satmiko, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 31 Oktober 2018.
Haryo tak menyebut apa saja yang ditemukan dalam rekaman percakapan tersebut. Sebab, masih melakukan verifikasi. KNKT, kata dia, juga masih menunggu analisis black box atau kotak hitam yang merekam data penerbangan Lion Air JT610. Rekaman suara dan data black box harus dicocokkan.
Sementara, penyelidik KNKT, Ony Suryo Wibowo, mengatakan bahwa dalam percakapan tersebut, tidak ada alasan pilot Lion Air meminta kembali mendarat ke Soekarno-Hatta. Dia pun tak menjelaskan dengan detail percakapan sesaat sebelum JT610 hilang kontak.
“ Jadi untuk detail kami belum bisa menyampaikan ke masyarakat, kami akan mencocokkan data dengan yang lain,” kata Ony.(Sah)
Menurut dia, pilot tidak menyebutkan alasan ingin kembali ke Bandara Soekarno-Hatta karena kemungkinan sulit mengendalikan pesawat sambil menelepon. “ Apalagi di kokpit banyak instrumen yang ribet,” kata dia.
Jadi, tambah Ony, biasanya pilot akan menggunakan bahasa yang singkat padat dan jelas. Yang penting, bahasa yang digunakan pilot dipahami oleh petugas air traffic control (ATC).
“ Detailnya pasti enggak akan cerita. Data sudah punya, ada di server, dan dikunci KNKT,” pungkas Ony.
Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin 29 Oktober 2018. Pesawat berisi 189 orang itu terbang dari Bandara Soekarno Hatta ke Tanjungpinang.
Pesawat hilang kontak pada pukul 06.33 WIB. Dirut AirNav Indonesia, Novie Riyanto, membenarkan bahwa pilot meminta kembali (RTB) sebelum hilang kontak.
Dream - Alfiani Hidayatul Solikha, satu dari lima pramugari Pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pernah menuliskan keluh kesahnya dengan pekerjaan yang dijalani.
Curahan hati itu disampaikan Alfiani kepada guru bahasa Inggrisnya semasa SMA, Rindang Wahtu Wijayanti. Menurut Rindang , Alfiani menceritakan keluh kesahnya sehari sebelum dia harus kembali bertugas menjadi awak kabin pesawat Lion Air JT610.
Ya, pada Minggu 28 Oktober 2018 sore hari, Alfi sempat mengirimkan curhat itu melalui percakapan Whatsapp. Dalam tulisannya, Alfi mengatakan tengah lelah bekerja.
Alfi menyadari kalau bekerja tidaklah mudah. Ia harus berpura-pura untuk selalu bahagia meski sedang sedih.
" So tired mom. Now i realize that work is not easy...life is not easy dan happy is not easy..sometime behind smile is sadness (sangat melelahkan ibu. Sekarang aku menyadari bekerja bukanlah gampang..hidup tidaklah mudah dan gembira bukan gampang..terkadang di balik. senyum adalah duka)," tulis Alfi dalam pesan WhatsApp yang ditujukan kepada Rindang.
Mendengar keluh kesah Alfi, Rindang mencoba memberi semangat jika setiap orang memang harus terpaksa tersenyum
" Yeah..sometimes we are forced to smile (ya..terkadang kita dipaksa untuk tersenyum)," balas Rindang
Mendapatkan jawaban itu, Alfiani menuliskan pesan lagi. Kali ini dia mengaku bukan tipe wanita yang suka dengan tekanan.
" Yes mom..actually I need happiness and freedom..i dont like pressure. (ya ibu..sebenarnya aku ingin bahagia dan bebas..aku tidak suka tertekan)," tulis Alfiani.
Curhat Alfi ke Rindang ternyata tak hanya terjadi satu kali. Jauh sebelum pesan whatsapp terakhir itu, Alfi pernah beberapa kali mengeluh kecapekan.
Namun selama itu pula Rindang selalu berusaha memotivasi mantan anak didiknya di SMAN I Dolopo itu.
" Saya terus support. Saya motivasi, teman-teman kamu yang lain saja ingin seperti kamu," kata Rindang.
Seperti diketahui, sehari sesudah percakapan itu pesawat yang ditumpangi Alfiani mengalami kecelakaan.
Kini Alfi sudah tak lelah lagi. Meski takan pernah sampai di tujuan, namun Alfi dan ke 187 penumpang lainnya sudah terbang ke tempat yang lebih tinggi dan indah.
(Planetmerdeka.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya