7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ibu Hamil (Shutterstock.com)
Dream - Puasa Ramadan menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Karena hukumnya itulah puasa ini tidak boleh ditinggalkan dengan alasan yang tidak dibenarkan menurut syariat.
Meski demikian, ada sebagian muslim yang karena kondisinya tidak bisa menjalankan puasa Ramadan. Salah satunya adalah ibu hamil atau menyusui.
Kelompok ini boleh meninggalkan puasa Ramadan apabila khawatir kesehatan dia dan anaknya terganggu. Namun demikian, dia harus menggantinya di hari lain sekaligus membayar fidyah.
Fidyah dalam ilmu fikih merupakan denda yang wajib ditunaikan karena melanggar larangan. Dalam hal ini larangan untuk tidak melaksanakan puasa Ramadan.
Ketika ibu hamil atau menyusui akan membayar fidyah, maka dianjurkan membaca niat ini.

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata 'an ifthori shaumi ramadlana lilkhoufi 'ala waladi 'ali fardla lillahi ta'ala.
Artinya,
" Saya niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadan karena khawatir keselamatan anakku, fardlu karena Allah."
Sumber: NU Online
Dream - Ramadan telah tiba. Bulan tempat kita meraih banyak pahala.
Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan umat Islam di sebagian besar daerah di Indonesia saat Ramadan adalah tadarusan Alquran. Kegiatan ini biasanya dilakukan usai sholat Tarawih, ada pula yang melakukannya usai sholat Subuh.
Membaca Alquran termasuk amalan yang dianjurkan ketika Ramadan. Sebab, amalan ini juga dihitung sebagai ibadah.
Terdapat anjuran mengkhatamkan Alquran hingga beberapa kali sepanjang Ramadan. Ini mengingat Ramadan membawa berkah begitu besar.
Biasanya, umat Islam Indonesia akan membaca Alquran secara bergantian setiap tadarusan. Dengan begitu, Alquran bisa dikhatamkan saat Ramadan.
Usai tadarusan, dianjurkan membaca doa ini. Agar amalan kita semakin berkah.

Allahumma 'allimna ma jahilna wa dzakkirna minhu ma nasina warzuqna tilawatahu ana al laili wa athrafan nahari. Allahumma inna nas-aluka bismikal a'dhomi wa bikullismin huwa laka sammaita bihi nafsaka aw anzaltahu fi kitabika aw a'thoitahu ahadan min kholqika aw ista'tsarta bihi fi 'ilmil ghoibi 'indaka an taj'alal qurana robi'a qulubina wa nura shudurina wa jalaa ahzanina wa humumina. Allahummaj'alhu lana imaman wa rahmah. Wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya,
" Ya Allah, ajarlah kami dari ayat-ayat Alquran apa yang belum kami ketahui, ingatkanlah kami menyangkut kitab suci-Mu apa yang kami lupakan dan anugerahilah kami kemampuan membaca dan menelaahnya pada malam dan siang hari. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dengen nama-Mu yang termulia dan dengan semua nama yang Engkau cantumkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau sampaikan pada salah seorang dari hamba-Mu atau rahasiakan dalam diri-Mu, agar Engkau menjadikan Alquran penyejuk hati kami, cahaya mata kami, penyingkap kesedihan dan keresahan kami. Ya Allah, jadikanlah Alquran sebagai imam kami dan sebagai rahmat pada kami."
Dream - Saat ini kita berada di pengujung Syaban. Dalam beberapa jam lagi, Ramadan akan tiba.
Untuk memastikannya, kita bisa menggunakan metode rukyatul hilal atau melihat bulan baru. Menyaksikan kemunculan hilal sebagai penanda bergantinya bulan.
Hilal dapat disaksikan dengan mata telanjang. Bisa pula dengan menggunakan alat seperti teropong atau kamera pantau.
Melihat hilal butuh ketelitian mata. Karena wujudnya sangat tipis dan hampir tak bisa dilihat dengan mata.
Ketika hilal sudah terlihat, maka Ramadan resmi berlangsung. Setlah itu, dianjurkan membaca doa ini.

Allahumma ahillahu 'alaina bil amni, wal imani, was salami, wal islami, wat tauf?qi li ma tuhibbu wa tardla. Rabbi wa rabbukallahu.
Artinya,
" Ya Allah, jadikanlah ini bulan membawa keamanan, keimanan, keselamatan, ke-Islaman, petunjuk bagi amal yang Kau suka dan restui. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah."
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?