Innalillahi, Bayi Meninggal di Pesawat Usai Dibacakan Doa

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 23 April 2019 07:02
Innalillahi, Bayi Meninggal di Pesawat Usai Dibacakan Doa
Bayi itu mengalami kesulitan bernapas.

Dream - Seorang wanita asal Perth, Australia, Nadia Parenzee, menjadi saksi meninggalnya seorang bayi di gendongannya sendiri. Hal itu terjadi ketika dia dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Perth pagi ini.

Dikutip dari ABC News, Nadia menumpang pesawat AirAsia kode penerbangan D7236. Ketika dalam penerbangan, dia melihat satu keluarga asal Arab Saudi terlihat stres dengan seorang bayi yang terus menangis.

Nadia lalu menawarkan bantuan untuk menenangkan bayi tersebut. Sebelumnya, dia sempat berpikir bayi itu lapar.

" Saya bisa lihat mereka sedikit tertekan, bayinya menangis terus. Tapi lalu saya lihat pramugari memberikan botol kepada si bayi, jadi saya pikir, 'OK, mungkin hanya karena lapar'," kata dia.

Nadia kembali duduk di kursinya dan mulai tertidur. Sepuluh menit kemudian, ada yang menepuk bahunya, yang tidak lain adalah pramugari dan ibu si bayi itu.

" Saya bisa melihat ekspresi wajah orangtua. Mereka hanya menyerahkan bayinya kepada saya," kata dia. 

1 dari 2 halaman

Situasi Genting, Orangtua Bayi Panik

Kondisi bayi itu sangat memprihatinkan. Menurut Nadia, bayi itu sudah terlihat berwarna abu-abu, tanda kesulitan bernapas.

Nadia segera menyatakan bayi berusia 2 bulan bernama Farah itu dalam keadaan darurat medis. Dia pun berusaha memberikan bantuan resusitasi (pemberian napas bantuan) dan meminta pramugari untuk melakukan panggilan medis.

" Saya berteriak, 'kami butuh dokter, kami butuh dokter', dan sekitar 20 orang berdatangan," ucap Nadia.

Sebagian dokter segera melakukan tindakan CPR. Sementara lainnya mencari kotak P3K di pesawat untuk alat penanganan.

Nadia menyatakan situasi yang terjadi sungguh kacau. Ditambah, orangtua si bayi tidak sadar akan perubahan di fisik buah hati mereka secara ekstrem.

" Saya pikir di titik ini, orangtua sudah menyadari ada kesalahan fatal pada kondisi si bayi," ucap dia.

" Saya tahu (kondisi kritis si bayi) ketika melihat pupilnya dan mereka mencoba uji cahaya ke mata si bayi," lanjut Nadia.

2 dari 2 halaman

Minta Pendaratan Darurat, Tapi...

15 menit kemudian, Nadia berusaha berbicara dengan pilot agar melakukan pendaratan darurat. Sayangnya, pilot mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan.

" Pilot mengatakan, 'Anda tahu, kita bisa mendarat di Jakarta, tentu itu akan butuh banyak waktu untuk perizinan. Kita hanya 2,5 jam dari Perth'," ucap Nadia menirukan perkataan pilot.

" Saya bilang, 'Ya sudah, lanjut ke Perth saja jika bisa segera dapat bantuan medis'," terang Nadia melanjutkan.

Dokter berusaha menyadarkan bayi itu selama dua jam. Tetapi, ketika pesawat sudah mendarat di Perth, si bayi belum juga siuman.

Akhirnya, Nadia memeluk bayi itu lalu membaca Surat Al Fatihah. Sejenak kemudian, bayi itu menghembuskan napas terakhir dalam dekapan tangan Nadia. (ism)

Beri Komentar