Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (islamidia.com)
Dream - Ada berbagai macam cara manusia berdoa kepada Allah. Ada yang melafal dengan suara keras, hingga terdengar orang lain. Ada pula yang berdoa dengan suara lirih.
BACA JUGA: Doa menenangkan hati dan pikiran agar segala urusan dipermudah Allah SWT
Meski demikian, ada sebagian umat Islam yang memanjatkan doa di dalam hati. Apakah amalan ini dibolehkan?
Mengutip laman Konsultasi Syariah, pembicaraan hati pada awalnya tidak termasuk amalan yang tercatat dosa atau pahala. Selama tidak dilakukan, apa yang terucap dalam hati dimaafkan oleh Allah SWT.
"Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah memaafkan apa yang terlintas dalam batin umatku selama belum diucapkan atau belum dilakukan." (Muttafaq Alaih).
Khusus untuk berdzikir dalam hati, para ulama menyebut amalan itu berpahala. Pendapat ini kemudian menjadikan dasar pengucapan doa dalam hati tanpa lisan adalah amalan yang dibolehkan.
Hal ini seperti yang dijelaskan Syaikul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu' Al Fatawa.
"Asalnya doa itu muncul dari hati. Adapun ucapan lisan sebagai pengikut hati. Siapa yang menjadikan konsentrasinya saat berdoa pada pembenahan lisan saja, maka akan melemah munajat hatinya. Oleh karena itu, seorang yang berada dalam kondisi genting, berdoa dengan hatinya. Sebuah doa yang membuka pintu kesulitan yang ia alami, yang sebelumnya tidak pernah terbetik dalam benaknya."
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya


Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?
