Dewan Masjid Indonesia Dipercaya Raja Salman Bangun Museum Rasulullah

Reporter : Sugiono
Sabtu, 10 Agustus 2019 11:35
Dewan Masjid Indonesia Dipercaya Raja Salman Bangun Museum Rasulullah
Selain canggih, bentuk dan ukuran isi museum dibuat persis seperti zaman Rasulullah SAW

Dream - Umat Islam di Indonesia sudah seharusnya berbangga. Dewan Masjid Indonesia (DMI) dipercaya Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, untuk membangun Museum Rasulullah di Indonesia.

Kabar menggembirakan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DMI, Syafruddin Kambo, melalui postingan di laman Facebook DMI, pada 6 Agustus 2019, lalu.

" Alhamdulillah, berkat putusan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Ketua Umum DMI Muhammad Jusuf Kalla dan juga saya selaku Wakil Ketua Umum mendapat kepercayaan khusus untuk membangun Museum Rasulullah di Indonesia dalam waktu dekat," kata Syafruddin.

Putusan Raja Salman yang mempercayakan pembangunan Museum Rasulullah kepada Indonesia disertai surat resmi penunjukkan DMI sebagai pelaksana.

Berikut potongan isi surat penunjukkan DMI sebagai pelaksana pembangunan museum dalam Bahasa Arab. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia bernama Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam.

" Yang Mulia Saudaraku
Jenderal Syafruddin Kambo
Menpan RB - Wakil Dewan
Masjid Indonesia.

'...Utusan delegasi _(yang kami utus ke Indonesia)_ telah menyampaikan informasi tentang rencana penandatanganan MoU pendirian Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam, dan perhatian Anda yang sangat besar terhadap museum tersebut juga tentang sambutan Anda yang sangat hangat terhadap mereka.

Karenanya, atas nama Sekjen Liga Dunia Islam, Prof. Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Isa dan atas nama pribadi, menyampaikan ucapan terima kasih dan ucapan selamat atas peran Wakil Presiden dan Anda...'

Ketua Pembina
Dr. Nasir bin Mushfir Alqursy Az-Zahrony."

1 dari 3 halaman

Ini Lokasi Pembangunannya

Mengenai lokasi pembangunan museum, Syafruddin menyebut bahwa sejauh ini ada 2 opsi kuat.

Lokasi pertama pembangunan Museum Rasulullah berada di wilayah Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Sedangkan pilihan lokasi pembangunan Museum Rasulullah yang kedua berada di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menurut Syafruddin, lokasi pertama berdampingan dengan kampus baru Universitas Islam Internasional Indonesia yang ada di Cimanggis, Depok.

" Atau bisa saja di Taman Mini Indonesia Indah, karena itu tempat wisata. Yang sudah pasti dua tempat itu, tinggal mau memilih yang mana," ujar Syafruddin.

2 dari 3 halaman

Berisi Sejarah Perjalanan Hidup Rasulullah SAW

Ketua Yayasan As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy, Abdullah Nasir Al Qarn, menjelaskan tentang apa saja yang akan dipamerkan di dalam museum.

Menurut Abdullah, museum tersebut nantinya akan berisi sejarah perjalanan hidup Rasulullah SAW.

" Jadi isi (museum)-nya sesuatu yang ditonjolkan adalah yang selama ini kita baca tentang sejarah Rasulullah SAW dari bacaan-bacaan," kata Abdullah, seusai mengadakan rapat dengan Syafruddin di Kantor DMI, Jalan Jenggala I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Abdullah mengatakan, berbagai hal yang berkaitan dengan sejarah perjalanan hidup Rasulullah SAW akan ditampilkan baik dalam bentuk visual maupun wujud benda.

3 dari 3 halaman

Dibuat Persis Seperti Zaman Rasulullah SAW

Selain itu, Abdullah menambahkan semua yang ada di masa Rasulullah akan ada di museum tersebut.

" Jadi masyarakat bisa melihat (semuanya). Bentuk dan ukurannya sama persis seperti ketika zaman Rasulullah," ujar Abdullah.

Museum Rasulullah direncanakan menggunakan teknologi canggih dalam menampilkan sejarah perjalanan hidup nabi.

" Penggambaran sejarah Nabi di museum tersebut tidak hanya berupa benda fisik, namun juga bentuk tiga dimensi dan hologram," pungkasnya.

Sumber: Facebook Dewan Masjid Indonesia

Beri Komentar