7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
(Foto: Ohbulan)
Dream - Kesulitan menghadapi tantangan hidup membuat banyak orang rela melakukan apa saja. Terlebih bagi mereka yang tinggal di ibu kota dengan biaya begitu tinggi.
Bahkan untuk urusan makan saja, sebagian orang terpaksa benar-benar berhitung. Lebih memilukan, apabila ada orang yang berebut sisa makanan.
Kejadian ini disaksikan pengguna Facebook Malaysia bernama Ja Sazni ini. Dia melihat sekelompok anak berebut sisa makanan di sebuah resto cepat saji demi mengisi perut.
Berikut cerita yang dituturkan oleh Ja Sazni di Facebooknya.
© Dream
Tadi pagi, tiba-tiba sangat ingin makan ayam goreng di resto cepat saji.
Pulang kantor, singgah di satu resto cepat saji terkenal di KL Sentral.
Setelah duduk dan memesan, tak lama kemudian datang satu porsi ayam goreng lengkap dengan sambal. Hmmm.. pasti nikmat.
Namun setelah mencuci tangan, saya melihat dua remaja berpakaian lusuh sedang mencari-cari sesuatu di setiap meja.

Jika ada sisa makanan yang tidak habis, mereka berbisik 'serbu-serbu'. Tetapi wajah mereka kecewa sebab yang tersisa hanyalah gelas air mineral dan saus sambal.
© Dream
Ketika mereka berada di sebelah meja saya, saya colek bahu salah satu dari mereka yang bertubuh kecil.
" Mau makan, Dik?" yang dijawab oleh dia " Iya mau... lapar" .
Tersentak dan sedih hati ini mendengar jawabannya. Saya ulurkan baki yang berisi ayam goreng dua potong, kentang goreng dan coke sambil berkata, " Ini ambil dan bagi dengan teman."
Saya lihat mereka merasa senang bukan main. Ketika saya angkat tas siap-siap akan pergi, datang lagi beberapa anak yang sebaya dengan dua remaja tadi.
Mereka berebut ayam yang saya berikan tadi. Betapa kasihan mereka.
Siapa sebenarnya mereka? Di mana orang tua mereka? Mereka adalah anak-anak Melayu, bukan pendatang.
(Sumber: Ohbulan)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?