Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Anda yang hidup di era tahun 90-an mungkin masih ingat dengan kejayaan kios telepon umum berwarna biru. Seiring booming telepon genggam, si kotak biru ini mulai dicampakkan.
Puluhan ribu mungkin ratusan ribu kios telepon umum koin kini menjadi onggokan yang rusak dimakan cuaca.
Warga New York, Amerika Serikat bahkan kini sudah bersiap mengucapkan selamat tinggal pada kios-kios telepon umum di pinggir jalan. Namun perpisahan ini hanya sementara, ide baru keluar menggantikan kios-kios itu.
Lewat program LinkNYC, sejumlah kios telepon umum berbayar disulap menjadi stasiun Wifi berkecepatan gigabyte. Perangkat gratis ini siap melayani masyarakat 24 jam sehari dan 7 hari dalam sepekan.
Mengutip laman theverge.com, Jumat, 21 November 2014, stasiun Wifi ini juga menyediakan akses telepon lokal termasuk nomor telepon darurat.
Tak cukup disitu. LinkNYC menyediakan tempat pengisian batere (charging) handphone, serta layar sentuh yang berisi berbagai informasi layanan kota, arah, dan lainnya.
Meski memberikan layanan gratis, LinkNYC optimistis produknya bisa bisa menguntungkan. Alasannya, LinkNYC menyediakan tempat beriklan di setiap stasiun yang dibangunnya.
Untuk diketahui, lokasi telepon umum yang berganti muka menjadi stasiun Wifi ini biasanya ditempatkan di lokasi strategis. Tak hanya ini, LinkNYC juga menyediakan ruang khusus dari bangunan berbentuk persegi panjang besar yang dibuatnya.
LinkNYC memperkirakan proyek barunya ini mampu menghasilkan pendapatan hingga US$ 500 juta dalam 12 bulan pertama.
Rencananya, bangunan LinkNYC akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun depan dengan target 10 ribu unit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya