Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin (Kemenag.go.id)
Dream - Tilawah Alquran yang dibawakan oleh Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra Miraj di Istana Merdeka pada Jumat pekan lalu menuai polemik. Ini lantaran tilawah Alquran tersebut menggunakan langgam atau irama Jawa.
Terkait hal ini, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama Muhammad Machasin mencoba memberikan penjelasan. Dia mengutip kaidah pembacaan Alquran berdasarkan kitab Ash Shabuni Juz II.
Machasin menerangkan terdapat dua pendapat terkait pengunaan irama dalam membaca Alquran. Berdasarkan kitab tersebut, dua mazhab melarang Alquran dibaca dengan irama selain Arab yaitu Malikiyah dan Hanabilah, sedangkan dua mazhab lainnya, Syafiiyah dan Hanafiyah membolehkan.
Menurut Machasin, larangan menggunakan irama selain Arab didasarkan pada hadits yang menerangkan perlunya menggunakan irama Arab agar tidak meniru ahli kitab dan orang-orang fasiq.
Sementara ketentuan yang membolehkan Alquran dibaca dengan irama selain Arab merujuk pada hadits yang menganjurkan membaca dengan suara merdu. Hadits tersebut menyebutkan 'Zaiyyinu Alqurana bi ashwatikum' (Hiasilah bacaan Alquranmu dengan suara-suara merdu).
Di samping itu, Machasin mengaku pernah mendengar dua orang gurunya menggunakan langgam Jawa dalam membaca Alquran. Selain itu, Machasin juga memiliki kolega yang menggunakan langgam Jawa.
“Beberapa guru saya dulu membaca Alquran dengan langgam Jawa. Prof. Fatchurrahman, dan Romdon, MA dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga menggunakan langgam Jawa kalau mengimami salat Jumat di Masjid Kampus," kata Machasin.
(Sumber: Kemenag.go.id)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?