Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Jokowi Saat Membuka KTT Ulama Dan Cendekiawan Muslim Dunia, Selasa (1/5) (Foto: Kemenag)
Dream - Jokowi berharap Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia di Istana Bogor, Jawa Barat, dapat mendorong poros Islam wasathiyah (moderat) dunia.
"Kami mendorong dan berkomitmen lahirnya poros Wasathiyah Islam Dunia, kami yakin dengan wasatiyah Islam kita menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama rahmatin lil alamin," kata Jokowi, dikutip Dream dari laman Setkab, Rabu 2 Mei 2018.
Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu mengatakan, sebagai agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta, Islam harus menjadi teladan dalam mengembangkan perdamaian dan persatuan.
"Kita harus menjadi pemimpin dalam membangun perdamaian dunia sekaligus kita harus menjadi bangsa yang maju yang menjadi motor penggerak kemajuan dunia," ujar Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu merasa bangga karena semangat moderasi di dunia Islam semakin menguat. Dia pun bercerita mengenai pengalamannya mengembangkan toleransi di Indonesia.
“Kita berbagi pengalaman dalam syura dalam mengembangkan musyawarah. Agar kita berbagi pengalaman dalam tawassut dalam mengambil jalan tengah. Agar kita berbagi pengalaman dalam qudwatiyah dalam menjadi pelopor bagi kemaslahatan umat manusia,” ucap Jokowi.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Din Syamsuddin, mengatakan, pembahasan mengenai Islam wasatiyah penting karena adanya gejala sebagian umat Islam dunia yang sudah meninggalkan Islam wasathiyah.
"Pertama, karena itu ajaran sentral Islam, dinyatakan tegas dalam Alquran. Tentu ada alasan realistik, karena ada gejala sebagin umat Islam yang meninggalkan wasathiyah Islam ini. Karena ada gejala semacam itu, maka perlu revitalisasi, sekaligus tawarkan pada dunia," ujar Din.
Diwartakan kemenag.go.id, Din menuturkan, Islam wasathiyah tidak bisa hanya disimpulkan dengan satu atau dua kata. Islam wasatiyah berarti Islam jalan tengah. Merujuk hasil Munas MUI 2015, setidaknya ada 10 prinsip Islam wasathiyah yang disampaikan pada umat.
Dalam kasus di tingkat nasional, Din mengatakan KTT Ulama dan Cendekiawan Muslim ini berusaha merevitalisasi Islam wasatiyah yang ada dalam kitab suci Alquran. "Di Indonesia, ada semacam deviasi, distorsi oleh segelintir orang tapi kemudian juga sudah mendarah mendaging. Ini yang harus segera dimantapkan. Maka lebih kepada revitalisasi wasathiyah Islam," ucap Din.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
