Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Tulisan status pengguna Facebook Malaysia Siti Khadijah tentang satu insiden yang dianggap olehnya sebagai 'fenomena sakit mata' menjadi viral di situs sosial tersebut.
Siti menceritakan pengalamannya ketika berada di pusat perbelanjaan AEON AU2, Setiawangsa, Malaysia.
Saat sedang asyik memilih-milih barang dia menyaksikan seorang istri yang sedang mengurus anaknya dimarahi oleh suaminya yang sedang asyik main ponsel.
Tidak sanggup melihat si istri dimarahi oleh si suami yang tidak bijaksana itu, Siti menegur perbuatan pria pengecut tersebut. Setelah itu dia menulis pengalamannya itu di Facebook.
Fenomena Sakit Mata. Kasihan betul melihat si istri susah payah waktu akan makan. Istri membeli dan menyiapkan makanan di meja. Di saat anak-anak bermain bersama ayahnya. Istri tergopoh-gopoh bawa makanan buat suami dan anaknya. Lepas itu, dia juga harus buru-buru menyiapkan minum.
Namun, si suami masih santai saja. Setelah menyiapkan air minum di depan suami yang terus makan, istri sibuk menyuapi anak-anak yang berusia 4 tahun dan kurang dari 6 tahun. Tidak hanya itu, si istri juga masih harus mengurus makanan untuk anak lainnya yang masih bayi dalam stroller yang mungkin berusia 7 bulan.
Selesai menyuapi dua anaknya, si istri, yang baru mau makan, mendengar si kecil menangis. Dia pun mengambilnya dan menggendongnya sambil makan.
Si suami sudah selesai makan tetapi tidak langsung menolong menjaga si kecil. Sebaliknya dia mengambil ponsel di sakunya dan asyik bermain dengannya. Setelah 15 menit dan istrinya masih makan, sang suami langsung marah-marah. " Mengapa makannya kok lama sekali. Bosanlah awak ini."
" Maaf saya memang tak sabar melihat orang macam ini dan maaf kalau Anda merasa malu tapi apa yang saya bilang ini memang betul. Saya bangun dan pergi ke pria itu dan berbicara " Bapak kalau ingin istrinya makan cepat, Anda tolonglah dia menggendong si kecil. Tolong pula jaga anak-anak yang makan tidak beraturan ini, jadi dia bisa cepat-cepat makan. Pertimbangkan perasaannya. Maaf saya tegur sebab saya tak bisa melihat insiden semacam ini."
Bagi sebagian besar orang tindakan yang ditunjukkan oleh Siti ini sudah tepat untuk menegur sikap segelintir manusia yang mementingkan diri.
Jadi ada pesan buat golongan suami di luar sana, sayangi dan beri perhatian istri Anda. Jangan jadi manusia bebal dengan mentalitas rendah.
Sumber: mynewshub.cc
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam