Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi KRL.
Dream – Semalam, KRL feeder Manggarai-Bekasi berhenti mendadak di perlintasan Stasiun Klender-Buaran, Rabu 8 November 2017. Ada rumor kepulan asap berada di rangkaian kereta.
Seorang penumpang KRL dengan nomor 1416, Alie Wardhana mengatakan, di gerbong 6 beberapa penumpang mencium bau kabel terbakar. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 18.50 WIB. Alie menduga bau benda terbakar ini berasal dari luar kereta. karena warga di sekitar rel masih sering membakar sampah.
Namun, bau ini membuat beberapa orang penumpang panik dan berlarian menjauh dari lokasi sambil membawa barang bawaannya, termasuk Alie.
Dia pindah dari tengah gerbong ke arah pintu. Kepanikan ini membuat barang-barang penumpang tercecer (barang-barang ini kemudian diamankan petugas).
“Ada yang bilang ada asap, api! Jadi, beberapa penumpang terburu-buru ambil tas masing-masing di bagasi atas dan ada yang berlarian ke gerbong lainnya,” kata Alie saat berbincang dengan Dream, Kamis 9 November 2017.
Tak lama kemudian, kereta berhenti mendadak dan pintu-pintu di gerbong terbuka. Petugas mengecek semua rangkaian, termasuk gerbong 6, untuk memastikan kebenaran asap.
“Pas di gerbong 6, petugas kereta memberi imbauan dan saran kepada penumpang apabila ada kejadian di luar kewajaran untuk melapor kepada petugas yang rangkaian paling depan,” kata dia.
Alie berkata, di gerbong lainnya, ada informasi yang membuka tuas untuk membuka pintu dan memecah kaca jendela.
Informasi ini dibenarkan oleh penumpang KRL lainnya, Nurul Afiah. Penumpang yang akrab dipanggil Vivi, berada di gerbong 3 dan mencium bau gosong ketika sedang berbincang bersama temannya.
Tak lama, ada keramaian dari gerbong di depannya. Dia sempat bertanya kepada penumpang lainnya ada apa.
“Selang beberapa detik, semakin ramai dan orang-orang dari gerbong depan itu menyuruh orang untuk mendekat ke pintu. Panik, dong, semuanya,” kata dia ketika dihubungi Dream.
Vivi berkata sebagian penumpang di gerbong 3 berlarian ke gerbong belakang. Ada juga yang memecahkan kaca jendela, padahal kereta masih jalan. Suasana pun semakin ramai.
“Pokoknya nggak lama kaca dipecahin, terus kereta berhenti dan orang-orang langsung mencari tuas pintu biar bisa dibuka. Langsung orang keluar dengan cara loncat dari ketinggian. Innalillahi…,” ujar dia.

(Kaca jendela yang dipecahkan penumpang, Foto: Komunitas KRL Jalur Bekasi)
Vivi melanjutkan, pintu KRL terbuka, lalu penumpang turun. Lima belas menit kemudian, mereka diminta naik oleh petugas. Dia menuturkan ada beberapa penumpang yang luka-luka karena lompat dari ketinggian. Bahkan, ada yang sempat pingsan.
Penumpang lainnya, Mega Kurnia Wijaya, juga menuturkan hal serupa. Suasana chaos juga terjadi gerbong kereta khusus wanita (KKW). Ada penumpang yang berlarian ke gerbong yang dia naiki.
“Orang-orang banyak yang panik dan banyak yang lari ke gerbong belakang sambil teriak ‘ada kebakaran’. Aku lihat PKD (petugas keamanan dalam) pun sudah tak bisa apa-apa karena kedorong orang banyak,” kata Mega ketika dihubungi Dream.
Dia bersama penumpang lainnya turun dari kereta. “Sempat marah-marah juga sih karena pintunya itu tinggi banget dan ada ibu-ibu yang menyuruh saya cepat-cepat turun,” kata dia.

(Penumpang meninggalkan gerbong, Foto: Komunitas KRL Jalur Bekasi)
Benarkah ada kepulan asap?
© Dream
Dream - PT KAI Commuterline Indonesia (KCI) membantah adanya kebakaran di gerbong.
Vice President Corporate Communication KCI, Eva Chairunisa, mengatakan tak ada kepulan asap di rangkaian kereta. Bahkan kereta dalam kondisi normal setelah dicek.
Rupanya, ada penumpang yang meneriakkan ada asap di rangkaian dan menyebabkan kepanikan.
“Karena terlanjur panik, ada penumpang yang menarik tuas tombol darurat,” kata Eva ketika dihubungi Dream.
Dia berkata tuas tombol darurat, kalau ditarik, akan membuat rangkaian kereta berhenti. Karena perjalanan KRL berhenti mendadak dan ada kabar kepulan asap di kereta, petugas pun mengecek rangkaian KRL itu. Ternyata, KRL berada dalam kondisi normal.
Eva menyayangkan ulah penumpang yang sembarangan menarik tuas tombol darurat. Dia mengatakan, seharusnya penumpang tidak menebar informasi yang belum jelas kebenarannya dan sembarangan menarik tuas itu.
“Sebaiknya menghubungi petugas terlebih dahulu jika ada kejadian di luar kewajaran dan berkoordinasi dengan petugas,” kata Eva.
Peristiwa ini, lanjut Eva, menyebabkan lima orang mengalami luka-luka. Empat di antaranya dirawat di rumah sakit terdekat. “Mereka yang terluka itu mengalami memar dan keseleo,” kata dia. (ism)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya