Hukum Menggunakan Perabot Emas dan Perak, Halal atau Haram?

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 6 Januari 2016 08:15
Hukum Menggunakan Perabot Emas dan Perak, Halal atau Haram?
Bagaimana sebenarnya hukum menggunakan perabotan yang terbuat dari emas maupun perak itu? Dalam Islam, Rasulullah sudah memberikan petunjuk melalui hadis.

Dream - Beberapa keluarga menyimpan perabot yang terbuat dari emas dan perak. Baik untuk disimpan ataupun digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum menggunakan perabotan yang terbuat dari emas maupun perak itu? Dalam Islam, Rasulullah sudah memberikan petunjuk melalui hadis.

Janganlah kalian minum dari perabot yang terbuat dari emas dan perak, dan janganlah kalian makan pada talam dari emas dan perak.” [HR. Bukhori dan Muslim]

Sebagaimana dikutip Dream dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Jombang, Selasa 5 Januari 2016, hadis itu menunjukkan penggunaan perabot dari emas dan perak haram hukumnya.

Tak hanya untuk makan dan minum, penggunaan perabot emas dan perak haram digunakan untuk keperluan seperti wudu, mandi, dan lainnya. Alasannya, karena diqiyaskan (disamakan) pada makan dan minum.

Perabot dari emas dan perak juga haram digunakan, meskipun benda tersebut tergolong kecil, seperti alat alat celak, wadah celak, tusuk gigi, jarum, ataupun sisir. Hukum menyewakannya pun juga haram.

Bagaimana jika perabot itu tidak digunakan, alias dimiliki untuk disimpan saja? Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

1 dari 4 halaman

Mengapa Islam Larang Pria Pakai Emas?

Dream - Emas merupakan salah satu perhiasan yang banyak disukai kaum hawa. Biasa mereka merasa tampil lebih cantik dan anggun jika menggunakan emas.

Tak cuma wanita, akhir-akhir ini para pria juga ikut ikutan menggunakan perhiasan emas ini. Para pria menggunakan emas kerena ingin tampil layaknya orang kaya.

Namun apakah boleh kaum pria menggunakan emas? Menurut Islam, emas tidak boleh digunakan oleh pria. Namun ada penjelasan ilmiahnya, kenapa emas berbahaya jika dipakai kaum adam. Untuk mengetahui selengkapnya, baca tautan berikut ini.

2 dari 4 halaman

Wahai Wanita, Ketahuilah Hukum Berdandan Menor

Dream - Wanita identik dengan kecantikan. Tidak jarang demi mendapatkan predikat sebagai wanita cantik, mereka merogoh kocek, menghabiskan uang jutaan agar bisa tampil menawan.

Dengan makeup supermahal, mereka berdandan. Berusaha tampil cantik. Bahkan tak jarang para perempuan berdandan untuk memikat hati kaum Adam.

Jika sudah begini, biasanya akan ada rasa bangga untuk memamerkan dandanan mereka kepada orang lain.

Lalu bagaimanakah Islam memandang perbuatan yang demikian? Apakah hukum berdandan menor bagi kaum wanita?

Dalam sebuah hadis Nabu bersabda, “ Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”

Hadis itu diriwayatkan oleh An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad. Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan shahih. Berikut penjelasan lebih lengkapnya. (Ism) 

3 dari 4 halaman

Hukum Mengejek Orang yang Berbuat Dosa

Dream - Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang tidak pernah luput dari perbuatan dosa. Banyak diantara mereka yang melakukan dosa tersebut secara sengaja ataupun tidak.

Namun anehnya, meskipun sama-sama sering berbuat dosa ada saja manusia yang mengejek manusia lainnya karena melakukan perbuatan dosa. Mereka menganggap orang lain lebih buruk dibanding dirinya karena telah melakukan dosa tersebut.

Orang yang demikian ini selalu beranggapan bahwa ia jauh lebih baik sehingga meremehkan orang lain. Lalu bagaimanakah hukum Islam terkait manusia yang mengejek orang lain yang berbuat dosa?

Dalam Islam mengejek orang yang berbuat dosa itu hukumnya adalah tidak diperbolehkan dan justru akan mengakibatkan orang yang melakukan perbuatan tersebut akan mendapatkan dosa.

Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

" Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut." (HR. Tirmidzi)

Sebagai manusia, seharusnya kita tidak boleh merasa diri bisa selamat dari dosa sehingga meremehkan orang lain yang berbuat dosa. Maksud meremehkan di sini adalah ia menyombongkan diri karena tidak melakukan dosa yang demikian. Selengkapnya klik di sini.

4 dari 4 halaman

Bagaimana Hukum Melamar Wanita yang Sudah Dipinang?

Dream - Pernahkah Anda mendengar seorang wanita yang digandrungi banyak pria? Menjadi rebutan para pria. Pastilah dia perempuan yang istimewa.

Biasanya, banyak lelaki yang bertandang ke rumah untuk melamar perempuan idola ini. Para lelaki bersaing untuk mendapatkan sang wanita pujaan. Bahkan terkadang, nekat melamar meski tahu wanita ini sudah dipinang pria lain.

Nah, tentu repot jika sudah begini. Bisa-bisa terjadi pertengkaran di antara para lelaki pelamar itu. Apalagi pria yang sudah meminang terlebih dahulu merasa lamarannya sudah diterima.

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum melamar perempuan yang sudah dipinang orang lain? Nabi pernah bersabda dalam sebuah hadis yang melarang melamar perempuan yang sudah menerima pinangan pria lain.

Bagaimana penjelasan selanjutnya? klik tautan berikut ini.

Beri Komentar