Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Tata cara sholat telah diatur sejak lama. Dalam keadaan normal, sholat harus dikerjaan dengan berdiri dan memenuhi setiap rukunnya seperti ruku' dan sujud.
Keharusan ini gugur karena alasan tertentu. Di antaranya seperti sakit yang dibolehkan dikerjakan sambil terbaring atau duduk, juga saat dalam perjalanan yang dibolehkan dengan duduk.
Dalam beberapa tahun belakangan, terdapat sejumlah maskapai yang menyediakan mushola di dalam pesawat. Ini memungkinkan penumpang sholat berdiri saat pesawat dalam keadaan tenang.
Tetapi, sholat sambil berdiri dalam pesawat dapat berbahaya. Ini lantaran ada potensi pesawat mengalami turbulensi.
Lantas bagaimana seharusnya sholat di pesawat?
Meski pesawat merupakan hal baru, ketentuan ini sudah dibahas sejak lama. Berada di dalam pesawat dianggap sama dengan keadaan orang yang sedang dalam perjalanan menggunakan kendaraan apapun, termasuk hewan.
Imam An Nawawi dalam kitab Al Majmu' berpendapat, "Sah sholat seseorang yang diangkat di atas kasur, di udara."
Mengenai syarat berdiri merupakan ketentuan yang menjadi rukun sholat. Tetapi, hal ini berlaku pada mereka yang mampu berdiri, seperti dalam hadits diriwayatkan Bukhari dari sahabat 'Imron bin Hushoin, yang terkena penyakit wasir.
"Rasulullah Muhammad SAW bersabda, 'Sholatlah sambil berdiri, jika tidak mampu, silakan sambil duduk. Jika tidak mampu, maka sambil berbaring miring."
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya


Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?
