Geger Aliran Sesat di Mamuju, Bayar Rp600 Ribu Dijamin Surga

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 14 November 2019 14:01
Geger Aliran Sesat di Mamuju, Bayar Rp600 Ribu Dijamin Surga
Jemaahnya juga mendapat jaminan masuk surga dengan menyetor uang setiap kali pengajian.

Dream - Warga Karampuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat digegerkan kelompok pengajian yang dituding menyebarkan paham sesat.

Pengajian itu dibimbing seorang yang disebut pria yang disebut ustaz berinisial R. R sudah memiliki jemaah sebanyak 70 orang dari berbagai latar belakang.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mamuju, KH Namru Asdar, menerima banyak laporan pengaduan terkait kelompok pengajian dituding sesat ini. Materi ceramah yang disampaikan dalam pengajian dianggap menyimpang dari ajaran Islam.

" Jadi sekelompok orang itu menjanjikan bisa melihat Tuhan asal bayar sejumlah uang, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp700 ribu," ujar Namru, dikutip dari Liputan6.com.

Para pengikut pengajian itu dilarang menyebut Allah saat beribadah. Juga memandang tidak perlu mandi wajib ketika junub.

" Jadi ketika sholat itu dilarang menyebut nama Allah karena dianggap kafir dan musyrik. Tidak perlu juga mandi wajib karena air mani dianggap suci," kata Namru.

 

1 dari 5 halaman

Pengakuan Mantan Jemaah

Salah satu mantan jemaah, YS, membeberkan semua paham yang diajarkan dalam pengajian itu. Menurut dia, para jemaah memiliki beragam profesi mulai dari petani, ibu rumah tangga, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS).

YS mengaku rumahnya pernah dijadikan lokasi pengajian. Dia mengatakan R yang disebut sebagai ustaz berasal dari Bontang, Kalimantan Timur.

" Kajiannya tiga sampai empat kali dalam seminggu, mulai dari pukul 20.00 WITA sampai pukul 02.00 WITA (keesokan harinya)," kata YS.

YS membenarkan setiap jemaah diharuskan membayar sejumlah uang setiap kali ikut kajian kepada R. Para jemaah dijanjikan dapat melihat Tuhan sekaligus jaminan masuk surga dengan uang yang dibayarkan.

" Jemaah bayar Rp600 ribu untuk jaminan masuk surga," kata dia.

 

2 dari 5 halaman

Sholat Cukup Pagi Sore, Hanya Dianggap Olahraga

Selain itu, kata YS, R mengajarkan kepada jemaahnya ibadah sholat hanya dilakukan pagi dan sore hari. Tak hanya itu, dalam pandangan R, sholat hanyalah olahraga.

" Jadi sholat itu dilakukan hanya saat matahari terbit dan terbenam," kata dia.

Menurut YS, R telah menyebarkan ajarannya ke beberapa kabupaten lain di Sulsel.

" Dia juga ada pengikut di Sulsel, kalau tidak salah di Kabupaten Soppeng dan Kota Parepare," ucap dia.

 

3 dari 5 halaman

Dipantau Aparat

Keberadaan pengajian ini telah meresahkan masyarakat. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Syamsuri Halim, mengatakan pihaknya kini terus mengawasi penyebaran pengajian itu. Ini lantaran kelompok pengajian tersebut telah menimbulkan keresahan.

" Kita bekerja sama dengan MUI, polisi, dan kejaksaan terus mengawasi, kami juga telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat dan menjadi wilayah persebaran aliran sesat tersebut," kata dia.

Sementara, Direktur Intelkam Polda Sulbar, Kombes Hery mengatakan pihaknya terus memantau kelompok pengajian tersebut. Juga telah berkoordinasi dengan Kejaksaan dan MUI.

" Sedang diselidiki, kami terus berkomunikasi dengan Tim Pakem dari Kejaksaan dan pihak MUI," kata Hery.

(Sumber: Liputan6.com/Fauzan)

4 dari 5 halaman

Jualan Kartu Surga dan Adakan Pemilihan Malaikat, Puang La'lang Ditangkap Polisi

Dream - Satreskrim Polres Gowa, Sulawesi Selatan, menangkap pria berusia 74 tahun, Puang La'lang. Pemimpin Tarekat Tajul Khalwatiyah Syeikh Yusuf ini diduga menyebarkan ajaran sesat.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, mengatakan, Puang La'lang telah berstatus tersangka dugaan penistaan agama.

Selain penistaan agama, Syech Yusuf juga dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, serta pencucian uang.

Tidak itu saja, pria yang mendaulat diri sebagai Mahaguru ini juga diduga melakukan tidak pidana pencatatan nikah, talak, dan rujuk.

Dalam menyebarkan ajarannya, Puang menjual kartu yang dia sebut sebagai kartu Wipiq atau kartu Surga.

Kartu wipiq atau kartu Surga tersebut berfungsi sebagai kartu keanggotaan bagi para pengikut Tarekat Tajul Khalwatiyah Syeikh Yusuf.

Untuk mendapatkan kartu Surga itu, setiap anggota tarekat wajib membayar uang tunai sebesar Rp10 ribu hingga Rp50 ribu.

Dalam penggerebekan, Polres Gowa menyita barang bukti sebanyak 159 item. Salah satu alat bukti yang cukup menggelikan adalah selembar pemilihan malaikat di Karebosi.

Polres Gowa juga menyita selembar terjemahan Al Fatihah, selembar mantra ilmu kekebalan dan keselamatan, serta buku Ilmu Kaya.

 

5 dari 5 halaman

Zakat Sesuai Berat Tubuh dan Mampu Memperpanjang Usia

Tidak itu saja. Cara Puang La'lang juga memungut zakat cukup unik. Pengikut aliran ini wajib bayar zakat berdasarkan berat badan masing-masing pengikutnya

Dia menetapakan setiap 1 kilogram berat badan disamakan dengan Rp5 ribu.

Puang juga mewajibkan zakat maal (zakat harta) sebesar 2,5 persen dari penghasilan pengikutnya. Dana yang terkumpul itu kemudian dikelola sendiri oleh Puang La'lang

Hal nyeleneh lainnya, Puang mengklaim mampu memperpanjang usia pengikutnya hingga 15 tahun.

Menurut Shinto Silitonga, paham aliran sesat ini telah menyebar ke berbagai kabupaten di Sulsel, bahkan luar negeri.

Selain di Gowa, Tarekat Tajul Khalwatiyah juga menyebar ke Takalar, Pangkep, hingga mancanegara, seperti Malaysia.

" Ajarannya ini hampir seluruh Indonesia hingga mancanegara tepatnya di Malaysia," kata Shinto.

Selain itu, Puang juga menyebarkan ajaran adanya banyak Allah. Dia juga ada kitab selain Alquran yang wajib diimani, yang disebutnya sebagai Kitabullah.

" Kitabullah yang dimaksud adalah kitab yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Syeikh Yusuf di surga yang kemudian ditemukan di peti jenazah Syeikh Yusuf," kata Shinto.

Masih ada lagi, tersangka juga berani memlesetkan Alquran dan menamai ayat-ayat suci itu sesuai keinginannya sendiri. Dia juga menyebut Alquran adalah hasil modifikasi modern.

 

Beri Komentar
Gus Miftah Ungkap Perubahan Besar Deddy Corbuzier