Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) diduga tengah mengincar negara-negara kawasan Eropa sebagai target serangan. Hal terungkap dalam laporan direktur lembaga penegakan hukum Uni Eropa (UE) pada Senin lalu.
Dugaan ini didasarkan pada hasil diskusi antarbadan keamanan dari negara-negara anggota UE, yang telah berlangsung selama delapan minggu. Hasil itu tertuang dalam laporan publik sebanyak delapan halaman, yang menyebut serangan akan terjadi dalam waktu cukup lama.
Pertemuan yang berlangsung di Paris ini menyebut, munculnya indikasi perluasan strategi ISIS menuju global, sebagian dari rencana itu adalah menyerang Perancis, tapi juga ada kemungkinan serangan terhadap anggota UE yang lain di masa depan, bunyi laporan tersebut.
Terdapat indikasi serangan seperti yang dilakukan ISIS atau kelompok teroris lain yang terinspirasi dari agama. " Selain itu ada potensi serangan lain yang dilakukan oleh aktor tunggal," tulis laporan tersebut.
Pada konferensi pers peluncuran Pusat Penghalau Terorisme Eropa yang bekerjasama dengan Europol dan berbasis di Den Haag, Belanda, Direktur lembaga tersebut Rob Wainwright memberi pesan peringatan.
" ISIS punya kemauan dan kemampuan untuk melakukan serangan di Eropa," kata Wainwright.
Sesaat setelah insiden penembakan di Paris pada 13 November tahun lalu, Wainwright yang merupakan pejabat senior Kepolisian Inggris mengatakan serangan serupa dapat terjadi di Eropa. Dia juga mengingatkan kelompok militan dalam waktu dekat akan menjadi ancaman utama.
Europol melaporkan ISIS mungkin telah mengembangkan pelatihan untuk pasukan khusus penyerangan untuk skala global. Lembaga itu menekankan serangan Paris merupakan salah satu contoh yang menunjukkan kelompok tersebut telah berkembang di Eropa.
(Ism, Sumber: arabnews.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya