Cerita Jenazah yang Tertukar di Tuban, Warga Heboh

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 9 Oktober 2019 08:01
Cerita Jenazah yang Tertukar di Tuban, Warga Heboh
Lantas siapa yang dimakamkan?

Dream - Kematian kerap menyimpan duka dan kesedihan. Itu pula yang dirasakan warga Desa Gesikan, Grabagan, Tuban, Jawa Timur, bernama Sunarto.

Sunarto awalnya dikabarkan meninggal kecelakaan dan telah dimakamkan. Kesedihan itu sempat menyelimuti keluarga.

Tapi, tiba-tiba, sesosok pria datang. Dia adalah Sunarto. Kedatangan Sunarto membuat keluarga dan tetangga heboh.

Dilaporkan beritajatim.com, usai kedatangan Sunarto, warga heboh karena menduga terjadi jenazah yang tertukar.

" Sejak tadi malam sudah ramai sekali. Soalnya ada warga yang katanya meninggal dunia karena kecelakaan tapi yang bersangkutan ternyata masih hidup," kata seorang warga.

 

1 dari 7 halaman

Jenazah Sesungguhnya

 Unggahan warga mengenai kedatangan Sunarto

Kabar kematian Sunarto diterima keluarga Senin, 7 Oktober 2019. Sunarto dikabarkan mengalami kecelakaan tunggal saat membawa sepeda motor di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Setelah dikabarkan meninggal dunia, keluarga mengambil jenazah korban kecelakaan itu di Puskesmas Kecamatan Brondong, Lamongan. Jenzah korban kecelakaan tunggal itu kemudian dibawa pulang pihak keluarga Sunarto.

" Jenazah itu datang setelah pukul 12 siang. Dia kemudian dimakamkan sekitar pukul tiga sore," kata modin Desa Gesikan, Abdul Qoyum.

Tapi, pada malam harinya, pukul 20.00 WIB, Sunarto datang ke rumahnya. Ratusan tetangga kaget dengan kedatangan Sunarto yang masih sehat.

Dari situlah, diketahui warga yang dimakamkan bernama Wartim, Warga Dusun Jarum, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban.

2 dari 7 halaman

Namanya Mirip, Jenazah di Bali Tertukar Saat Mau Dikremasi

Dream - Warga Bali akrab dengan tradisi ngaben, atau kreamasi jenazah. Tapi, prosesi sakral itu berubah jadi kehebohan lantaran jenazah di RSUD Mangusada Kapal, Bajar Babakan Kangin, Gulingan, Kabupaten Badung, Bali, tertukar.

Saat prosesi kremasi sudah disiapkan di krematorium, Ceomaria, Denpasar, identitas jenazah baru ketahuan. Warga melihat jasad yang hendak dikremasi bukan anggota keluarganya. 

Mendapati temuan ini, pihak keluarga segera menghubungi rumah sakit yang akhirnya mengantar jenazah yang benar.

Tak disebut siapa nama jenazah yang salah antar tersebut.

Direktur RSUD Mangunsada Kapal, dr I Nyoman Gunarta, membenarkan peristiwa ini. " Ya betul, peristiwanya terjadi pagi tadi (Selasa, 27 Agustus 2019)" kata Nyoman, diakses Liputan6.com, Kamis, 29 Agustus 2019.

3 dari 7 halaman

Bermula Dari

Salah antar jenazah itu berawal dari petugas kamar jenazah yang hanya melihat nama yang tertera di mesin pendingin jenazah. Petugas itu tak membuka dan memperlihatkan wajah jenazah ke pihak keluarga.

Pihak keluarga juga tak melihat jenazah yang dibawanya. Tak dinyana, jenazah tersebut tertukar karena kesamaan nama.

“ Kedua jenazah memang mirip namanya. Tidak perlu saya sebutkan namanya. Tetapi memang ada sedikit kekeliruan dari petugas kami, karena begitu jenazah dikeluarkan dari freezer penutupnya tidak dibuka untuk ditunjukkan kepada pihak keluarga. Keluarga juga tidak mengecek lagi,” kata Gunarta.

Begitu sampai krematorium dan penutup jenazah dibuka, baru diketahui jika jasad tersebut bukan kerabat mereka.

“ Begitu sampai krematorium baru diketahui jika itu bukan jenazah kerabat mereka,” ujar dia.

Gunarta meminta maaf kepada pihak keluarga atas peristiwa ini. Dia mengaku telah membicarakan persoalan ini secara baik-baik dengan pihak keluarga jenazah tertukar.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Dewi Divianta)

4 dari 7 halaman

Sudah Dikremasi, Pria Ini Malah Pulang ke Rumah

Dream - Keluarga Sakorn Sacheewa sangat terkejut ketika pria itu muncul di depan pintu rumahnya. Penyebabnya, mereka mengira Sakorn telah dikremasi tujuh bulan sebelumnya. 

Pria 44 tahun dari provinsi Si Ka Ket, Thailand itu merantau selama dua tahun untuk bekerja di sebuah kapal nelayan. Selama itu, dia memang tidak pernah menghubungi keluarganya.

Saat pulang, dia benar-benar tidak menyangka diperlakukan sebagai sosok hantu. Reaksi keluarganya saat melihat Sakorn berjalan melewati pintu pada tanggal 17 Desember sungguh membuatnya tidak habis pikir.

Mereka bergantian menyentuh untuk memastikan bahwa dia benar-benar nyata. Sakorn baru sadar setelah diberitahu keluarganya bahwa dia dianggap telah meninggal.

 

5 dari 7 halaman

Jenazah dalam Keadaan Bengkak

Kisah unik ini dimulai pada bulan Mei 2017 lalu. Bulan itu, keluarga Sakorn telah dihubungi oleh polisi di Nang Loeng, tempatnya bekerja.

Mereka diberitahu ada seorang pria bernama Sakorn telah meninggal karena gangguan pencernaan. Polisi kemudian meminta mereka untuk mengidentifikasi dan mengambil jenazah pria itu di distrik Phra Nakhon.

Setelah menerima surat kematian, mereka mengambil jenazah tersebut dari Fakultas Kedokteran Universitas Vajira Universitas Navamindradhiraj. Jenazah itu dalam kondisi bengkak sehingga, keluarga sulit untuk mengenalinya.

Tetapi, salah satu sepupu Sakorn, Nakornchai Pimklang, 33 tahun, menyadari gigi jenazah tersebut tidak sesuai dengan milik Sakorn. Dua gigi depan Sakorn hilang.

6 dari 7 halaman

Ada yang Mengenali, Tapi...

Nakornchai mengatakan hal itu kepada seorang pejabat. Sayangnya, informasi tersebut diabaikan dan pejabat yang bersangkutan tetap menginstruksikan keluarganya untuk mengambil jenazah tersebut.

Keluarga Sakorn menurutinya dengan membawa jenazah itu pulang ke Si Ka Ket.Mereka kemudian mengadakan ritual keagamaan selama tiga hari, sebelum mengkremasinya.

Sementara itu, Sakorn sebenarnya masih hidup dan sehat. Dia bekerja di Nang Loeng, seperti yang telah dilakukannya selama dua tahun terakhir.

7 dari 7 halaman

Kartu Identitas Dicuri

Beberapa minggu yang lalu, dia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Sakorn pun kembali ke rumah tanpa tahu apa yang sudah terjadi.

Setelah mendengar kisah kematiannya, Sakorn mengatakan seorang rekan kerjanya dari Myanmar mencuri kartu identitasnya dan menghilang. Dia sudah melaporkan hal itu ke petugas berwenang dan sudah mendapat kartu pengganti dari pemerintah setempat.

Sakorn tidak pernah membayangkan kartu identitasnya dimanfaatkan orang lain.

Yang menjadi perhatian utama Sakorn sekarang adalah statusnya di Biro Administrasi Pendaftaran. Ini karena biro tersebut menyatakan secara resmi menyatakan Sakorn meninggal 7 bulan yang lalu.

Hanya ada satu masalah yang harus dipecahkan polisi sekarang - untuk mengetahui siapa pria yang dikremasi di tempat Sakorn itu. Mereka berharap bisa mengetahuinya dengan menganalisis sisa-sisa tulang dari upacara kremasi.

Sumber: www.odditycentral.com

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan