Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (kliktoread.com)
Dream - Salah satu walikota di Afrika Utara membuat program yang unik untuk mendukung pendidikan. Dia menyediakan program beasiswa langka untuk gadis yang benar-benar masih perawan agar tetap fokus pada pendidikan.
Beasiswa ini akan diluncurkan oleh Walikota Uthuleka, Provinsi KwaZulu-Natal, Dudu Mazibuko pada tahun ini. Setiap tahun, Walikota memberikan beasiswa kepada 100 pelajar yang potensial.
Namun tak hanya kecerdasan yang dinilai. Beasiswa ini khusus diberian bagi gadis perawan. Para pendaftar diwajibkan benar-benar masih perawan. Tes keperawanan, yang pernah membuat heboh Indonesia pun harus dilalui.
" Bagi kami, ini hanya ucapan terima kasih karena mereka sudah menjaga diri dan bisa menjaga diri mereka selama tiga tahun ke depan hingga mereka mendapatkan ijazah atau sertifikat," ujar Mazibuko kepada stasiun radio setempat.
" Dana hibah akan dievalusi sepanjang para penerima beasiswa dapat menunjukkan sertifikat yang menyatakan mereka masih perawan," kata dia.
Program beasiswa ini difokuskan pada para gadis karena mereka lebih rentan terhadap eksploitasi, kehamilan remaja, dan penyakit seksual menular.
© Dream
Meski begitu, program ini ternyata mendapat sejumlah penolakan. Penolakan tersebut muncul dari kalangan aktivis gender.
" Saya pikir, niat dari walikota sangat baik tapi kami tidak sepakat dengan pemberian beasiswa keperawanan," kata Ketua Komisi Kesetaraan Gender Mfanozelwe Shozi.
" Terdapat banyak isu diskriminasi yang berbasiskan kehamilan, keperawanan, bahkan terhadap perjaka. Ini sudah terlalu jauh," ungkap dia.
Tes keperawanan bukanlah hal yang bertentangan dengan konstitusi Afrika Selatan. Tetapi, Shozi mengatakan tes tersebut perlu mendapat persetujuan sebelum dijalankan.
Sumber: emirates247.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan