Penampakan Terowongan Masjid Istiqlal-Gereja Katedral Bikin Penasaran

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 30 Mei 2021 19:08
Penampakan Terowongan Masjid Istiqlal-Gereja Katedral Bikin Penasaran
Terowongan ini ditargetkan selesai pada bulan depan.

Dream – Pemerintah sedang membangun terowongan penghubung Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. Akun Instagram @lambe_turah, mengunggah foto terowongan tersebut Minggu 30 Mei 2021.

Tampak terowongan megah yang menghubungkan dua tempat ibadah. Dilapisi keramik abu-abu dan ada penerangan dari lampu LED yang memanjang.

Tak hanya itu, lukisan bernuansa toleransi juga ditempel di dinding terowongan. Salah satunya menunjukkan kerukunan antarumat beragama.

“ Terowongan bawah tanah yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta sudah selesai lhooo,” tulis @lambe_turah.

Penampakan terowongan penghubung Masjid Istiqlal-Gereja Katedral.© Akun Instagram @lambe_turah

1 dari 6 halaman

Untuk Penyeberangan

Sekadar informasi, proyek terowongan ini dimulai sejak 15 Desember 2020 dan ditargetkan rampung pada 13 Juni 2021. Pemerintah membangun terowongan ini sebagai jembatan penyeberangan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral.

Terowongan ini merupakan proyek yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Terowongan yang bernama Terowongan Silaturahmi ini punya panjang 33,8 meter, tinggi 3 meter, dan lebar 4,5 meter.

2 dari 6 halaman

Harapan Warganet

Warganet berharap terowongan ini bisa membawa sisi positif dan memperkuat toleransi antarumat beragama. Mereka juga berharap terowongan ini tidak disalahgunakan.

“ Masya Allah,” tulis @puttrhmaaa_.

“ Semoga dengan adanya terowongan bisa membawa sisi positif, toleransi semakin kuat, dan nggak ada yang merusak/menyalagunakan,” tulis @ayushopii.

“ Secara simbolik terowongan ini sangatlah bagus. Jangan berhenti pada tahap simbolik. Ayooo kita galakkan lagi toleransi dan saling menghargai demi Indonesia satu,” tulis @hendra_1972.

3 dari 6 halaman

Viral Gus Miftah di Gereja, Video Lawas UAS & UAH Soal Rumah Ibadah Lain Beredar

Dream - Keputusan Gus Miftah untuk hadir dan membawakan orasi saat peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Jakarta masih memicu perdebatan di masyarakat. Salah satunya muncul dari akun Youtube Ustadz Lover yang menukil pendapat dari dua dai ternama. 

Tukilan video yang berasal dari rekaman lama tersebut digunakan si pemilik akun untuk menjelaskan padangan Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH) soal hukum seorang muslim mendatangi rumah ibadah agama lain.

Semenjak jadi perbincangan, kabar tentang Miftah Maulana Ibrahim atau Gus Miftah hadir di peresmian GBI bahkan memberikan orasi menjadi viral setelah diunggahnya di akun Instagram.  

Gus Miftah tak lupa mengklarifikasi soal tuduhan segelintir netizen yang menuduhnya telah kafir karena keputusannya hadir di tempat ibadah tersebut. Ada pula yang beranggapan Gus Miftah telah keluar dari Islam karena mencampuradukkan ajaran agama.

Mengenai hal itu, pengelola akun Ustaz Lover tersebut memuat video lama ceramah Ustaz Abdul Somad yang pernah menjelaskan hukum seorang muslim masuk ke tempat ibadah agama lain.

“ Haram hukumnya masuk ke rumah Ibadah orang lain. Haram! Karena Nabi tak mau masuk ke dalam tempat Ibadah, jika di dalam itu ada patung berhala,” kata Ustad Abdul Somad dalam video yang diunggah akun Ustadz Lovers pada Senin, 3 Mei 2021 lalu.

 

 

4 dari 6 halaman

Banyak Muslim Kebablasan

Lebih lanjut dalam ceramahnya tersebut, UAS mengatakan para penganut mahzab Syafi'i menetapkan hukum haram masuk ke dalam rumah ibadah agama lain yang ada patung berhalanya.

“ Maka dalam Islam, mazhab Syafiih mengharamkan masuk ke dalam rumah Ibadah yang di dalamnya ada berhala,” jelas UAS dalam ceramah yang juga banyak diunggah akun Youtube lain pada 2019 lalu.

UAS juga menyebutkan bahwa agama Islam telah sempurna. Tidak perlu diajarkan lagi bagaimana berhubungan dan berinteraksi sosial dengan agama lain. Bahkan menurutnya, banyak orang yang salah memaknai arti toleransi beragama.

“ Tapi kalau masalah Ibadah, ritual, tak ada tawar menawar: bagimu agama mu, bagiku agamaku. Ini sekarang banyak yang kebablasan, mana toleransi, mana telur asin. Jangan karena tolerensi mengorbankan akidah,” papar UAS.

5 dari 6 halaman

Klarifikasi Gus Miftah

Setelah videonya viral, Gus Miftah kemudian membuat klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa videonya itu bukan dalam rangka ikut rituan peribadatan, melainkan menghadiri undangan untuk memberikan pidato kebangsaan dalam rangka peresmian GBI.

Di saat yang sama hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sekjen PBNU Gus Helmi.

“ Saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Jakarta, Mas Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmi, dan beberapa tokoh agama lainya. Dan itu atas undangan mereka, acara yang mereka berikan ke saya pun, judulnya orasi kebangsaan dalam peresmian GBI. Bukan dalam rangka peribadatan, dicatat dalam rangka peresmian bukan dalam rangka peribadatan,” kata Gus Miftah, dikutip dalam kanal YouTube yang sama.

6 dari 6 halaman

Bandingkan Dakwah Zaman Dahulu dan Sekarang

Gus Miftah mengakui dihujat habis-habisan oleh publik. Namun dirinya tidak menanggapi dan tetap bersyukur.

“ Saya dihujat banyak netizen dengan mengatakan Miftah sesat, Miftah kafir, syahadatnya batal dan lain sebagainya. Gus Miftah marah? Enggak, saya bersyukur, alhamdulillah,” lanjutnya.

“ Saya kemudian berpikir, orang seperti saya yang kebetulan dikasih Allah, jadi orang yang mampu membimbing sekian ratus orang untuk bersyahadat untuk jadi mualaf, hanya gara-gara video tersebut saya dikatakan kafir,” bebernya.

“ Luar biasa, itulah dakwah zaman sekarang. Kalau dakwah zaman dulu tugasnya meng-Islamkan orang kafir, dakwah hari ini mengkafir-kafirkan orang Islam,” ujarnya.

Beri Komentar