Korsel Prioritaskan Indonesia untuk Mendapat Test Kit Corona, Alhamdulillah

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 28 Maret 2020 17:18
Korsel Prioritaskan Indonesia untuk Mendapat Test Kit Corona, Alhamdulillah
Dari 117 negara yang meminta, Korsel menetapkan prioritas ekspor alat medis karantina corona untuk Indonesia, AS dan UEA.

Dream - Pemerintah Korea Selatan akan memprioritaskan pengiriman bahan karantina pasien corona covid-19 seperti perlengkapan test kit untuk Indonesia. Dua negara lainnya yang menjadi prioritas adalah Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab (UEA).

Kepastian tersebut diperoleh dari pejabat kementerian luar negeri Korsel usai menggelar pertemuan antar lembaga. Pertemuan itu membahas kemungkinan pengiriman bantuan kebutuhan perlengkapan karantina corona untuk kemanusiaan dan permintaan di dalam negeri.

Mengutip laman Yonhap, sebanyak 117 negara saat ini telah meminta bantuan untuk mengimpor perlengkapan test kit corona Covid-19 dan kebutuhan medis lainnya.

Banyak juga negara berusaha meminta bantuan kemanusia untuk menangani wabah yang telah menjadi pandemi global ini.

 

1 dari 7 halaman

Presiden AS Minta Bantuan Korsel

Pejabat Korsel yang tak disebutkan namanya mengatakan bahwa prioritas utama akan ditujukan kepada pemerintah AS. Alasannya wabah corona di negeri itu telah mengalami lonjakan tajam.

" Presiden Donald Trump juga telah membuat permintaan kepada kami sendiri, sementara AS belum melarang masuknya warga kami dan mencapai kesepakatan pertukaran mata uang dengan Korea Selatan," kata pejabat itu.

Sementara UEA terpilih sebagai prioritas karena negara tersebut telah menjalin banyak kerja sama dengan pemerintah Korsel.

 

2 dari 7 halaman

Alasan Prioritaskan Indonesia

Khusus Indonesia, pejabat tersebut mengatakan, negara ini merupakan mitra utama dalam Kebijakan Selatan Baru Seoul yang bertujuan meningkatkan hubungam dengan 10 anggota negara ASEAN.

Meski telah menetapkan sebagai prioritas utama, pejabat Korsel tersebut tetap memastikan langkah ekspor hanya bisa dilakukan jika tidak terjadi kekurangan pasokan di dalam negeri.

Diketahui, dari 117 negara yang mencari produk medis dari Korsel, sebanyak 31 negara telah menghubungi pemerintah langsung guna mengimpor dari mereka. Sementara 30 negara lainnya mengajukan permohonan atas nama bantuan kemanusiaan.

Selain itu, 20 negara telah menyampaikan harapannya untuk mengimpor produk-produk tersebut dan menerimanya sebagai bantuan kemanusiaan. Dan 36 negara telah mencari barang-barang tersebut melalui kerja sama swasta.

(Sah, sumber: Yonhap)

3 dari 7 halaman

AS Temukan Alat Pendeteksi Cepat Virus Corona, Cuma Butuh Tes 5 Menit!

 5 Cara Kerja Virus Corona COVID-19 Lumpuhkan Penderita© MEN

Dream - Perusahaan farmasi, Abbot Laboratories mengaku telah memiliki alat yang diklaim bisa mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona Covid-19 hanya dalam hitungan 5 menit.

Alat pendeteksi ini juga diklaim lebih praktis karena berukuran kecil dan bisa dibawa kemana-mana (portabel).

Wakil Presiden Penelitian dan Pengembangan Abbot Diagnostics, John Frel seperti dikutip dari laman Bloomberg, menyatakan perusahaan akan memasok 50 ribu alat tes dalam sehari mulai 1 April mendatang.

Tes molekuler yang dijalankan alat ini akan mencari fragmen genom coronavirus, yang dapat dideteksi hanya dalam lima menit ketika virus berada pada level parah.

Sementara pencarian menyeluruh untuk mengetahui ada tidaknya infeksi diperkirakan hanya memakan waktu hingga 13 menit.

Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) saat ini telah menjadi pusat pandemi virus corona Covid-19 di dunia dengan kasus mencapai di atas 100 ribu orang. AS telah berjuang menyediakan tes yang cukup untuk mendeteksi virus corona yang mulai mewabah di New York, California, Washington dan daerah lainnya.

 

4 dari 7 halaman

Cara Kerja Alat Pendeteksi Corona

Teknologi dari Abbot ini dibangun di ID Now Abbott yang berbasis di Illinois, lokasi pengetesan paling dikenal di AS, dengan lebih dari 18 ribu unit tersebar di seluruh negeri.

Alat ini Ini banyak digunakan untuk mendeteksi influenza, radang tenggorokan dan virus syncytial pernapasan, serta kuman yang bisa menyebabkan gejala seperti pilek.

Tes dimulai dengan mengambil swab dari hidung atau belakang tenggorokan, kemudian mencampurnya dengan larutan kimia yang memecah virus dan melepaskan RNA-nya.

Campuran ini dimasukkan ke dalam sistem ID Now, sebuah kotak kecil dengan berat hanya di bawah 7 pound yang memiliki teknologi untuk mengidentifikasi dan memperkuat urutan pilih genom coronavirus dan mengabaikan kontaminasi dari virus lain.

Peralatan dapat dipasang hampir di mana saja. Tetapi perusahaan memastikan bahwa alat ini akan diprioritaskan untuk daerah yang paling membutuhkan.

Mereka menargetkan ruang gawat darurat rumah sakit, klinik gawat darurat, dan tempat praktik dokter.

(Sah, Sumber: Bloomberg)

5 dari 7 halaman

Warga Italia Berjatuhan di Jalan, Diduga Terpapar Corona

 Diduga Akibat Virus Corona, Warga Italia Berjatuhan di Jalan© MEN

Dream - Sebuah pemandangan memilukan terjadi di jalanan Italia yang menjadi negara dengan kasus positif Covid-19 tertinggi ketiga di dunia.

Foto-foto yang menyedihkan memperlihatkan momen seorang pria dengan masker di wajahnya ditemukan pingsan di jalan.

Di foto pertama menunjukkan, pria itu ditemukan tak sadarkan diri di dekat sebuah halte bus di Roma pada hari Minggu, 22 Maret 2020.

Kondisi jalan di halte bus tersebut terlihat sangat sepi. Menunjukkan bahwa Italia telah melakukan lockdown di Roma untuk mencegah persebaran Covid-19 semakin meluas.

Foto berikutnya memperlihatkan beberapa petugas medis dengan Alat Pelindung Diri (ADP) datang menolong pria malang tersebut.

Pria yang diduga tertular virus corona tersebut kemudian dibawa dengan tandu ke ambulans untuk diantar ke rumah sakit.

Tidak diketahui bagaimana kondisi pria itu selanjutnya. Hingga Jumat, 27 Maret 2020, kasus positif Covid-19 di Italia mencapai 80 ribu lebih, dengan kematian lebih dari 8 ribu jiwa.

Foto-foto pria pingsan di jalanan Italia itu sangat kontras dengan keadaan di Inggris. Di London, warga masih terus melanggar anjuran agar melakukan isolasi diri di rumah.

Ribuan warga Inggris terlihat masih berjalan-jalan dan berkumpul di Victoria Park pada hari Minggu pekan lalu.

Yang paling membuat khawatir adalah aktivitas warga Inggris yang masih berdesak-desakan ketika naik bus untuk berangkat kerja pada 23 Maret 2020.

Padahal Perdana Menteri Boris Johnson memperingatkan warga Inggris tentang pembatasan aktivitas di luar rumah.

Dia mengatakan pembatasan yang lebih keras akan diberlakukan jika warga tidak mengikuti pedoman social distancing yang dikeluarkan pemerintah.

" Jika Anda tidak melaksanakannya dengan bertanggung jawab ... kami terpaksa melakukan tindakan lebih jauh," kata PM Johnson.

Sumber: The Sun

6 dari 7 halaman

Hadiri Pernikahan, 31 Tamu Terinfeksi Virus Corona

Dream - Pernikahan Scott Maggs dan Emma Metcalf menjadi ajang penularan virus corona baru, Covid-19. Sebanyak 31 tamu dilaporkan positif terjangkit virus corona, termasuk wanita hamil dan anggota parlemen.

Scott Maggs dan Emma Metcalf mengundang 140 tamu ke pernikahan mereka di Tumbling Waters Retreat, Sydney, Australia, pada 6 Maret 2020. Selama 14 hari sejak hari istimewa itu, muncul 31 kasus corona yang dikaitkan dengan pesta pernikahan itu.

Pasangan itu mengetahui bahwa dua tamu mereka dinyatakan positif Covid-19 ketika mereka sedang berbulan madu di Maladewa.

Di antara orang yang positif terinfeksi virus corona adalah Andre Bragg, senator liberal untuk New South Wales. Ada pula Sally Hawach, putri pemilik perusahaan iklan John Singleton.

Sally saat ini sedang mengandung anak ke tiga. Dia khawatir menularkan penyakit ini kepada anak-anaknya, usia 2 dan 1.

" Anak saya yang berumur satu tahun juga menunjukkan tanda-tanda COVID dan sangat sakit," ucap Hawach dilaporkan The Daily Star.

 

7 dari 7 halaman

Isolasi Mandiri

 Virus Corona by Shutterstock © (Foto: Shutterstock)

" Bayi perempuan saya menderita demam tinggi dan saya sangat lelah dengan sesak napas dan detak jantung yang cepat," ucap dia.

" Saya sangat sedih memikirkan kemungkinan telah menginfeksi siapa pun. Saya telah menghubungi semua orang yang telah berhubungan. Tapi tolong jika kamu telah berinteraksi dengan saya sejak 6 Maret atau kamu menunjukkan tanda-tanda sakit. Tolong mengisolasi diri," ucap dia.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengenalkan kebijakan menjaga jarak sosial.

Protokol baru menyerukan agar semua pertemuan antar orang per oranganan dibatasi. Scott juga telah menutup perbatasan untuk semua non-penduduk Australia.

 

Beri Komentar
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting