Ini yang Akan Dilakukan JK Setelah Tak Jadi Wapres

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 12 Agustus 2019 18:00
Ini yang Akan Dilakukan JK Setelah Tak Jadi Wapres
JK mengaku akan lebih banyak berada di Makassar usai tak jadi wapres

Dream - Jusuf Kalla akan fokus bekerja menangani masalah sosial setelah tak lagi menjabat sebagai wakil presiden. Posisi pria yang karib disapa JK ini akan diganti oleh Ma'ruf Amin pada Oktober 2019.

" Banyak wartawan tanya usai debat Pilpres kemarin, saya diwawancarai, 'Setelah bapak berganti jadi Wapres mau berkegiatan apa?' Saya selalu jawab dengan sederhana mau kembali aktif sosial, pendidikan, dan keagamaan," ujar JK dikutip dari Liputan6.com, Senin 12 Agustus 2019.

Saat ini, selain menjadi wapres, JK juga menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), dan beberapa jabatan lainya.

Setelah tak menjabat sebagai wapres, JK mengaku akan lebih banyak berada di Makassar ketimbang Jakarta. " Tentu setidaknya bolak-balik mengurusi itu," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com)

1 dari 5 halaman

JK: Tingkatkan Fasilitas Masjid, Itu Cara Kita Beramal

Dream - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, meminta para pengurusnya tidak hanya mempercantik bangunan fisik masjid. Dia mendorong para pengurus organisasinya meningkatkan ibadah sekaligus melengkapi fasilitas masjid.

 " Meningkatkan ibadah fardu dan memperbaiki fasilitas masjid, sound system, meningkatkan mutu da'i. Itulah cara kita beramal," ujar Jusuf Kalla saat Halal Bihalal DMI di Jakarta, Rabu 17 Juli 2019.

Saat ini, kata pria yang beken dengan panggilan JK itu, DMI sudah lima tahun membuat program perbaikan fasilitas sistem pengeras suara untuk masjid dengan menyediakan 120 mobil operasi dan 500 teknisi. Namun, program itu baru berjalan sepuluh persen. " Nanti kita tambah lagi 100 mobil operasi," ucap dia.

Menurut JK, program perbaikan sistem pengeras suara sangat penting karena 80 persen ibadah masyarakat lebih banyak mendengar dibanding sholatnya. " Misalnya kalau sholat Jumat, mulai mendengar pengumuman kotak amal, pengumuman siapa khotib, ceramah khotib. Hanya 20 persen solatnya, saya hitung-hitung," ujar dia.

Maka dari itu, tambah wakil presiden itu, fasilitas sistem pengeras suara yang nyaman didengar di masjid sangat penting. " Begitu sound system salah (rusak), maka 80 persen hilang," kata dia.

2 dari 5 halaman

Raja Salman Beri Hormat ke JK karena Urus 800 Ribu Masjid

Dream - Jusuf Kalla menceritakan perbincangannya dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, tentang masjid di Indonesia. Ketua Dewan Masjid Indonesia ini mengawali pembicaraan itu dengan berterima kasih kepada Raja Salman karena telah menjaga dua masjid suci, Masjidil Haram dan Nabawi.

" Saya ingin ulangi pembicaraan saya dengan Raja Salman, saya bilang, 'Yang Mulia saya terima kasih melayani Masjid Hadimul Haramain," kata Jusuf Kalla dalam Halal Bihalal Dewan Masjid Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu 17 Juli 2019.

Dalam pembicaraan tersebut, Wakil Presiden yang beken dengan panggilan JK juga menyebutkan jumlah masjid di Indonesia dengan jumlah 800 ribu. Dia mengatakan, " Saya ingin sampaikan Yang Mulia, masjid di Indonesia ada sekitar 800 ribu, hampir ada satu juta masjid dan saya ketuanya."

Mendengar pengakuan itu, kata JK, Raja Salman seolah tidak percaya. Sang Raja bahkan mengonfirmasi ulang keterangan itu kepada sang penerjemah dan Duta Besar Arab Saudi di Indonesia.

" Dia tanya kepada interpreter, yang dikatakan masjid itu delapan ribu atau 800 ribu, dikatakan 800 ribu, tanya ke Dubesnya benar enggak. Baru dia hormat sama saya," ucap JK sambil tertawa.

Dalam kesempatan itu, JK mengajak seluruh umat Islam untuk senantiasa menjaga fasilitas dan kebersihan masjid.

Acara halal bihalal tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya wakil presiden terpilih periode 2019-2024, KH Ma'ruf Amin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiyai Said Aqil Siradj, dan beberapa tokoh lain.

3 dari 5 halaman

Bersih-bersih 2.000 Masjid, Dewan Masjid Pecahkan Rekor MURI

Dream - Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama Unilever kembali menggelar program bersih-bersih 2.000 masjid. Program ini dilakukan serentak di 13 kota di Pulau Jawa, pada Minggu 28 April 2019.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bidang Sosial Kemanusiaan dan Kesejahteraan Umat, Andy Mappaganry, mengatakan ini kali ketiga DMI dan Unilever menggelar bersih-bersih masjid.

" Tahun 2017, bersih-bersih 1.001 masjid, tahun 2018 bersih-bersih 2.000 masjid," ujar Andy di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa 30 April 2019.

Andy mengatakan program tahun ini sama dengan 2018. Bedanya, program tahun ini dilaksanakan secara serentak di satu waktu dan melibatkan 100 ribu relawan.

Program ini pun memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Sebab, belum pernah ada program bersih-bersih masjid yang dijalankan secara serentak di seluruh Indonesia.

Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla (JK) mengaku kegiatan ini diharapkan dapat menunjang ibadah selama bulan Ramadan. Jemaah bisa lebih nyaman beribadah di masjid yang bersih.

" Kita butuh seluruh masjidnya bersih," kata JK.

Governance & Corporate Affairs Directors, Corporate Secretary PT Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso, mengatakan pihaknya memberikan pelatihan kebersihan kepada para marbot masjid. Selain itu, Unilever juga menyumbangkan sejumlah peralatan kebersihan.

" Melalui rangkaian produk kami, kami memiliki kegiatan untuk memberikan momen Ramadan sebagai momen yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia," ucap Sancoyo. (ism)

4 dari 5 halaman

Kasus Ibu Bawa Anjing ke Masjid, Ini Imbauan Dewan Masjid

Dream - Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komjen (Purn) Syafruddin, mengimbau seluruh masyarakat Indonesia khususnya umat Islam untuk bersabar dalam menyikapi kasus wanita pembawa anjing ke dalam masjid. 

SM merupakan wanita yang terekam kamera membawa anjing masuk ke Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.

" Memang umat Islam sepanjang sejarah peradaban Islam, selalu mendapat tantangan dan pujian sekaligus cobaan yang besar," kata Syafruddin di kantor DMI Pusat, Jakarta, Senin 1 Juli 2019.

Untuk itu, Syafruddin yang juga Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini mengimbau, semua ormas Islam bersama menenangkan suasana dan tidak mengambil sikap berlebihan.

Dia juga meminta agar kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

5 dari 5 halaman

Polisi Transparans

Syafruddin juga meminta kasus yang mendera SM untuk ditangani secara transparans. 

" (DMI) menginginkan pihak-pihak yang menangani baik itu aparat penegak hukum maupun MUI di Kabupaten Bogor agar ditangani secara transparans, terbuka, tidak ada yang ditutupi," ujar mantan Wakapolri ini. 

Selain itu, dia juga meminta polisi memberikan akses kepada media untuk meliput kasus tersebut.

" Siapapun yang tanyakan jawab dan berikan buktinya, jangan hanya kata-kata," kata dia.

Syafruddin mengaku sudah menghubungi langsung Kapolres Bogor. Dia ingin menanyakan perihal penanganan kasus ini.

" Namun, pemeriksaan belum bisa dilanjutkan karena dalam kondisi labil, saat ini sedang dikonseling di rumah sakit Polri Kramat Jati," ucap ini. (ism)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone