Kapolri: Tim Sukses Cagub DKI Jangan Halalkan Segala Cara

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 27 September 2016 06:15
Kapolri: Tim Sukses Cagub DKI Jangan Halalkan Segala Cara
Selain imbauan agar menjaga ketertiban, Tito juga berharap semua pihak yang terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta untuk menjaga ketertiban.

Dream - Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, meminta tim sukses (timses) tiga pasangan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak menghalalkan segala cara. Sehingga, stabilitas keamanan di Ibukota terjaga.

" Kepada tim sukses pendukung calon Gubernur DKI Jakarta, jangan menghalalkan segala cara. Karena ini pesta demokrasi, bukan pesta kekerasan. Jangan sampai ada kekerasan," kata Tito usai menyampaikan arahan di acara Commander Wish, di Mapolda Metro Jaya, Senin 26 September 2016.

Tito juga berharap semua pihak yang terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta untuk menjaga ketertiban. Dia meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan kepolisian, menjaga netralitas.

Kepolisian bersama pemantau independen juga akan mengawasi isu dan pernyataan yang berkembang di media sosial. Jelang masa kampanye, polisi akan giat melakukan patroli cyber untuk mencegah berkembangnya isu-isu kampanye hitam yang berkembang.

" Kalau ada pelanggaran hukum atau potensi konflik gangguan kamtibmas kami akan lakukan langkah untuk mentralisirnya," ucap dia.

Tito mengatakan, pesta demokrasi lima tahunan itu seharusnya tidak diliputi isu Suku, Agama, Ras, Antar Golongan (SARA). Mengenai hal tersebut, dia secara khusus meminta media untuk mendorong pemberitaan yang dapat mendinginkan suasana.

" Jangan buat pemberitaan yang bersifat provokatif, yang akhirnya membawa masyarakat terbawa emosi," ucap dia.

Khusus untuk tokoh masyarakat yang menjadi pendukung pasangan calon, Tito meminta mereka tidak mengeluarkan pernyataan kontroversial yang mengarah pada kekerasan. Dia bahkan berharap para pendukung dan simpatisan pasangan calon gubernur menginisiasi kesepakatan agar pemilu dapat berjalan damai.

" Kita harus kampanyekan lawan kekerasan. Demokrasi adalah pesta untuk bergembira ria menyampaikan hak politik. Bukan hak untuk melakukan kekerasan," ucap dia.

Beri Komentar