Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© Pexels.com/Anna Pou
DREAM.CO.ID - Secangkir teh hijau mungkin bukan sekadar minuman untuk menemani pagi atau sore. Bagi orang yang memiliki kadar trigliserida tinggi, jenis teh ini disebut berpotensi membantu menjaga kadar lemak dalam darah tetap sehat. Namun, manfaat tersebut masih didukung bukti yang beragam dan tidak berarti teh hijau dapat menggantikan perubahan pola makan maupun gaya hidup.
Dilansir dari Health.com, ahli diet Jillian Kubala menjelaskan bahwa beberapa penelitian menunjukkan teh hijau dapat membantu menurunkan kadar trigliserida pada kelompok tertentu. Trigliserida sendiri merupakan jenis lemak yang paling umum ditemukan di dalam tubuh. Zat ini berfungsi menyimpan kelebihan energi, menyediakan energi bagi tubuh, serta membantu mengangkut asam lemak dalam darah.
Masalah muncul ketika kadarnya terlalu tinggi. Trigliserida tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sejumlah faktor dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar trigliserida, mulai dari asupan kalori berlebihan, konsumsi karbohidrat olahan dan gula tambahan dalam jumlah besar, kadar lemak tubuh yang tinggi, konsumsi alkohol berlebihan, kondisi kesehatan tertentu seperti hipotiroidisme, faktor genetik, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.
Teh hijau menjadi perhatian karena mengandung katekin dalam jumlah tinggi, termasuk epigallocatechin gallate atau EGCG. Senyawa ini memiliki efek perlindungan terhadap sel dan sifat antiinflamasi.
Sejumlah penelitian menemukan kemungkinan manfaat terhadap kadar trigliserida. Tinjauan penelitian pada 2023, misalnya, menemukan bahwa suplemen teh hijau efektif menurunkan kadar trigliserida pada perempuan dengan berat badan berlebih yang memiliki kadar trigliserida tinggi, yakni di atas 150 mg/dL. Tinjauan lain pada 2020 juga menemukan bahwa ekstrak teh hijau dalam dosis lebih dari 800 miligram per hari selama lebih dari delapan minggu secara signifikan menurunkan kadar trigliserida pada orang dengan diabetes tipe 2.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Sebagian besar penelitian yang menemukan manfaat tersebut menggunakan suplemen atau ekstrak teh hijau dalam dosis tinggi, bukan sekadar beberapa cangkir teh hijau yang diminum sehari-hari. Karena itu, bukti mengenai efektivitas teh hijau biasa untuk menurunkan trigliserida masih beragam.
Meski demikian, pola makan yang kaya dengan teh hijau dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik, termasuk perbaikan kadar kolesterol dan tekanan darah. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung secara keseluruhan.
Bagi orang yang ingin menurunkan trigliserida, perubahan pola makan dan gaya hidup tetap menjadi langkah utama. Beberapa kebiasaan yang direkomendasikan adalah meningkatkan konsumsi serat, mengurangi gula tambahan, membatasi karbohidrat olahan, mengurangi konsumsi alkohol, menurunkan kelebihan lemak tubuh, berolahraga secara teratur, serta mengelola kadar gula darah.
Teh hijau dapat menjadi bagian dari pola tersebut, terutama jika diminum tanpa tambahan gula. Sebaliknya, teh hijau yang diberi banyak gula justru kurang sesuai bagi orang yang sedang berusaha menurunkan trigliserida karena konsumsi gula tambahan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar trigliserida.
Teh hijau dalam jumlah normal, sekitar beberapa cangkir sehari, umumnya dianggap aman. Namun, minuman ini tetap mengandung kafein. Secangkir teh hijau seduh mengandung sekitar 29,4 miligram kafein, lebih rendah dibandingkan kopi seduh.
Orang yang memiliki kondisi tertentu yang sensitif terhadap kafein, seperti gangguan irama jantung, atau sedang mengonsumsi obat-obatan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi teh hijau dalam jumlah besar maupun menggunakan suplemen ekstrak teh hijau.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya