Jokowi Heran Polisi Sibuk Hapus Mural: 'Ngapain, Saya Dihina Sudah Biasa'

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 3 Desember 2021 16:00
Jokowi Heran Polisi Sibuk Hapus Mural: 'Ngapain, Saya Dihina Sudah Biasa'
Jokowi mengingatkan langkah penghapusan mural berdampak pada kepercayaan masyarakat.

Dream - Presiden Joko Widodo kembali memberikan teguran kepada Polri. Kali ini, terkait dengan isu kebebasan berpendapat.

Jokowi mengutip dari Indeks Kebebasan Berpendapat dari BPS. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kebebasan berpendapat pada 2020 sebesar 56,0 atau turun dibandingkan pada 2019 dengan 64,3.

" Contoh kecil-kecil saja, mural dihapus," ujar Jokowi, disiarkan kanal Sekretariat Presiden.

Jokowi yakin penghapusan mural berisi kritik bukan atas perintah petinggi Polri baik Kapolri, Kapolda, maupun Kapolres. Urusan tersebut, kata Jokowi, hanya di level Polsek.

" Urusan mural ngapain sih? Saya dihina, dimaki-maki, difitnah sudah biasa, ada mural saja takut, ngapain?" kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Ingatkan Soal Kebebasan Berpendapat

Jokowi meminta kepolisian untuk berhati-hati dalam menyikapi persoalan kecil. Sebab, hal itu dapat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat.

" Hati-hati, ini kebebasan berpendapat. Tapi kalau menyebabkan ketertiban masyarakat di daerah menjadi terganggu, beda soal," kata dia.

Dia pun mengapresiasi langkah Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, membuat lomba mural. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk mengubah persepsi publik.

" Saya kira hasilnya positif," kata Jokowi.

2 dari 4 halaman

Sentilan Jokowi: Kapolda, Kapolres Baru Dilantik Malah Sowan ke Ormas Bikin Ribut

Dream - Presiden Joko Widodo menyesalkan adanya informasi terkait perilaku di lingkungan Polri. Dia menyoroti kebiasaan kapolda dan kapolres baru dilantik lalu sowan ke sesepuh ormas yang sering ribut.

" Saya kadang-kadang, saya sudah lama sekali ingin menyampaikan ada kapolda baru, ada kapolres baru, malah datang kepada sesepuhnya ormas yang sering membuat keributan. Benar ini?" ujar Jokowi, disiarkan Sekretariat Presiden.

Jokowi menanyakan alasan di balik kebiasaan tersebut. Kebanyakan jawaban yang dia terima adalah agar situasi kondusif.

" Tapi apakah cara itu betul? Hati-hati, jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum," kata Jokowi dengan nada cukup tegas.

 

3 dari 4 halaman

Polri Harus Berwibawa

Kebiasaan ini, kata Jokowi, banyak ditemukan di lingkungan Polri. Dia menekankan kembali agar Polri harus memiliki kewibawaan.

" Saudara-saudara harus memiliki kewibawaan, Polri harus memiliki kewibawaan," tegas dia.

Jokowi lalu meminta agar polisi memberikan perlindungan dan bantuan kepada yang lemah. Kepada mereka yang terpinggirkan dalam hukum.

" Hati-hati urusan pedagang kecil, lindungi," ucap Jokowi.

 

4 dari 4 halaman

Minta Kasus Kecil Tidak Disepelekan

Dia mengaku kerap membaca pemberitaan seputar polisi yang tidak peka terhadap masyarakat lemah. Meski masalahnya sepele, Jokowi mengingatkan hal itu bisa berdampak kepada persepsi masyarakat.

" Itu kecil-kecil, itu mungkin bukan urusannya kapolres, kapolsek. Tetap tanggung jawab kapolres, tetap tanggung jawab kapolda, yang kecil-kecil seperti ini," kata dia.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan posisi Polri saat ini termasuk tiga besar institusi negara yang dipercaya masyarakat berdasarkan hasil survei kepercayaan terhadap lembaga negara. Jokowi mengingatkan betul agar Polri menjaga citra.

" Hati-hati, dipercaya itu tidak mudah. Yang kecil-kecil itu diperhatikan," ucap Jokowi dengan tegas.

Beri Komentar