PSBB Transisi Dimulai di Kabupaten Bogor, Ojek Boleh Angkut Penumpang

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 3 Juli 2020 16:13
PSBB Transisi Dimulai di Kabupaten Bogor, Ojek Boleh Angkut Penumpang
Status Kabupaten Bogor masih zona kuning.

Dream - Bupati Bogor, Ade Yasi menyatakan ojek online dan pangkalan dibolehkan kembali mengangkut penumpang. Keputusan ini seiring dengan dimulainya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi menuju adaptasi kebiasaan baru di Kabupaten Bogor pada Jumat, 3 Juli 2020.'

" Ojek online dan ojek pangkalan diperbolehkan mengangkut penumpang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujar Ade, dikutip dari

Ade mengatakan keputusan tersebut dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2020. Wanita Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor tersebut juga menyarankan agar penumpang membawa helm sendiri untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Saat ini, kata Ade, Kabupaten Bogor masih di level III atau zona kuning. Angka penularan Covid-19 rata-rata sudah menurun dari di atas 1 menjadi 0,66.

Atas indeks tersebut, Kabupaten Bogor dibolehkan melakukan pelonggaran terutama di sektor bisnis. Meski demikian, saat ini PSBB di Kabupaten Bogor masuk tahap enam.

1 dari 5 halaman

Sebelumnya, PSBB tahap lima berakhir pada Kamis, 2 Juli 2020. Pemkab Bogor lalu memutuskan perpanjangan pemberlakukan PSBB selama 14 hari ke depan.

" Gubernur (Ridwan Kamil) mengarahkan agar PSBB proporsional dari 3 Juli," ujar Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Iwan menjelaskan perpanjangan PSBB ini hanya berlangsung di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi. Alasannya, wilayah tersebut masih berstatus zona kuning.

2 dari 5 halaman

Kang Emil Sebut `Konser Mini` Rhoma Irama di Khitanan Bogor Banyak Pelanggaran

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan hajatan khitanan yang dihadiri Raja Dangdut, Rhoma Irama, di Bogor melakukan banyak pelanggaran terkait ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih diberlakukan di daerah itu. Dia menegaskan dukunganya perlu adanya penindakan dari kepolisian.   

Seperti diketahui, hajatan khitanan warga itu berlangsung di Desa Ciburian, Kecamatan Pamijahan, Bogor. Meski membatalkan konser, hajatan itu tetap berlangsung dan Rhoma Irama datang dalam kapasitas sebagai tamu. Namun di lokasi, keluarga penyelenggara hajatan meminta Raja Dangdut itu naik panggung dan bernyanyi tiga lagu.     

" Kejadian di Bogor ini pelanggarannya banyak, mengumpulkan massa yang besar, desak-desakan, teriak dan sebagainya, itu harusnya sudah dihitung yang namanya musik di luar pasti emosi warga kan kebawa dengan apapun hiburannya," kata Ridwan Kamil di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu 1 Juli 2020 .

Gubernur yang biasa disapa Kang Emil itu menayatakan rapid test harus dilakukan terhadap pengunjung karena setiap kerumunan memang mewajibkan adanya tes cepat Covid-19. Secara tidak langsung, lanjutnya, tes tersebut akan membuat beban pemerintah bertambah dalam melakukan upaya penanggulangan pandemi.

" Coba bayangkan, kalau semua ada kerumunan harus di-rapid test kan repot kan. Itulah poinnya, kasihanilah kami yang sedang mengatur proses ini dengan sebaik-baiknya, saya kira ini pelajaran buat semua orang," kata dia.

Lebih lanjut, mantan Walikota Bandung itu mendukung langkah kepolisian meminta keterangan dari pihak penyelenggara dan orang terlibat dalam hajatan yang juga berisi acara musik tersebut.

Bahkan Kang Emil mendukung jika nantinya adalah penindakan tegas kepada pihak yang dianggap melanggar ketentuan sebagai pelajaran bagi semua pihak.

" Ini jadi pelajaran tolong yang lain-lain jangan mengulangi dan meniru dan harus selalu meminta izin dengan jelas terkait protokol kesehatan," ucap dia.

3 dari 5 halaman

Penyelenggara Akan Diperiksa Polisi

Dikonfirmasi terpisah, Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso membenarkan rencana meminta keterangan kepada penyelenggara termasuk artis yang mengisi acara musik di Bogor.

" Nanti dari Polres Bogor yang akan mengundang pihak penyelenggara. Kemudian di dalam pencegahan Covid-19 juga dilakukan rapid test terhadap warga setempat maupun undangan yang hadir di acara tersebut," kata dia.

Untuk diketahui, acara musik tersebut diselenggarakan di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor sebagai bagian dari pesta khitan, Minggu 28 Juni 2020 . Padahal, wilayah itu termasuk zona merah penyebaran Covid-19.

Konser itu melanggar Peraturan Bupati (Perbup) No. 35 Tahun 2020 yang mengatur berbagai macam ruang lingkup, yaitu level kewaspadaan daerah, penetapan PSBB proporsional secara parsial sesuai kewaspadaan daerah, serta protokol kesehatan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Meski acara tersebut sudah dinyatakan batal, namun Rhoma Irama tetap saja tampil menghibur ribuan orang yang datang. Selain dia, artis lain yang turut tampil yaitu Rita Sugiarto hingga Caca Handika.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

 

4 dari 5 halaman

Pengunjung Aksi Manggung Solo Rhoma Irama di Bogor Bakal Jalani Tes Cepat Corona

Dream - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin, akan segera menggelar rapid test atau tes cepat di Desa Ciburian, Kecamatan Pamijahan. Sasarannya adalah semua orang yang hadir dalam konser dangdut khitanan yang melibatkan artis senior Rhoma Irama.

" Rencananya kami akan melaksanakan tes cepat bagi masyarakat sekitar sana dan kami akan mulai pendataan siapa saja yang hadir dan kami akan melakukan pengecekan," ujar Ade yang juga merupakan Bupati Bogor, dikutip dari Merdeka.com.

Ade mengaku khawatir acara khitanan di Desa Ciburian menjadi klaster baru penularan Covid-19. Ini mengingat acara tersebut digelar dengan menghadirkan tidak hanya Rhoma Irama tetapi banyak penyanyi lain.

" Rhoma Irama sudah mengumumkan tidak akan melaksanakan (konser), kami percaya itu. Kami sebetulnya marah karena Rhoma melanggar komitmennya sendiri," kata dia.

 

 

   

5 dari 5 halaman

Ade menegaskan baik Rhoma maupun warga Bogor yang mengundang dia hadir akan diproses hukum. Sebab telah melanggar Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2020 mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional yang diterapkan berdasarkan kondisi di suatu wilayah.

Secara terpisah, Rhoma mengklarifikasi awalnya dia hanya berniat untuk hadir sebatas sebagai tamu undangan. Tetapi, pembawa acara secara tiba-tiba meminta Rhoma untuk menyumbangkan beberapa buah lagu.

" Saya pun kondangan, jadi sampai di saja saya lihat orang banyak dan beberapa artis ibu kota tampil, ada musiknya. Nah, setelah itu didaulat oleh tuan rumah dan masyarakat untuk tampil, istilahnya menyumbangkan lagu atau tausyiah," kata dia.

Sumber: /Muhamad Agil Aliansyah.

Beri Komentar