Ingin Berhaji Lagi? Baca Aturan Baru Ini

Reporter : Eko Huda S
Senin, 1 Juni 2015 10:01
Ingin Berhaji Lagi? Baca Aturan Baru Ini
Untuk memperpendek masa antrean, Kementerian Agama mengeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler.

Dream - Antusiasme masyarakat muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi. Lihat saja, antrean (waiting list) para pendaftar sudah mencapai belasan bahkan puluhan tahun.

Berdasar data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, antrean jamaah haji terlama mencapai 28 tahun (2043), yaitu di Kabupaten Wajo. Sedangkan antrean tersingkat hanya 5 tahun (2020), yaitu di Kabupaten Seluma dan Kaur.

Kondisi itu diperparah dengan pemotongan 20 persen kuota haji akibat proyek perluasan Masjidil Haram. Kebijakan pemotongan kuota oleh pemerintah Arab Saudi itu semakin memperpanjang daftar antrean.

Untuk memperpendek masa antrean, Kementerian Agama mengeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. Menurut aturan baru ini, pengisian kuota haji benar-benar diprioritaskan untuk jamaah yang belum pernah berhaji.

Lantas bagaimana dengan jamaah yang sudah pernah berhaji dan ingin kembali menunaikan rukun Islam ke lima itu? Menurut Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, orang yang sudah berhaji dan ingin mendaftar lagi, baru diberi kesempatan paling cepat sepuluh tahun kemudian.

" Mulai sekarang akan diberlakukan bagi setiap calon jamaah yang mendaftar tahun ini dan sudah berhaji, maka paling cepat bisa berhaji (lagi) sepuluh tahun kemudian," kata lukman sebagaimana dikutip Dream dari laman Kementerian Agama, Minggu 31 Mei 2015.

" Kebijakan ini dalam rangka untuk mempriotitaskan bagi yang belum berhaji. Tapi tidak menutup pintu sama sekali bagi yang sudah. Karena diberi peluang setelah sepuluh tahun," tambah dia.

Namun demikian, pembatasan mendaftar setelah sepuluh tahun itu, tidak berlaku bagi pembimbing ibadah. Ketentuan tentang hal ini, akan diatur lebih lanjut oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. 

Beri Komentar
Perjuangan Ria Irawan, Pantang Menyerah Lawan Kanker