Kasus Covid-19 di Rusia Meledak, Sampai Minta Dokter Pensiun Dinas Lagi!

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 15 Oktober 2021 11:39
Kasus Covid-19 di Rusia Meledak, Sampai Minta Dokter Pensiun Dinas Lagi!
Angka kematian di Rusia pada Kamis merupakan tertinggi. Rumah sakit kembali padat.

Dream - Rusia melaporkan terjadinya lonjakan kematian dan kasus baru Covid-19 sangat tinggi pada Kamis waktu setempat. Sejumlah pejabat membunyikan alarm yang ditempatkan di rumah sakit, sebagai peringatan mulai terjadinya gelombang keempat pandemi.

Dikutip dari The Moscow Times, pusat informasi Covid-19 melaporkan 986 kematian selama 24 jam terakhir, naik dari rekor sebelumnya sebanyak 984 pada Rabu.

Kasus baru juga tertinggi sepanjang masa dengan 31.299 kasus. Angka ini hampir 2.000 lebih banyak dari rekor tertinggi sebelumnya pada 24 Desember 2020.

Kasus baru dan kematian yang melonjak membuat kondisi Rusia bertolak belakang dengan tren global pandemi yang menunjukkan penurunan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan awal pekan ini kematian global akibat Covid-19 turun dan telah mencapai level terendah dalam waktu hampir setahun.

Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko, mengeluarkan peringatan keras pada Kamis pagi. Dia menyatakan sebanyak 1,1 juta pasien saat ini dirawat karena Covid-19 dengan strain tertinggi yang telah dimasukkan ke sistem perawatan kesehatan Rusia sejak awal pandemi.

 

1 dari 4 halaman

Minta Dokter Pensiun Kerja Lagi

Murashko mendesak orang-orang Rusia yang skeptis agar mau divaksinasi. Dia sampai meminta para dokter yang sudah pensiun untuk kembali bekerja karena jumlah pasien yang terus bertambah.

Sejauh ini, hanya sepertiga populasi Rusia yang telah divaksinasi. Sementara hasil jajak pendapat menunjukkan lebih dari setengah populasi tidak berencana mendapatkan vaksinasi.

Data kematian resmi Pemerintah sejak awal pandemi mencapai 220.315, angka yang tertinggi di Eropa. Sementara jumlah total kematian yang tidak tercatat di Rusia selama periode yang sama setidaknya 660 ribu.

Kremlin telah menerapkan ketentuan lockdown untuk membantu menghentikan penyebaran virus. Puluhan wilayah Rusia telah memberlakukan mandat vaksin untuk kategori pekerja tertentu.

Selain itu, Rusia juga menerapkan paspor vaksin untuk masuk ke tempat-tempat dalam ruangan yang ramai. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi yang masih sangat rendah.

2 dari 4 halaman

Presiden Rusia Vladimir Putin Isoman Usai Orang Terdekat Positif Covid-19

Dream - Presiden Rusia Vladimir Putin menjalani isolasi mandiri setelah salah satu orang terdekatnya dinyatakan positif Covid-19. Putin tetap akan memimpin sejumlah rapat penting meski dilakukan melalui video conference.

Sekretraris Bidang Pers Istana Kepresidenan di Kremlin, Dimtry Peskov, menyatakan Putin dalam kondisi sehat. Isolasi yang dijalani orang nomor satu di Rusia itu tidak akan membatasi kerjanya. 

" Tetapi tidak akan ada acara tatap muka untuk beberapa waktu," ujar Peskov.

Putin dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Shanghai di Dushanbe, Tajikistan, akhir pekan ini. Pertemuan itu akan membahas kondisi Afghanistan sebagai agenda utama.

Dia dilaporkan akan menghadiri pertemuan itu secara virtual. Pada hari Senin, presiden Rusia bertemu dengan pemimpin Suriah Bashar Assad, dan juga menghadiri latihan militer di Nizhny Novgorod dengan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu dan Jenderal Valery Gerasimov.

 

3 dari 4 halaman

Lingkaran Dalam Terinfeksi Covid-19

Berita itu muncul hanya satu hari setelah Putin mengatakan sejumlah kasus Covid-19 telah terdeteksi di lingkaran dalamnya. Dia mungkin harus segera membatalkan pertemuan tatap muka untuk mencegah penyebaran virus.

Peskov kemudian mengatakan pernyataan Putin merupakan dugaan pribadi. Dokter Kepresidenan belum mengeluarkan rekomendasi agar Putin isoman.

Putin menerima dua dosis vaksin virus corona domestik awal tahun ini dalam pertemuan tertutup. Pada bulan Juni, pemimpin Rusia itu mengungkapkan dia telah diimunisasi dengan suntikan Sputnik V buatan Moskow.

 

4 dari 4 halaman

Terima Vaksin Sputnik V Juni Lalu

" Terutama karena angkatan bersenjata kita sedang divaksinasi dengan Sputnik V, dan saya adalah Panglima Tertinggi," kata Putin saat itu.

Putin mengaku tidak merasakan gejala apa-apa setelah suntikan pertama. Tetapi empat jam setelah itu, dia merasakan pegal di titik suntikan dan demam semalaman.

Rusia telah mengalami gelombang infeksi ketiga dalam beberapa pekan terakhir, dengan 17.837 tes positif untuk virus tercatat dalam 24 jam terakhir. Selanjutnya 781 pasien dikatakan meninggal karena Covid-19, sehingga total kematian sejak awal pandemi pada Maret 2020 menjadi 194.249, dikutip dari RT.

Beri Komentar