Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Dream - Otoritas Arab Saudi menahan 11 orang pangeran karena menggelar protes menentang kebijakan kerajaan di ibukota Riyadh.
Kantor berita Saudi, SPA dalam keterangannya melaporkan ke-11 pengaeran itu ditangkap usai menggelar aksi demonstrasi di istana al-Hakiem menolak keputusan kerajaan yang menahan pembayaran tagihan fasilitas listrik dan air untuk keluarga kerajaan.
Sebelumnya kabar penangkapan belasan pangeran ini muncul hari Sabtu, 6 Januari 2018 di laman website, Sabq.
Ke-11 pangeran tersebut langsung diangkut ke pusat tahanan dengan fasilitas pengamanan maksimal di selatan Riyadh. Tempat penahanan mereka berbeda dengan lusinan pangeran ternama yang sebelumnya ditahan di sebuah hotel mewah karena dugaan korupsi.
" Mereka ditahan setelah menolak untuk meninggalkan istana dan dibawa ke penjara Al-Ha'ir sebagaia persiapan untuk pengadilan," tulis pernyataan dalam kantor berita resmi Saudi itu.
Sementara seorang pengalaman Joseph Kechichian mengatakan ke-11 pangeran itu ditahan karena mengeluhkan soal subsidi air dan listrik, dan untuk beberapa alasan yang mereka bantah.
" Laporan lain menyebutkan bahwa mereka keponakan dari pangeran yang dihukum pada Oktober 2016 dan mereka datag untuk menanyakan soal kompensasi," ujar Kechichian. " Sangat rumit mengetahui masalahnya. Kamu belum tahu apa yang sebenarnya terjadi."