Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perang Dunia II begitu identik dengan sosok Adolf Hitler. Melalui partai yang dia pimpin, Nazi, Hitler mengendalikan penuh kekuatan politik dan militer melawan sejumlah negara terutama Uni Soviet dan Inggris.
Dari catatan sejarah tentang Hitler dan kekuasaannya, terselip cerita tentang para tentara Muslim. Ternyata, Hitler memiliki sekitar 10 ribu tentara di kesatuan SS yang beragama Islam.
David Motadel, peneliti sejarah Nazi dan Perang Jerman, membuat penjelasan cukup menarik terkait tentara Muslim di tubuh militer Jerman.
Dalam artikel berjudul `Muslim in Hitler's War` yang terbit di laman historytoday.com edisi 65 pada 9 September 2015, Motadel menyebut ada kerja sama yang dibangun antara Hitler dengan sejumlah institusi Islam di sejumlah negara seperti Balkan, Crimea, Sarajevo.
" Saat gelombang perang berbalik melawan Axis dari tahun 1941 dan seterusnya, Wehrmacht dan SS merekrut puluhan ribu Muslim, di antaranya orang Bosnia, Tatar Krimea dan Muslim dari Kaukasus dan Asia Tengah - terutama untuk menyelamatkan darah orang-orang Jerman," tulis Motadel.
Motadel menyebut para tentara Muslim ini berjuang di segala medan. Mulai Stalingrad, Warsawa, juga untuk mempertahankan kota Berlin. Para perwira Jerman menjalankan rekrutmen dengan memperhatikan kalender dan ajaran agama agar tetap memberikan hak kepada para tentara Muslim dalam beribadah.
" Mereka bahkan mencabut larangan ibadah kurban, yang sempat dilarang karena alasan anti semit lewat Undang-undang Perlindungan Hewan oleh Hitler pada 1933," tulis Motadel.
Pada 1944, salah satu fungsionaris Nazi, Himmler menjelaskan alasan perekrutan tentara Muslim.
" Saya tidak punya alasan melawan Islam, karena ini mendidik orang-orang di divisi ini bagi saya dan menjanjikan surga ketika mereka meninggal dalam pertempuran," demikian tulis Motadel, mengutip pernyataan Himmler.
Sumber lain menyebut para tentara Muslim ini tergabung dalam Divisi Waffen-SS Handschar. Divisi ini pertama kali bertugas di daerah Kroasia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya