Jika Jemaah Indonesia Sudah Boleh Berangkat Umroh Saat Pandemi, Begini Skemanya

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 19 Oktober 2021 10:00
Jika Jemaah Indonesia Sudah Boleh Berangkat Umroh Saat Pandemi, Begini Skemanya
Saat ini, Kemenag masih menunggu jadwal pasti keberangkatan umroh dari Saudi.

Dream - Kementerian Agama kini menunggu keputusan Arab Saudi mengenai tanggal dimulainya pembukaan umroh untuk jemaah Indonesia. Sembari menunggu, Kemenag mematangkan skema perjalanan ibadah umroh di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, mengatakan, pihaknya telah menyusun delapan konsep. Seluruhnya sudah mempertimbangkan kondisi saat ini.

" Pertama, persyaratan jemaah umroh mengikuti ketentuan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi," ujar Hilman.

Kemudian, jemaah wajib menjalankan protokol kesehatan sejak sebelum berangkat, pelaksanaan umroh, hingga pulang ke Tanah Air. Sementara, pemberangkatan dan pemulangan jemaah dijalankan dengan sistem satu pintu melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Konsep selanjutnya, PCR jemaah sebelum berangkat dijalankan secara terpadu. Lalu, karantina sebelum keberangkatan maupun kembali dijalankan di Asrama Haji.

" Penerbangan yang diizinkan untuk mengangkut jemaah umroh beserta barang bawaannya diusulkan menggunakan penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi," kata dia.

1 dari 5 halaman

Penyesuaian Biaya Perjalanan

Selain itu, aplikasi PeduliLindungi diintegrasikan dengan aplikasi Tawakalna di Saudi. Juga dengan Sistem Komputerisasi Terpadu Umroh (Siskopatuh).

" QR Code sertifikat vaksin akan dicetak dan dibagikan kepada jemaah umroh sebagai sarana kemudahan saat pemindaian oleh otoritas Arab Saudi," ucap dia.

Sedangkan konsep terakhir mengenai perubahan referensi biaya perjalanan. Besaran ditentukan berdasarkan perkembangan dan biaya di dua negara.

" Dalam skema ini telah disampaikan kepada perwakilan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) untuk mendapatkan masukan positif dalam implementasinya di lapangan" ucap Hilman, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 5 halaman

Alhamdulillah, Jemaah Umroh Indonesia Dapat Prioritas dari Saudi

Dream - Kementerian Agama terus berkoordinasi dengan banyak pihak untuk persiapan penyelenggaraan umroh. Koordinasi dilakukan baik dengan lembaga dalam negeri maupun otoritas Arab Saudi.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, mengungkapkan, pihaknya telah tiga kali bertemu dengan Duta Besar Saudi. Dalam setiap pertemuan, diskusi yang berkembang mengenai persiapan penyelenggaraan umroh tahun ini.

" Hasil pertemuan terakhir dengan Dubes Arab Saudi menyampaikan umroh untuk jemaah Indonesia segera dibuka dan menjadi prioritas keberangkatan ibadah umroh," ujar Hilman.

Selain itu, Hilman juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, terutama dengan Direktur Timur Tengah serta Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia. Koordinasi terkait upaya negosiasi diizinkannya jemaah Indonesia melaksanakan umroh.

" Kami juga meminta Konsul Haji dan Umroh KJRI Jeddah untuk terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait perkembangan kebijakan penyelenggaraan umroh," ucap Hilman.

3 dari 5 halaman

Upayakan Sinovac Bisa Diterima Tanpa Perlu Booster

Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Kesehatan. Ini berkaitan dengan kemungkinan pemberian vaksin booster dan pembukaan akses data vaksin jemaah yang akan berangkat umroh.

" Jadi, Kementerian Kesehatan juga sedang negosiasi intensif dengan Kemenkes Saudi agar Sinovac bisa diteruma tanpa harus booster," kata dia.

Langkah selanjutnya, Ditjen PHU membentuk tim manajemen krisis haji dan umroh yang terdiri dari perwakilan Kemenag, Kemenkes, Kemenlu, dan Kementerian Perhubungan. Tim ini akan menyiapkan skema dan solusi penyelenggaraan ibadah haji dan umroh 1443 H yang aman dari Covid-19.

Sebelumnya, Hilman menyatakan telah meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh untuk segera mempersiapkan keberangkatan jemaah yang telah tertunda. Selain itu, PPIU diminta melakukan pendataan terhadap jemaah, dikutip dari Kemenag.

4 dari 5 halaman

Kemenag: Kemenkes Sepakat Buka Data PeduliLindungi untuk Jemaah Umroh

Dream - Kementerian Agama segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait akses data untuk jemaah umroh di aplikasi PeduliLindungi. Ini mengingat data vaksinasi pada aplikasi tersebut belum bisa terbaca oleh sistem yang diterapkan otoritas Kerajaan Arab Saudi.

Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nur Arifin, mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Kemenkes membahas hal ini pada Selasa, 12 Oktober 2021. Pertemuan itu telah menghasilkan kesepakatan pembukaan data pengguna PeduliLindungi.

" Kemenkes setuju untuk membuka data pada aplikasi PeduliLindungi dalam rangka mendukung penyelenggaraan ibadah umroh," ujar Arifin.

Arifin menjelaskan, Kemenkes akan menyiapkan laman tertentu yang dapat digunakan masyarakat. Lewat laman tersebut nantinya para jemaah umroh dapat mengakses sertifikat vaksinasi dalam aplikasi PeduliLindungi.

" Publik dapat mengakses data sertifikat vaksin dalam aplikasi PeduliLindungi saat QR Code dilakukan scanning," kata dia.

5 dari 5 halaman

Dua Skema Alternatif

Dalam rapat tersebut, Arifin mengatakan terdapat dua skema alternatif terkait akses pada sertifikat vaksin. Alternatif pertama yaitu QR Code dicetak manual dan dibawa masing-masing jemaah, sedangkan kedua dimasukkan dalam aplikasi Siskopatuh yang nantinya dicetak pada kartu identitas jemaah umroh.

" Dua skema ini akan kita matangkan untuk bisa memberikan layanan terbaik kepada jemaah dalam penyelenggaraan umroh di masa pandemi ini," kata Arifin.

Selain itu, terang Arifin, Kemenkes sendiri tengah berkoordinasi dengan otoritas Saudi mengenai integrasi sistem PeduliLindungi dengan Tawakalna. Tawakalna merupakan aplikasi yang digunakan Saudi untuk memberikan izin untuk jemaah melaksankaan umroh, dikutip dari Kemenag.

Beri Komentar