Cerita Pilu Usma Korban Penjarahan Perusuh 22 Mei: Saya Salah Apa?

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 24 Mei 2019 03:17
Cerita Pilu Usma Korban Penjarahan Perusuh 22 Mei: Saya Salah Apa?
Ingin pulang kampung untuk cari modal lagi.

Dream - Aksi demonstrasi berujung kericuhan itu terjadi di depan gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019.

Polisi membubarkan massa. Massa mundur. Massa dari Jalan MH Thamrin ke arah Jalan Wahid Hasyim dan Sabang.

Pos polisi di persimpangan Jalan Wahid Hasyim - Jalan H Agus Salim dibakar massa.

Tak berhenti di fasilitas publik. Massa juga menyerbu lelaki paruh baya. Penjual asongan yang berlokasi tak jauh dari pos polisi.

Nama pedagang itu Usma. Umurnya 64 tahun.

Dia mengingat peristiwa semalam itu. " Sebelum mereka bakar (pospol) saya lari, keluar (dari polsek)," ujar Usma, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 23 Mei 2019.

 

1 dari 2 halaman

Usma Bersedih

Usma melihat dari jauh kios rokoknya. Badannya lemas. Barang dagangannya ludes dijarah.

" Semua diambil. Minuman, semua rokok diambil. Habis," kata dia.

Usma terasa sedih saat menceritakan kejadian tersebut. Matanya berkaca-kaca. Mengingat peristiwa yang memilukan itu.

" Habis semua, kenapa warung saya? Saya salah apa ya?" ujar dia.

Usai tragedi, Usma tegar. Dia merapikan kiosnya. Sekaligus mengingat tempatnya tidur jika malam datang.

" Selama ini saya numpang di pospol, saya bantu-bantu juga di sana. Sekarang hilang semua baju saya di sana habis terbakar," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Penggalangan Dana untuk Usma

Usma rencananya akan pulang ke kampung halaman di Kuningan, Jawa Barat. Dia ingin mencari modal agar bisa hidup di Jakarta.

Dia berharap tidak ada lagi kerusuhan di Jakarta.

Laman penggalangan dana, Kitabisa.com, telah membuka donasi untuk modal Usma.

" Bantu Pak Usma Untuk Berjualan Lagi!!"

Hingga saat ini, sudah terkumpul dana sebesar Rp29.462.437.(Sah)

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan