Dai Milenial Sebarkan Islam yang Damai

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 17 Januari 2020 10:00
Dai Milenial Sebarkan Islam yang Damai
Kepala BNPT mengungkapkan apresiasi terhadap program ini.

Dream - Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI) menyelenggarakan program Pelatihan Dai Milenial. Program yang menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kementerian Agama itu bertujuan untuk mengisi ruang wacana keagamaan yang damai.

Ketua FKMTHI, Achmad Sayuti, mengaku punya sumber daya yang dapat dioptimalkan untuk menyebarkan pesan damai agama ke seluruh wilayah, termasuk daerah pelosok. Upaya ini dilakukan agar masyarakat tak hanya mengandalkan YouTube sebagai sarana belajar agama.

“ Karena selama ini hanya mengandalkan YouTube. Kami juga punya peran di masjid-masjid. Sudah saatnya forum ini berkontribusi di masyarakat,” Sayuti, Kamis 16 Januari 2020.

Program tersebut disambut baik, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, M. Nur Kholis Setiawan. Dalam menangglangi terorisme dan radikalisme, kata dia, harus ada perlawanan wacana.

“ Para dai milenial atau teman-teman aktifis ini dapat berperan mengisi ruang wacana di masyarakat. Menjadi penyampai pesan damai agama,” kata Nur Kholis.

1 dari 5 halaman

BNPT dan Kemenag Sambut Baik

 Pertemuan Forum Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia dengan Kemenag dan BNPTPertemuan Forum Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia dengan Kemenag dan BNPT © Kemenag

Pertemuan Forum Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia dengan Kemenag dan BNPT

Nur Kholis mengatakan, Kementerian Agama siap menyukseskan program penanggulangan terorisme dengan melibatkan mahasiswa yang ada di perguruan tinggi keagamaan.

“ Silakan adakan seminar nasional di Jakarta. Nanti kami akan menugaskan Dirjen Pendidikan Islam untuk menugaskan para Rektor agar menugaskan para mahasiswa,” kata Nur Kholis.

Sementara itu, Kepala BNPT Suhardi Alius mengungkapkan apresiasinya atas kesediaan Kemenag untuk bergerak bersama dengan FKMTHI menanggulangi terorisme.

“ Kita senang dengan ada program ini, karena kami punya agen-agen yang dapat diberdayakan di seluruh daerah,” ujar Suhardi.

Suhardi optimis, Indonesia dapat mengikis terorisme dengan keterlibatan seluruh pihak meskipun dengan program-program sederhana.

“ Saya optimis ini (terorisme) bisa kita kikis. Dengan program- program sederhana msialnya dengan mewajibkan upacara,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Wamenag Minta Masyarakat Tegur Pendakwah yang Ajarkan Kebencian

Dream - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi merasa prihatin dengan maraknya penceramah yang berdakwah dengan cara menyebar kebencian dan adu domba.

Untuk itu, Zainut meminta masyarakat bisa menegur penceramah yang berdakwah dengan cara seperti itu.

" Begini, kepada masyarakat untuk berani mengingatkan menegur kepada setiap penceramah yang menebarkan kebencian yang melakukan fitnah adu domba masyarakat," ujar Zainut di DPP PPP, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan, selama ini masyarakat masih bersikap abai dengan apa yang disampaikan penceramah.

" Selama ini masyarakat kesannya permisif kepada penceramah seperti itu," kata dia.

Zainut kembali menegaskan dan meminta masyarakat jangan abai dengan materi ceramah yang disampaikan, sehingga dapat memecah belah persatuan.

" Kalau ada penceramah jelas-jelas menyampaikan ujaran kebencian fitnah adu domba, masyarakat harus berani dengan menegur, jangan dibiarkan," ucap dia.

3 dari 5 halaman

Tujuan Sebenarnya Kemenag Bikin Sertifikasi Pemuka Agama

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) ternyata membuat kebijakan sertifikasi penceramah untuk seluruh agama yang ada di Indonesia. Sebelumnya ramai diberitakan imbauan yang bersifat sukarela ini hanya berlaku untuk para dai atau penceramah agama Islam.

Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan program sertifikasi pemuka agama menyasar tujuan utama yaitu menghilangkan isi ceramah yang disampaikan bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

" Tujuannya agar semua punya kecintaan kepada bangsa yang tinggi, hati-hati dalam angkat topik, karena bisa sebabkan goyah kalau angkat topik salah," ucap Fachrul, di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis 28 November 2019.

Meski begitu, Fachrul tidak mewajibkan aturan tersebut. Sebab, sertifikasi itu tidak akan berdampak apa-apa bagi penceramahan yang belum atau tidak bersertifikat.

Penceramah bersertifikat, kata dia, akan dibekali pengetahuan nasionalisme. Sebab, ada materi mengenai penjelasan wawasan kebangsaan bagi penceramah yang sudah tergabung dalam pelatihan sertifikasi.

" Penceramah bersertifikat semua agama, nggak mengikat, silakan. Kalau mau ikut kita senang, kita tambahkan pengetahuan nasionalisme," kata dia.

4 dari 5 halaman

Sertifikasi Penceramah Dilakukan untuk Semua Agama di Indonesia

Dream - Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi menyatakan program sertifikasi penceramah akan dilakukan pada agama. Namun Fachrul menegaskan jika program bersifat sukarela.

" Saat rapat kabinet lalu, kami rapat untuk menamakannya menjadi penceramah bersertifikat. Tidak wajib. Siapa pun boleh ikut, yang mau tidak ikut, tidak apa-apa," ujar Fachrul, Rabu 27 November 2019.

Fachrul menjelaskan tujuan sertifikasi penceramah adalah untuk menekan penyampaian ajaran agama yang selama ini dinilai tidak tepat. Pesan yang disampaikan dikhawatirkan akan merusak nilai-nilai kebangsaan.

" Memang keaadaan sekarang ini harus dilakukan, terutama tentang nasionalisme, tentang kehati-hatian mengangkat tema-tema ceramah," kata dia.

5 dari 5 halaman

Berlaku untuk Dai Pengisi Ceramah Masjid Pemerintah

Mantan Wakil Panglima TNI itu berujar, di negara demokrasi ini seyogyanya masyarakat mampu menerapkan nilai-nilai moderasi beragama. Sehingga, mampu hidup rukun meski memiliki keyakinan yang berbeda.

" Moderasi beragama ini kita harapan kami berlaku untuk semua agama," ucap dia.

Saat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melakukan pembekalan standarisasi dai. Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI, Masduki Baidlowi mengatakan, dai yang belum memiliki sertifikat tidak dapat melakukan ceramah di masjid milik instansi pemerintah.

" Pemerintah juga akan membuat satu kebijakan, dai-dai yang akan melakukan dakwah khotbah di masjid pemerintahan itu dai-dai yang bersertifikat," ujar Baidlowi.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis