Daftar 6 Kecelakaan Pesawat Terbang Paling Mengerikan dan Memilukan di Indonesia

Reporter : Sugiono
Rabu, 31 Oktober 2018 06:03
Daftar 6 Kecelakaan Pesawat Terbang Paling Mengerikan dan Memilukan di Indonesia
Inilah daftar 6 kecelakaan pesawat terbang paling mengerikan dan memilukan di Indonesia. Kecelakaan pesawat yang nomor 3 belum terungkap hingga sekarang.

Dream - Dalam sejarah penerbangan Indonesia, terdapat beberapa musibah kecelakaan pesawat terbang paling mengerikan dan memilukan.

Kecelakaan pesawat terbang di Indonesia ini disebut paling mengerikan dan memilukan karena jumlah korban mencapai ratusan orang.

Terjadinya kecelakaan pesawat terbang yang mengerikan dan memilukan itu sebagian besar disebabkan kesalahan manusia atau human error.

Memang dalam dunia penerbangan, pilot menjadi faktor penting dalam keselamatan penerangan.

Sementara kondisi mesin dan navigasi menjadi faktor berikutnya yang menyebabkan terjadinya kecelakaan pesawat terbang di Indonesia.

Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin pagi, 29 Oktober 2018, telah mengingatkan kita pada peristiwa kecelakaan pesawat terbang mengerikan di Indonesia pada masa lalu.

Ppesawat terbang jenis Boeing 737 Max 8 dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang itu mengangkut 189 penumpang dan awak kabin. Diperkirakan tak ada korban selamat.

Hingga saat ini, tim penyelamat yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri masih terus melakukan pencarian dan identifikasi korban kecelakaan pesawat terbang nahas tersebut.

Kecelakaan pesawat Lion Air JT610 itu menjadi salah satu dari 6 kecelakaan pesawat terbang paling mengerikan dan memilukan di Indonesia, yang dirangkum Dream dari berbagai sumber.

Daftar 6 kecelakaan pesawat terbang paling mengerikan dan memilukan di Indonesia ini, diurutkan berdasarkan jumlah penumpang dan awak kabin yang menjadi korban. Urutan jumlah korban kecelakaan pesawat terbang ini dimulai dari paling kecil.

Kecelakaan pesawat terbang paling mengerikan dan memilukan di Indonesia

1. Kecelakaan Pesawat Hercules C-130H (100 orang tewas)

Pada 20 Mei 2009, pesawat Hercules C-130H mengalami kecelakaan yang menewaskan 98 orang penumpang dan 2 orang warga lokal.

Pesawat Hercules TNI Angkatan Udara Indonesia itu membawa 112 orang (98 penumpang dan 14 kru). Kecelakaan terjadi pada 6.30 waktu lokal (23:30 UTC), saat pesawat melakukan penerbangan dari Jakarta menuju Jawa Timur.

Pesawat menghantam daratan dan rumah sebelum mendarat di sawah di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Pesawat berusaha mendarat di Bandar Udara Iswahyudi, tapi jatuh sekitar 5,5 kilometer barat laut. Pesawat meledak dan terbakar ketika jatuh. Kondisi penerbangan dan cuaca dalam kondisi baik ketika terjadi kecelakaan.

2. Kecelakaan Mandala Airlines Penerbangan 091 (101 orang tewas)

Sebuah pesawat Boeing 737-200 milik Mandala Airlines jatuh di kawasan Padang Bulan, Medan, pada 5 September 2005. Kecelakaan terjadi saat pesawat rute Medan-Jakarta ini sedang lepas landas dari Bandara Polonia Medan. Dari 117 orang (112 penumpang dan 5 awak), penumpang selamat berjumlah 16 orang dan 44 orang di darat turut menjadi korban.

Penyelidikan awal oleh KNKT dengan tim investigasi National Transportation Safety Board (NTSB) dari Amerika Serikat menemukan, bahwa terdapat kerusakan yang menyebabkan salah satu mesin pesawat tersebut tidak bertenaga.

Namun, masih diselidiki apakah kondisi tersebut telah ada sebelum atau sesudah pesawat terempas dan meledak. Beberapa hari setelah kejadian, muncul laporan yang menyebutkan bahwa pesawat tersebut membawa kargo berupa durian yang berbobot 2 ton, sehingga hampir mencapai batas berat maksimum yang mampu diangkut pesawat terbang.

1 dari 2 halaman

Misteri Kecelakaan Pesawat Terbang di Indonesia

3. Kecelakaan Adam Air Penerbangan KI-574 (102 orang tewas)

Kecelakaan pesawat terbang yang menimpa Adam Air adalah salah satu kecelakaan pesawat yang paling susah evakuasinya dan sampai saat ini masih berstatus hilang. Kotak hitam pesawat itu baru bisa ditemukan pada tanggal 28 Agustus 2007 atau delapan bulan setelah terjadi kecelakaan.

Pada 25 Maret 2008, KNKT mengumumkan penyebab kecelakaan adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS) dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.

Pesawat Adam Air Penerbangan KI-574 jurusan Surabaya-Manado itu jatuh di Selat Makassar di kedalaman lebih dari 2.000 meter. Seluruh penumpang yang berjumlah 96 orang dan 6 awak kabin tewas.

Adam Air terbukti salah karena tidak mengadakan perawatan dan pengecekan pesawat. Tak hanya itu, kecelakaan ini juga membuat maskapai Indonesia dilarang terbang di Eropa.

4. Kecelakaan SilkAir Penerbangan 185 (104 orang tewas)

SilkAir Penerbangan 185 adalah layanan penerbangan komersial rutin dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Indonesia ke Bandara Changi, Singapura.

Pada 19 Desember 1997, sekitar pukul 16.13 WIB, Penerbangan 185 yang melayani rute ini mengalami kecelakaan. Pesawat Boeing 737-300 itu jatuh di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan.

Seluruh 104 orang yang ada di dalamnya (97 penumpang dan 7 awak kabin) tewas, termasuk pilot Tsu Way Ming dari Singapura dan kopilot Duncan Ward dari Selandia Baru.

Investigasi kecelakaan ini dilakukan oleh KNKT bersama dengan tim ahli dari NTSB Amerika, Singapura, dan Australia.

Pada 14 Desember 2000, KNKT mengeluarkan laporan yang menyatakan penyebab kecelakaan tidak dapat diketahui (undetermined). Namun, NTSB memiliki pendapat yang berbeda.

Menurut NTSB, kecelakaan ini disebabkan tindakan pilot Tsu Way Ming yang diduga sengaja menjatuhkan pesawatnya ke laut (bunuh diri).

Indikasinya, dia merugi dalam perdagangan saham. Sebab, 15 hari sebelum kecelakaan, ia diskors dari perdagangan saham dengan beban utang sebesar 118.000 dolar Singapura.

2 dari 2 halaman

Kecelakaan Pesawat Terbang Terparah di Indonesia

5. Kecelakaan Lion Air Penerbangan JT610 (189 orang tewas)

Pesawat Lion Air JT610 mengalami kecelakaan setelah jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin pagi, 29 Oktober 2018. Pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 dengan rute Jakarta-Pangkal itu hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Korban kecelakaan pesawat Lion Air yang terjadi pada pukul 06.33 pagi WIB itu mencapai 189 orang, dengan rincian 178 penumpang dan 8 awak kabin.

Hingga saat ini, tim penyelamat yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri masih terus melakukan pencarian dan identifikasi korban kecelakaan pesawat terbang nahas tersebut.

6. Kecelakaan Garuda Indonesia Penerbangan GA 152 (222 orang tewas)

Pesawat Garuda Indonesia GA-152 jurusan Jakarta-Medan ini mengangkut 222 orang dan 12 awak pesawat. Pesawat berjenis Airbus A300-B4 ini harusnya mendarat di bandara Polonia, Jumat 26 September 1997.

Namun menara pengawas Bandara Polonia kehilangan kontak dengan pesawat sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, Medan sedang diselimuti asap tebal akibat kebakaran hutan. Padahal pesawat sudah bersiap akan mendarat.

Ketebalan asap menyebabkan jangkauan pandang pilot sangat terbatas sehingga pilot benar-benar hanya mengandalkan tuntunan dari menara kontrol Polonia. Namun miss communication antara menara kontrol dengan pilot menyebabkan pesawat mengambil arah yang salah dan menabrak tebing gunung.

Penerbangan GA 152 pun jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, yang berjarak sekitar 32 km dari bandara dan 45 km dari kota Medan.

Pesawat tersebut meledak dan terbakar, menewaskan seluruh penumpang dan awaknya. Dari seluruh korban tewas, ada 44 korban yang tidak bisa dikenali yang selanjutnya dimakamkan di Monumen Membramo, Medan.

Di antara korban jiwa, selain warga Indonesia, tercatat pula penumpang berkewarganegaraan Amerika Serikat, Belanda dan Jepang. (ism)

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak