Sidang Gaduh, Pengunjung Teriaki Saksi Ahli Jessica

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 26 September 2016 17:25
Sidang Gaduh, Pengunjung Teriaki Saksi Ahli Jessica
Hakim lantas meminta pengunjung untuk tenang jika tak mau dikeluarkan dari ruang sidang.

Dream - Suasana sidang kasus kopi bersianida kembali memanas. Para pengunjung di sidang yang digelar ke-25 kalinya ini ribut.

Hakim pun bertindak tegas dan meminta pengunjung untuk tenang. Jika tidak bisa tertib, majelis hakim mengancam akan mengeluarkan pengunjung dari ruang sidang.

Peristiwa ini bermula ketika Jaksa Sandy Handika mengkonfirmasi keterangan Ahli Hukum Pidana Dr Mudzakkir. Saksi ahli ini menyatakan barang bukti tidak sah jika tidak ada Berita Acara (BA) Pengambilan, Penyitaan, dan Pembungkusan.

" Jadi semuanya itu tidak sah kalau tidak ada Berita Acara Pembungkusan?" tanya Sandy dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 26 September 2016.

Mudzakkir menjawab barang bukti dinyatakan tidak sah apabila tidak dibuat BA. " Dokumen itu tidak bisa dijadikan alat bukti, kalau misalkan tidak ada BA pembungkusan, hanya yang ada di BA saja, sementara di BAP bisa," jawab Mudzakkir.

 

1 dari 2 halaman

Perdebatan Memanas

Sandy lantas menegaskan keterangan Mudzakkir hingga keduanya terlibat perdebatan. Bahkan Jaksa berulang kali memotong keterangan Mudzakkir.

" Tadi Anda bilang itu bisa membatalkan semuanya," ucap Sandy.

Lantaran keterangannya selalu dipotong, Mudzakkir meminta Majelis Hakim menertibkan perdebatan. " Yang Mulia, saya kira ini omongannya gantian," kata Mudzakkir.

 

2 dari 2 halaman

Teriakan Penonton

Para pengunjung langsung menimpali Mudzakkir dengan teriakan hingga membuat suasana ruang sidang menjadi gaduh. Ketua Majelis Hakim Kisworo segera menenangkan situasi.

Kisworo meminta jaksa dan ahli saling menghargai dan tidak memotong pembicaraan. Kisworo juga mengancam akan mengeluarkan pengunjung jika tidak bisa tertib.

" Penonton agar tertib, nanti saya akan skors untuk mengeluarkan penonton. Lanjutnya, ya agar bergantian supaya tertib," tegas Kisworo.(Sah)

Beri Komentar