Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Berhasil sembuh dari Covid-19, rupanya bukan akhir perjuangan. Sejumlah pasien ternyata mengeluhkan kondisi tubuh yang beruubah dari sebelum terserang Covid-19.
Beberapa keluhan yang muncul seperti sakit kepala, kelelahan, dan sesak napas. Para dokter kini tengah mempelajari mengapa gejala tersebut bisa muncul dari menjadi sindrom usai terserang Covid-19.
Salah satu pasien yang mengalami hal ini adalah Valerie Giesen. Gadis 29 tahun ini mengaku sering kelelahan setelah berjalan beberapa meter saja.
Dia merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Napasnya sampai bisa terdengar.
Padahal, delapan bulan lalu, jalan beberapa meter bukanlah masalah bagi Giesen. Bahkan dalam sepekan, dia bisa dua sampai tiga kali menari. Juga sering naik gunung dan berenang.
Dokter menyatakan secara resmi Giesen sudah sembuh dari Covid-19 tapi tidak sepenuhnya sehat. Sejak sembuh pada April lalu, Giesen tetap merasa belum pulih benar.
" Jantung saya berdetak sangat cepat, dan ada tekanan berat di dalam dada saya. Saya tak pernah merasa begitu sakit," ujar Giesen, dilaporkan Deutsche Welle.
Wanita muda ini pernah menghabiskan dua pekan dengan berbaring karena merasa sangat lelah. Dia juga merasa sakit pada paru-paru.
Kondisi itu dia alami ketika masa-masa awal Covid-19 masuk Denmark. " Saat itu merupakan gelombang pertama di Denmark," kata dia.
Giesen adalah antropolog asal Jerman yang bekerja di Denmark. Setelah sembuh, dia bersepeda sepanjang 400 kilometer dari Copenhagen menuju Berlin, kota kelahirannya pada Juni 2020.
" Akhir Agustus, mulai," kata dia.
Giesen merasakan kelelahan kronis, paru-paru tertekan, dan sesak napas. Gejala itu dia alami delapan pekan lamanya, hingga akhirnya dia tinggal bersama orangtuanya.
Di Berlin, Giesen sudah memeriksakan diri beberapa kali. Dokter mendiagnosis Giesen mengalami sindrom kelelahan pasca-Covid-19.
Pada penelitian awal di Italia dan Irlandia, ditemukan setengah lebih pasien Covid-19 mengalami kelelahan dan sesak napas selama beberapa pekan usai dinyatakan sembuh. Tetapi, studi tersebut belum dapat digunakan untuk menarik kesimpulan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Presiden Joko Widodo meminta agar tarif vaksinasi, terutama yang mandiri, dihitung betul. Sebisa mungkin vaksin Covid-19 untuk jalur mandiri atau berbayar tersedia dengan tarif terjangkau.
" Ini juga, pengenaan biaya dalam pelaksanaan vaksinasi secara mandiri harus betul-betul dikalkulasi dan dihitung dengan cermat, disiapkan aturannya sejak sekarang, dari awal dan saya minta harganya bisa terjangkau," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas Rencana Penyediaan dan Pelaksanaan Vaksinasi, disiarkan Channel Youtube Sekretariat Presiden.
Jokowi meminta harga vaksin ditetapkan secara transparan dan diberitahukan ke publik. Selain itu, masyarakat juga harus diberitahu mengenai cara mengakses vaksin Covid-19.
" Dipastikan proses vaksinasi ini akan berjalan dan dilakukan secara bertahap dan hal ini perlu dijelaskan secara jelas, secara gamblang kepada masyarakat," ucap Jokowi.
Selain itu, para menteri juga diminta menyosialisasikan kelompok yang diprioritaskan mendapatkan vaksin.
" Dijelaskan siapa saja kelompok masyarakat yang mana yang mendapatkan prioritas vaksinasi lebih awal, kenapa mereka dulu, itu harus dijelaskan mengapa mereka mendapatkan prioritas," kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Presiden Joko Widodo meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju jilid dua untuk mempersiapkan pengadaan dan vaksinasi secara matang. Dia juga mengingatkan agar tidak tergesa-gesa dan mengabaikan kaidah saintifik.
" Hati-hati, jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi sehingga kita kaidah-kaidah saintifik, data-data kesehatan dinomorduakan, tidak bisa," ujar Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi, disiarkan Channel YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi mengatakan aspek keamanan vaksin harus menjadi fokus utama. Sehingga, kata dia, semua tahapan pengadaan dan vaksinasi harus melalui kaidah saintifik hingga standar kesehatan.
" Jangan timbul persepsi pemerintah tergesa-gesa, terburu-buru tanpa ikuti koridor-koridor ilmiah yang ada. Tolong betul-betul kita lalui semuanya meskipun ingin dipercepat, hal-hal tadi jangan sampai dilupakan," kata Jokowi.
Tak hanya itu, Jokowi juga meminta keamanan dan efektivitas vaksin juga harus diperhatikan. Proses penyuntikannya juga harus dijalankan melalui prosedur yang benar.
" Karena kalau tidak, ada satu saja yang masalah, nanti bisa menjadikan ketidakpercayaan masyarakat akan upaya vaksinasi ini," kata dia.
Selanjutnya, Jokowi mengatakan Pemerintah bergerak cepat namun penuh perencanaan matang untuk vaksinasi. Sehingga, dia meminta persiapan vaksinasi harus disusun secara detail.
" Kita harus persiapan secara matang. Mengapa perlu kecepatan? karena memang semua negara tengah berlomba-lomba untuk memperoleh vaksin secepat-cepatnya. Kita tahu, ini semuanya kejar-kejaran, semua kejar-kejaran vaksin agar warga mereka bisa pulih, ekonominya bangkit," kata Jokowi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya