Mahasiswa Al Azhar Faisal Amir Meninggal? Hoax! Ini Kondisinya

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 25 September 2019 14:02
Mahasiswa Al Azhar Faisal Amir Meninggal? Hoax! Ini Kondisinya
Mudah-mudahan cepat pulih.

Dream - Beredar kabar mahasiswa Al Azhar Indonesia, Faisal Amir meninggal dunia. Dari foto yang beredar tampak kepalanya penuh luka. Kabar itu dipastikan hoax alias palsu. 

Komisioner Komnas HAM, Amiruddin mengatakan, kondisi Faisal saat ini masih dalam penanganan tim dokter Rumah Sakit Pelni, Jakarta.

" Saya sudah lihat langsung tadi, satu tentang Faisal yang banyak beredar di mana-mana katanya meninggal, ternyata tadi saya temui langsung bersama dengan ibunya, saya lihat tadi sudah tertangani dengan baik," ujar Amir di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, Rabu 25 September 2019.

Amir mendoakan agar kondisi Faisal cepat pulih dan bisa kembali melakukan aktivitas seperti sediakala. " Mudah-mudahan cepat pulih," ucap dia.

 Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar

Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar (Foto: Istimewa)

Faisal ditemukan oleh teman-temannya dalam keadaan luka parah di kepala dan bahu. Dia harus menjalani serangkaian operasi terhadap luka yang dideritanya.

Saat ini, Faisal sudah melewati masa kritisnya. " Semalam 01.30 dioperasi. Alhamdulillah masa kritisnya sudah lewat. Tadi pagi juga operasi bahunya. Sekarang lagi istirahat," kata Dekan Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Yusuf Hidayat dikutip dari laman .

1 dari 6 halaman

94 Pendemo DPR Dibekuk, Ada Pembawa Bom Molotov

Dream - Polda Metro Jaya mengamankan puluhan massa pengunjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI, Selasa 24 September 2019 kemarin.

" Kami sudah mengamankan beberapa orang, itu lebih kurang jumlahnya 94 orang," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono di Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

Gatot mengatakan, polisi saat ini masih menyaring apakah mereka benar-benar mahasiswa atau bukan. " Masih dalam proses pemeriksaan, kami akan pilah-pilah dari mana mereka ini," ucap dia.

Dia mengatakan, pendemo yang diamankan itu ada yang membawa bom molotov. " Bawa bom molotov adalah seorang pelajar dan sudah kita amankan di Polres Jakarta Barat," kata dia.

Lebih lanjut, Gatot mengimbau kepada mahasiswa dan semua pihak yang hendak melakukan unjuk rasa sebaiknya memperhatikan aturan yang ada, seperti tidak boleh berunjuk rasa lebih dari pukul 18.00 WIB.

Selain itu, jenderal bintang dua ini meminta pendemo senantiasa menjaga ketertiban dan juga tidak merusak fasilitas umum ketika melakukan unjuk rasa.

" Unras boleh disampaikan, aspirasi boleh tapi saya yakni betul bahwa adik-adik mahasiswa cerdas, lakukan dengan cara-cara cerdas," ujar dia.

2 dari 6 halaman

Buntut Bentrok Demo DPR, Mahasiswa Pendarahan di Otak

Dream - Rumah Sakit Pusat Pertamin (RSPP), Jakarta menerima 90 mahasiswa yang menjadi korban ketika aksi unjuk rasa di DPR RI pada Selasa, 24 September 2019.

Direktur RSPP, dr. Kurniawan Iskandarsyah mengatakan, dari 90 mahasiswa, 3 diantaranya masih menjalani perawatan intensif dan salah satunya masuk ruang ICU.

" Yang kita temui trauma tumpul, yang akibatkan kompresi dari tulang tengkorak daerah parietal kanan, yang sebabkan pendarahan di dalam otak pada selaput sub paranoid," ujar Kurniawan, Rabu, 25 September 2019.

Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat memberikan identitas ketiga korban itu.

" Kami belum bisa beri info nama, kami harus izin keluarga, sementara 3 orang ini laki-laki dengan usia 1 orang 19 tahun dan yang 2 orang 20 tahun," ucap dia.

3 dari 6 halaman

Observasi

Kabid Humas RSPP, Agus W Susetyo mengatakan, korban yang dirawat di ruang ICU saat ini dalam keadaan baik dan stabil.

" Tidak mendapatkan support nafas, support hemodinamik atau tekanan darah, pasien full penuh sadar," kata Agus.

Saat ini, RSPP masih melakukan observasi selama 24 jam ke depan untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Selain itu, korban yang dirawat lainnya mengalami trauma benda tumpul di kepala. Kondisinya pun saat ini dalam keadaan stabil.

" Yang ketiga yang trauma tulang belakang juga baik dengan cosposmentis kesadaran penuh," ujar dia.

Ketiga pasien tersebut saat ini mendapat perawatan penuh oleh dokter syaraf, untuk proses kesembuhannya.

" Untuk yang di ICU ditangani oleh dokter spesialis bedah syaraf dan dokter syaraf, neurologi. Untuk yang luka tulang belakang ditangani oleh ahli ortopedi dan yang satu lagi yang trauma kepala itu ditangani dokter syaraf," kata Agus.

4 dari 6 halaman

Biaya Pengobatan Korban Aksi Demonstrasi Ditanggung Dinkes DKI

Dream - Kabid Humas Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Agus W Susetyo mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung semua biaya pengobatan mahasiswa yang menjadi korban saat unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI.

" Biaya perawatan itu dijamin oleh dinas kesehatan sepenuhnya," ujar Agus di RSPP, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

Agus berujar, pengelola RSPP berfokus pada proses penyembuhan pasien. Total, RSPP menerima 90 mahasiswa dari berbagai daerah, tiga diantaranya saat ini masih dirawat secara intensif dan salah satunya harus mendapat perawatan di ruang ICU.

" Kami dari RSPP hanya berkomitmen untuk memberikan penanganan terbaik kepada ketiga pasien ini," kata dia.

Ketiga pasien itu mengalami luka trauma benturan benda tumpul. Meski demikian, RSPP tidak dapat menjelaskan penyebab luka tersebut secara pasti.

Selain itu, RSPP juga tak bisa mengungkapkan identitas ketiga mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi kemarin. RSPP menegaskan pengungkapkan identitas harus melalui persetujuan dari keluarga.

" Sementara 3 orang ini laki-laki dengan usia 1 orang 19 tahun dan yang 2 orang 20 tahun," kata Direktur RSPP, dr. Kurniawan Iskandarsyah.

5 dari 6 halaman

Aksi Awkarin Bagi-bagikan Makanan untuk Massa Demonstran

Dream - Awkarin mencuri perhatian di tengah-tengah demo mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta. Dara bernama asli Karin Novalinda ini terlihat membagi-bagikan nasi kotak kepada para mahasiswa.

Dalam aksi demo Selasa 24 September 2019 itu, Awkarin terlihat memakai baju hitam lengan panjang. Dia dan timnya menenteng plastik merah. Isinya kotak berisi makanan.

Fotonya tertangkap layar seorang demonstran. " Aku salut sama kamu kak!" tulis seorang warganet.

Melalui Twitter, Awkarin menulis sedang mengantarkan 3.000 nasi kotak buat pendemo. Dia butuh perjuangan untuk menembus mahasiswa yang menyemut di depan gedung dewan.

" Hari ini sepertinya semua kerjaanku harus di-postpone demi mengantarkan untuk mereka yang sudah hebat dan lelah seharian di jalan. Doakan kami!" tulis Awkarin.

6 dari 6 halaman

Pesan untuk Kaum Muda

Awkarin tak hanya berbagi kotak nasi. Di hadapan 4,7 juta pengikutnya di Instagram, Awkarin menyuarakan aksi dan pergerakan kaum muda.

"Agenda hari ini di depan gedung DPR. Jangan sekadar tunda RKUHP, TOLAK DAN BATALKAN RKUHP. JANGAN BATASI RUANG GERAK WANITA," tulis Awkarin di Instagramnya.

Awkarin meminta anggota parlemen menyuarakan aspirasi rakyat. "Mau jadi apa negara ini kalau yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin?" tanya dia.

"Buat yang cuma koar koar aksi demonstrasi tidak merubah keadaan, lalu kita harus bagaimana? Duduk manis dan diam ketika hak hak kita DIPERKOSA NEGARA?" ucap dia.

      View this post on Instagram

Agenda hari ini di depan gedung DPR. Jangan sekedar tunda RKUHP, TOLAK DAN BATALKAN RKUHP. JANGAN BATASI RUANG GERAK WANITA. Tolong representasikan namamu itu wahai pejabat Dewan PERWAKILAN Rakyat. Mau jadi apa negara ini kalau YANG KAYA MAKIN KAYA, YANG MISKIN MAKIN MISKIN? Buat yang cuma koar koar aksi demonstrasi tidak merubah keadaan, lalu kita harus bagaimana? Duduk manis dan diam ketika hak hak kita DIPERKOSA NEGARA?#TOLAKRKUHP #SAVEKPK #SEMUABISAKENA

A post shared by karin novilda @thisisnotkarin (@awkarin) on

Tak berhenti di satu unggahan, Awkarin juga menyindir perlakuan anggota DPR di Twitter miliknya.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie