Indonesia Bisa Langsung Masuk Endemi Tanpa Hadapi Gelombang III Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 3 Desember 2021 10:01
Indonesia Bisa Langsung Masuk Endemi Tanpa Hadapi Gelombang III Covid-19
Seluruh prediksi yang menyebut gelombang ketiga terjadi akhir tahun belum terbukti hingga saat ini.

Dream - Pandemi yang terjadi di Indonesia disebut bisa menjadi endemi tanpa harus melewati gelombang ketiga Covid-19. Perkiraan ini muncul lantaran indikasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 belum muncul seperti diprediksikan para ahli maupun Pemerintah.

" Mungkin kita langsung endemi, jadi tanpa melampaui gelombang ketiga lagi," ujar Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia, Zubairi Djoerban.

Zubairi memastikan gelombang ketiga Covid-19 tidak terjadi di akhir tahun 2021. Sedangkan kondisi yang kemungkinan terjadi di 2022 sepenuhnya tergantung dari perilaku masyarakat.

" Dulu teorinya ada yang bilang Desember 2021, hampir pasti tahun ini tidak," kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Ada Kemungkinan Tahun Depan

Zubairi juga menjelaskan ada kemungkinan gelombang ketiga baru terjadi pada April dan Mei 2022. Sementara untuk kemungkinan tidak pernah terjadi, itu menjadi harapan semua orang.

" Masih mungkin (gelombang ketiga terjadi), jadi tergantung kita semua," ucap dia.

Dia pun menyinggung pemberitaan Bloomberg yang pernah menyebut penanganan Covid-19 di Indonesia paling buruk. Nyatanya, performa Indonesia justru sangat baik.

" Jadi kali ini Bloomberg, mereka terlalu jemawa, namun tentu kita berbanga diri dan bersyukur tentu wajib namun jangan euforia," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 4 halaman

Endemi Covid-19 Bisa Terjadi Januari 2022 Jika Mulus Lewati Libur Tahun Baru

Dream – Koordinator PPKM Darurat untuk Jawa-Bali, Luhut B Panjaitan optimistis Indonesia bisa mencapai kondisi endemik Covid-19 pada Januari 2022 mendatang. Namun keyakinan itu sangat bergantung pada upaya penanganan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.   

Sebelumnya Luhut juga mengimbau masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan meski data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan penurunan kasus Covid-19 periode 5-17 Oktober 2021. Kewaspadaan ini dibutuhkan karena kemungkinan munculnya gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Menurut Luhut, status pandemi menjadi endemi itu diperoleh dari paparan sejumlah para ahli. Indonesia bisa mencapai tahap tersebut jika mampu melewati momen llibur Nataru dengan baik.

" Kalau kita bisa melampaui Nataru ini dengan baik pada Januari, saya pikir sudah masuk pada endemi," ujar Luhut dalam keterangan pers, Senin 18 Oktober 2021.

3 dari 4 halaman

Lewati Nataru dengan Tepat

Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah meminta para menterinya untuk melakukan mitigasi apabila terjadi gelombang ketiga akibat Libur Nataru. Upaya tersebut diperlukan karena lonjakan kasus Covid-19 bisa terjadi jika mobilitas masyarakat meningkat saat Nataru.

Presiden juga mengingatkan potensi penularan masih bisa terjadi karena efek imunitas pasca vaksinasi sebagian besar sudah mulai menurun.

" Kami akan melakukan beberapa kali rapat untuk persiapan itu. Terutama, mendorong penggunaan Peduli Lindungi," terang Luhut yang juga menjabat Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) itu.

Diakui Luhut banyak masyarakat yang sudah mulai lelah menghadapi masa-masa pembatasan selama pandemi Covid-19. Namun dengan perkembangan yang ada, Luhut masih yakin Indonesia akan segera bisa keluar dari pandemi Covid-19.

4 dari 4 halaman

Penjajakan Obat Covid-19 Alternatif

Lebih lanjut, Menko Kemaritiman dan Investasi itu juga mengungkapkan pemerintah saat sedang melaksanakan penjajakan beberapa alternatif obat Covid-19.

Diketahui, Menko Marves Luhut dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sedang berada di Amerika Serikat untuk melakukan pertemuan dengan Merck mengenai obat Molnupiravir.

Tidak hanya Molnupiravir dari Merck, Luhut juga menyebut saat ini terdapat obat Proxalutamide yang sedang dalam tahap uji klinis ketiga di Indonesia dan sedang berproses di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Alternatif obat lain yakni, AT-527 yang dikembangkan oleh Roche and Athea.

" Ketiga obat tersebut menunjukkan potensi untuk menjadi obat Covid-19," jelas Koordinator PPKM Jawa-Bali tersebut.

Beri Komentar