Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (www.washingtontimes.com)
Dream - Sejumlah restoran di Arab Saudi memasang tanda larangan masuk bagi wanita yang tak didampingi wali laki-laki. Larangan itu pun membuat Masyarakat Nasional untuk Hak Asasi Manusia Saudi (NSHR) bereaksi keras dan menilai aturan itu sangat diskriminatif.
NSHR pun meminta restoran-restoran menurunkan tanda larangan itu. Namun sejumlah restoran dengan tegas menolak desakan tersebut. Sebab, larangan itu dipasang karena para wanita yang datang sendirian banyak mendapat godaan.
“Kami memasang tanda ini karena kami telah melihat banyak sekali insiden godaan terjadi di dalam restoran,” kata manajer salah satu restoran Saudi sebagaimana dikutip Dream dari Saudi Gazette, Senin 24 November 2014.
“Kami hanya akan menurunkan tanda itu jika kami yakin insiden seperti itu tidak terjadi lagi menurut pengalaman kami sebab perilaku seperti itu berdampak negatif untuk bisnis kami.”
Banyak warga Saudi menyoroti tanda ‘no single women’ yang dipasang restoran-restoran di sana. Pengguna media sosial pun heboh, rama-ramai mengecam larangan ini. Mereka menilai larangan itu telah merendahkan martabat wanita Saudi.
Para pengguna media sosial Saudi menyatakan larangan seperti itu pernah ada zaman dahulu. Dan kemudian tak muncul lagi. Sehingga, dengan kemunculan kembali tanda itu, mereka menganggap peradaban Saudi malah berjalan mundur.
Juru Bicara NSHR, Khalid Al Fakhri, mengatakan restoran tak punya hak untuk meminta wanita single untuk membawa wali laki-laki saat ingin makan di luar. “Tanda larangan ini melawan hukum dan merefleksikan pendapat pribadi dari pemilik restoran,” ujar Fakhria. Dia menambahkan, restoran harus punya solusi alternatif jika ada pengunjung yang berperilaku buruk.
Sementara, seorang warga Saudi, Lama Sulaiman, mengatakan restoran dan kafe merupakan tempat rekreasi utama bagi perempuan di negaranya. Sehingga larangan itu sangatlah tidak tepat.
“Jika mereka melarang kami untuk memasuki restoran, ke mana kami harus pergi,” tutur dia. Perempuan ini juga menyerukan boikot untuk restoran yang memasang larangan masuk bagi wanita lajang ini.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari