Cerita Pilu Gadis Cantik Dibakar karena Menolak Cinta Teman

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 26 Agustus 2016 11:02
Cerita Pilu Gadis Cantik Dibakar karena Menolak Cinta Teman
Kisah ini dimulai pada tahun 2011, ketika gadis itu masih berusia 17 tahun. Ternyata di pria anak pejabat.

Dream - Lima tahun setelah wajah dan tubuhnya menderita luka serius akibat dibakar oleh teman sekelas yang cintanya ditolak, gadis cantik bernama Zhou Yan kini sudah menemukan kepercayaan dirinya lagi.

Pada pekan lalu, Zhou mengunggah foto-foto dirinya ke Weibo. Foto-foto tersebut memperlihatkan bekas luka bakar yang menutupi wajah dan tubuhnya. Foto-foto tersebut diselingi dengan puisi yang menyentuh hati.

Zhou menulis bahwa meskipun telah bertahan selama ini, dia masih berharap bisa menggapai masa depan.

Foto-foto tersebut mendapat 45.000 tanda suka (Likes) dan 18.000 komentar. Banyak netizen menulis kekaguman mereka terhadap Zhou atas keberanian, kesabaran dan kecantikannya. Sementara itu, yang lain mengutuk 'bajingan' yang membakar wajah dan tubuh Zhou.

Inilah kisah pilu yang dilalui Zhou..

 

1 dari 2 halaman

Semua Karena Menolak Cinta

Dream - Kisah ini dimulai pada tahun 2011, ketika Zhou masih berusia 17 tahun. Saat itu Zhou disiram dengan bensin dan dibakar oleh teman sekelasnya, Tao Rukun. Alasannya Zhou menolak cinta Tao.

Zhou memang satu kelas dengan Tao di sebuah sekolah di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China. Zhou beberapa kali menolak cinta Tao. Orang tua Zhou bahkan berniat memindahkan putrinya itu ke sekolah lain agar tidak diganggu oleh Tao.

Kesal karena selalu ditolak, satu hari Tao pergi ke rumah gadis cantik itu, menuangkan minyak tanah pada tubuhnya dan membakarnya. Zhou menderita luka bakar tingkat dua dan tiga yang mencakup lebih dari 30 persen dari tubuhnya.

 

2 dari 2 halaman

Ternyata di Penyiram Anak Pejabat

Bersamaan dengan serangan itu, belakangan diketahui bahwa Tao adalah anak pejabat pemerintah. Segera setelah insiden itu, ayah Tao muncul di Weibo dan meminta maaf atas 'luka yang tak dapat diperbaiki' yang disebabkan oleh anaknya, dan karena tidak mendidiknya dengan baik. Ia menambahkan bahwa ia akan melakukan apa pun yang dia bisa untuk membantu memulihkan Zhou.

Namun, laporan segera muncul di Weibo bahwa orang tua Tao awalnya menolak untuk membayar biaya pengobatan Zhou kecuali keluarganya setuju untuk menandatangani dokumen yang membebaskan putranya.

Keluarga Zhou bersikeras membawa kasus pembakaran putri mereka ke pengadilan. Tao dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara pada tahun 2012. Keluarga Zhou awalnya juga meminta kompensasi sebesar 4,67 juta yuan. Namun, pengadilan hanya mengabulkan 1,72 juta yuan dalam sebuah keputusan kontroversial pada Mei 2015.

Keluarga korban percaya bahwa jumlah itu jelas terlalu sedikit, sementara keluarga Tao menganggap itu masih terlalu besar. Masing-masing akhirnya mengajukan banding.

Pada bulan Maret tahun ini, pengadilan memutuskan bahwa kompensasi harus dinaikkan menjadi 1,8 juta yuan. Setelah mengetahui bahwa jumlah kompensasi hanya naik sebesar 80.000 yuan, Zhou pingsan di depan pengadilan.

(Sumber: shanghaiist.com)

Beri Komentar